Fabio Quartararo ‘Spesialis’ Sirkuit Barcelona-Catalunya, ‘Sirkuitnya’ El-Diablo?

RiderTua.com – Fabio Quartararo berhasil menorehkan kemenangan keduanya musim ini di GP Catalunya. Rider pabrikan Yamaha MotoGP itu sejak lama dianggap sebagai ‘spesialis’ Sirkuit Barcelona-Catalunya. Pertama, El Diablo memenangkan Kejuaraan CEV Repsol 125cc di Honda pada usia 14 atau 15 tahun di sirkuit sepanjang 4,675 km itu. Pada 2018, pembalap asal Prancis itu juga memenangkan balapan Moto2 di Catalunya dengan tim Speed-up. Pada 2019, dia mengamankan podium pertama di kelas MotoGP di sini sebagai rookie untuk Petronas-Yamaha. Di musim 2020, dia berhasil menang di GP Catalunya masih di tim satelit Petronas. Saat itu Fabio finis di depan Joan Mir (Suzuki) dengan unggul 0,928 detik. Lalu pada tahun 2021, pembalap berusia 23 tahun itu terlibat duel sengit melawan pembalap pabrikan Red Bull-KTM Miguel Oliveira sampai ritsleting baju balapnya terbuka sehingga menyebabkan bintang Yamaha hanya finis di posisi ke-6.

Fabio Quartararo ‘Spesialis’ Sirkuit Barcelona-Catalunya

Tiga rider Ducati Pecco Bagnaia, Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio gagal finis lantaran crash. Dan akibat kecerobohannya, Aleix Espargaro hanya finis ke-5. Dengan demikian, Quartararo meningkatkan keunggulannya atas pembalap pabrikan Aprilia itu dari 8 menjadi 22 poin di Circuit de Barcelona-Catalunya.

Aleix harus puas finis di tempat ke-5 karena dia berpikir bahwa balapan sudah berakhir padahal masih harus melewati satu sektor lagi. Akibatnya, harapan pembalap berusia 32 tahun itu untuk naik podium pupus sudah. Dia harus legowo menyerahkan podium kepada dua pembalap Prancis dan seorang rekan senegaranya (Quartararo, Martin dan Zarco) setelah empat kali finis di tempat ke-3 berturut-turut.

Jika Fabio kembali menjadi Juara Dunia MotoGP tahun ini, balapan musim 2023 akan lebih seru. Karena Yamaha telah menyewa Luca Marmorini sebagai konsultan mesin. Insinyur asal Italia itu telah menandatangani kontrak 2 tahun dan diharapkan untuk membawa mesin in-line M1 ke level Ducati atau setidaknya mendekati Suzuki, Aprilia dan KTM dalam hal performa untuk tahun 2023. Terakhir Marmorini dipekerjakan oleh Ferrari di Formula 1. Hampir 60 tahun, belum pernah sebelumnya Yamaha mempekerjakan seorang insinyur mesin asal Eropa untuk membantu pabrikan Jepang itu keluar dari masalah mesin.

Performa membalap Quartararo sekali lagi membuat lawan terdiam. Dia balapan dengan sempurna di bawah kondisi trek yang paling sulit dan menempatkan semua rekan mereknya di bawahnya (Darryn Binder finis ke-12 dan Morbidelli ke-13 sementara Dovizioso gagal finis).

El Diablo berkata, “Saya sangat ingin menjadi pemimpin di tikungan pertama. Tapi setelah start saya braking late sehingga saya berpikir, ‘Saya tidak bisa melewati tikungan ini, tidak akan pernah!’ Tapi kepercayaan diri saya tinggi, jadi saya bisa memimpin.”

“Itu adalah balapan yang panjang. Karena saya memimpin balapan mulai dari tikungan pertama hingga terakhir. Saya pikir saya sudah menggunakan semua keterampilan membalap saya. Setiap balapan akhir pekan saya lebih memahami bagaimana menangani motor ini, bagaimana mengendarainya dengan cepat dan konsisten. Saya merasa seperti saya terus meningkat sebagai pembalap,” imbuhnya.

Menjelang dua balapan di Mugello dan Barcelona, dimana dua sirkuit ini mempunyai lintasan lurus sepanjang lebih dari 1 km, tidak ada yang bertaruh pada kemenangan balap untuk Quartararo, yang M1-nya sering kalah 10-15 km/jam di lintasan lurus.

Tapi sekarang, Juara Dunia 2021 itu berhasil meraih 45 dari kemungkinan 50 poin dalam waktu 8 hari. Dan sekarang, sebelum jeda musim panas, ada dua balapan lagi yakni Sachsenring dan Assen di mana dia bisa bertarung untuk meraih kemenangan. Fabio berhasil menang di Assen pada 2021, di depan rekan setimnya Vinales. Sedangkan di Saxony, tahun lalu dia finis ke-3.

Sambil tertawa, Quartararo melanjutkan, “Ya, 45 poin, saya bisa bilang itu hasil yang hampir sempurna. Tapi saya tidak memperkirakan bisa menang di sini. Pada hari Jumat saya masih berkata, ‘Jika saya masuk 10 besar, itu akan bagus. Dan jika 5 besar jauh lebih bagus’.”

“Pada hari Sabtu segalanya berjalan jauh lebih baik. Kecepatan balapan saya sangat kuat, itu salah satu yang terbaik. Dan pada Minggu pagi di sesi pemanasan, saya kembali cepat dengan ban bekas. Dan di balapan saya merasa luar biasa. Saya mengendalikan segalanya. Saat saya unggul 1 detik di awal, saya berkata pada diri sendiri ‘Oke, saya akan melaju lebih cepat!’ Dan itu jauh lebih baik.

Apakah GP Catalunya sudah menjadi semacam keputusan awal di Kejuaraan Dunia? Karena sekarang Quartararo berjarak hampir satu balapan di depan Aleix Espargaro, yang menunjukkan kecerobohan pada hari Minggu. Pertama crash saat pemanasan, lalu selebrasi terlalu dini. Dan rival lainnya di klasemen, Bagnaia dan Bastianini membukukan nol poin setelah crash.

“Ya, itu adalah hari yang fantastis untuk pertarungan gelar. Kemenangan ini sangat spesial bagi saya karena ini adalah kemenangan ke-10 saya di MotoGP. Sebagai seorang anak saya memimpikan karir MotoGP dan sekarang kami membukukan 10 kemenangan! Saya pikir kami bisa menatap masa depan dengan percaya diri,” pungkas Quartararo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page