Pesan Pecco Bagnaia untuk Rekan Setim Barunya

RiderTua.com – Setelah melewati berbagai kesulitan karena trek yang minim grip, pada akhirnya Pecco Bagnaia berhasil start dari posisi ke-2 di grid GP Catalunya. Di sisi lain, pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi rekan setimnya untuk 2023 masih belum terjawab. Apakah Jorge Martin ataukah Enea Bastianini. Tapi rider Ducati-Lenovo itu mempunyai pesan khusus untuk calon rekan setimnya. “Saya ingin memiliki hubungan baik yang sama seperti dengan Jack di masa depan. Siapa pun yang akan menjadi rekan setim saya, pasti akan mengerti itu. Jika kita ingin cepat dan berkembang, kita harus bekerja sama dengan erat dan mempunyai hubungan yang baik.

Saya cukup yakin, ini sudah dimulai sejak Jack dan saya bergabung dengan tim. Situasinya pasti akan sama di masa depan, hanya dengan pembalap yang berbeda,” kata rider murid VR46 itu. Mengacu pada seringnya Miller dan Pecco berdiskusi di paddock seperti di GP Argentina.. “Kami telah bekerja bersama sejak 2019 dan sejak saat itu hubungan kami sangat baik di dalam garasi. Kami banyak berdiskusi selama akhir pekan, tentang ban dan semuanya. Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Jack di masa depannya,” tambahnya melihat nanti akan ditinggal Miller..

Pesan Pecco Bagnaia untuk Rekan Setim Barunya

Hingga memasuki tahun ke-10 di Kejuaraan Dunia, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia belum pernah masuk 5 besar di Circuit de Barcelona-Catalunya. Hasil terbaiknya adalah finis ke-6 pada tahun 2020. Dengan posisi ke-2 di grid, kini pembalap berusia 25 tahun itu mempunyai kesempatan besar untuk mengubahnya.

“Saya sangat senang, kami melakukan pekerjaan dengan baik sepanjang akhir pekan. FP4 memberi saya kepercayaan diri untuk mengambil langkah dalam perburuan waktu. Kami sedikit mengubah set-up untuk lap terakhir dan itu membuat saya merasa lebih baik,” kata Pecco pada hari Sabtu di Montmelo.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Sangat sulit untuk melahap lap yang sempurna di kualifikasi. Sangat mudah untuk membuat kesalahan kecil yang memakan waktu hingga 0,1 detik. Karena dengan kondisi grip seperti ini, kita bisa kehilangan banyak waktu di trek ini jika sedikit kehilangan akselerasi. Saya sangat dekat dengan pole position. Aleix cukup kuat akhir pekan ini dan dia sudah seperti itu di akhir pekan sebelumnya. Tapi bahkan dia lebih kuat di sini.”

Sekarang pertanyaan besarnya adalah, bisakah pembalap Aprilia itu dikalahkan di trek kandangnya dalam balapan 24 lap? “Saya tidak tahu bagaimana cara mengalahkannya. Tetapi kuncinya adalah, pintar mengelola ban belakang saat balapan. Kita bisa cepat di lap pertama, tapi kita juga harus konsisten sampai akhir. Jika kita nge-push di awal, kita tidak bisa konsisten di akhir. Ini akan seperti balapan bertahan hidup. Kami bekerja secara berbeda dari yang lain di FP4 untuk melihat apakah ban akan baik-baik saja. Saya cukup senang dengan hasil dan kecepatan saya di FP4,” jawab kakak Carola Bagnaia itu.

Topik besar di paddock Montmelo pada hari Sabtu adalah perpisahan Jack Miller dengan Ducati. Apakah ini berpengaruh terhadap Bagnaia?

Dengan hati-hati, pembalap yang berada di peringkat 4 dalam klasemen itu menjawab, “Mempunyai Jack sebagai rekan setim sangat bagus bagi saya. Karena kami membentuk grup sebagai sebuah tim. Ini adalah sesuatu yang sangat saya inginkan dan sangat butuhkan. Kami telah bekerja bersama sejak 2019 dan sejak saat itu hubungan kami sangat baik di dalam garasi. Kami telah lama bekerja bersama dan kami banyak berdiskusi selama akhir pekan, tentang ban dan semuanya. Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Jack di masa depannya,” pungkas rider asal Italia itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page