Fabio Quartararo: Seharusnya Sesi Kualifikasi Ditunda

RiderTua.com – Fabio Quartararo harus takluk pada 5 pembalap Ducati di sesi kualifikasi MotoGP Mugello. Meski begitu, rider pabrikan Yamaha itu berada di posisi ke-6 di grid unggul 0,001 detik dari pembalap Aprilia Aleix Espargaro yang menempati posisi ke-7. Sedangkan pembalap Yamaha lainnya hanya dapat ditemukan di posisi bawah (Darryn Binder ke-20, Franco Morbidelli ke-23 dan Andrea Dovizioso ke-26 alias yang paling buncit). BTW, kondisi cuaca Mugello yang disertai kilatan petir, membuat pembalap merasa tidak nyaman. “Kondisi ini sangat berbahaya, bukan keputusan yang baik untuk membalap ditengah cuaca seperti itu. Tidak normal untuk balapan di trek tercepat saat kita tidak tahu apa yang dapat diperkirakan. Seharusnya sesi kualifikasi ditunda,” keluh pembalap asal Prancis itu.

Fabio Quartararo: Seharusnya Sesi Kualifikasi Ditunda

Di barisan depan grid diisi oleh skuat Ducati Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi dan Luca Marini. “Mari kita lihat bagaimana jalannya balapan melawan pembalap baru ini,” ujar Quartararo.

Pada Sabtu pagi, pembalap berusia 23 tahun itu mempunyai feeling yang buruk pada M1 seperti yang terjadi pada hari Jumat. Setelah perubahan besar di sore hari, El Diablo melaporkan kemajuan yang signifikan meskipun dia gagal menyelesaikan lap tepat waktu karena masalah rantai di FP4. “Tempat ke-6 dalam kualifikasi adalah hasil yang baik bagi kami. Bagi saya, semua perubahan adalah tentang meningkatkan feelingn saya terhadap motor,” imbuh Fabio.

Sesi latihan bebas keempat berlangsung tepat sebelum sesi kualifikasi 1. Sekitar 15 menit kemudian, hujan mulai turun. Di Q1, di awal semua pembalap menggunakan ban hujan, hanya menjelang akhir, secara signifikan lebih cepat dengan ban slick tanpa tapak.

Haruskah sesi kualifikasi ditunda? “Ya,” tegas Fabio.

“Saya berada di belakang Marc Marquez ketika dia crash, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang aneh. Kami semua di sini untuk mencapai yang terbaik. Bahkan jika turun hujan. Di trek seperti ini, kami tidak sabar menunggu sesuatu terjadi. Bahkan ban intermediate pun tidak akan membuat perbedaan. Terkadang saat hujan, sedikit yang bisa kita perkirakan. Tapi trek ini sangat panjang, kering di satu ujung tapi basah di ujung lainnya. Ada tikungan yang kita ambil dengan kecepatan hampir 200 km/jam dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Ini bukan feeling yang baik,” pungkas Fabio Quartararo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page