Wuling EV Berbeda Dengan Model GSEV Terdahulu?

RiderTua.com – Wuling sudah dipastikan akan menjual mobil listrik pertamanya di Indonesia dalam model Wuling EV. Namun dari desainnya sangat jauh berbeda dengan model-model EV yang pernah dikenalkannya. Sebenarnya Wuling EV dibangun dari platform GSEV, tapi dengan desain lain. Sehingga membuatnya bisa diterima oleh masyarakat Tanah Air.

Baca juga: Wuling Resmi Kenalkan Mobil Listrik Pertamanya di Indonesia!

Wuling EV Dibangun Dari Platform GSEV

Selama beberapa bulan terakhir, Wuling sudah menghadirkan sejumlah mobil listrik di Indonesia, meskipun belum dijual sampai sekarang. Contohnya model E100 dan E200 yang pernah dikenalkan sekitar dua tahun yang lalu. Modelnya saja sangat jauh berbeda dengan model EV yang sekarang.

Kemudian Mini EV juga demikian, dimana desainnya nampak jauh lebih mengotak ketimbang Wuling EV. Sebelumnya model yang juga dikenal sebagai Hongguang Mini EV ini pernah disebut-sebut akan dirilis di Indonesia. Tapi nyatanya Wuling menghadirkan model lainnya dengan desain lebih menarik.

(Carscoops)

Mini EV dan Air EV

Lalu ada model Wuling GSEV atau lebih dikenal sebagai Kiwi EV, dengan desain yang lebih berotot ketimbang Wuling EV. Sama seperti Mini EV, GSEV sempat diduga juga akan dijual disini. Namun lagi-lagi merek asal Negeri Tirai Bambu tersebut memilih untuk menggunakan model basis lainnya.

Sebenarnya Wuling EV lebih mirip dengan model Air EV yang dijual di kampung halamannya. Memang dari penampilannya nampak tak jauh berbeda, meskipun Wuling sudah menyesuaikannya dengan pasar tujuannya. Walau model ini tetap memakai platform khusus mobil listriknya.

Wuling sendiri sudah siap memproduksinya dan menjualnya di Indonesia. Meskipun kapan mereka akan memulainya masih belum dapat dipastikan untuk saat ini. Sebab mereka masih terus melakukan persiapan untuk membuka tempat produksi khususnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page