Dengan Kamera Bahu, Pecco Bagnaia Menyuguhkan Video yang Mengesankan

RiderTua.com – Pecco Bagnaia memimpin skuat Ducati di Mugello pada hari Jumat dan menyuguhkan video spektakuler kepada para pemirsa TV berkat kamera bahu (Shoulder Cam) yang dipasang pada bahu kirinya. Pembalap berusia 25 tahun itu juga terkesan dengan gambar yang dihasilkan oleh kamera onboard khusus ini. “Bahkan jika saya menyesal, sekarang kami dapat melihat bagaimana kami menggunakan Ride Height Device. Lagipula itu bukan rahasia. Begitu indah dan khususnya di tikungan Bucine sangat mengesankan,” ujarnya merujuk pada tikungan ke-15 atau tikungan terakhir dari Sirkuit Mugello sepanjang 5,245 km. “Saya tidak menyangka ternyata saya serendah itu. Daguku sangat rendah. Saya tidak memperkirakannya, itu sangat mengesankan,” imbuh rider asal Italia itu.

Dengan Kamera Bahu, Pecco Bagnaia Menyuguhkan Video yang Mengesankan

Saat Pecco ditanya, sebagai pembalap apakah dia merasakan sesuatu karena kamera terpasang di dalam baju balapnya? “Tidak. Saya hanya merasakannya saat saya berdiri, tapi tidak saat naik motor,” tegas Bagnaia. Itulah alasan lain, mengapa dia berencana untuk mengajak pemirsa TV ikut serta menikmati keseruan selama sisa balapan akhir pekan.

Start Pecco di GP Italia cukup menjanjikan dengan menempati posisi ke-2 setelah FP2. “Saya puas karena kami berhasil bekerja dengan ban depan medium. Meskipun kita pasti akan memilih kompon hard jika dalam situasi seperti hari ini. Itu sangat panas dan campuran medium berada pada limitnya. Tetapi karena seharusnya pada hari Minggu cuacanya lebih dingin, pekerjaan ini pasti akan banyak membantu kami jika terjadi balapan kering,” imbuh rider murid Valentino Rossi itu.

Hujan diperkirakan akan turun di Mugello selama akhir pekan. “Besok rupanya turun hujan hanya setelah kualifikasi. Itu bisa membantu kami. Kalau memang hujan, ya mudah-mudahan di FP4, agar tidak masuk kualifikasi sama sekali. Akan lebih sulit pada hari Minggu, seharusnya sejuk dan berawan dan kemungkinan hujan lebih tinggi dari itu,” lanjut rekan setim Jack Miller itu.

Pada latihan bebas hari Jumat, 6 pembalap Ducati berakhir di 10 besar, empat GP22 berada di posisi 2 hingga 5. Apakah itu bukti terakhir dari pengaruh Desmosedici tahun ini? “Kami bekerja sangat keras untuk itu,” jawab Bagnaia dengan senyum puas.

Pecco menambahkan, “Begitulah seharusnya. Tetapi jika kita melihat kecepatannya, Enea (Bastianini) dengan GP21 lebih cepat dari satu atau GP22 lain yang ada di depan. Dalam hal kecepatan balapan, kami masih punya beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi saya senang kami bisa memperbaiki situasi ini secara signifikan. Kami selalu bekerja sangat baik dengan tim dan hari ini kami membuat langkah maju. Saya sangat menyukai GP22 saat ini, kami berhasil mengaturnya dengan cukup baik.”

Namun, pembalap berusia 25 tahun itu enggan membuat prediksi untuk sisa akhir pekan nanti. “Hari ini sangat sulit untuk membuat prediksi, karena setiap pembalap menggunakan ban yang berbeda. Kami fokus pada medium-medium dan saya harus mengatakan kecepatannya sangat kuat,” kata murid VR46 itu.

Selain Bagnaia, Bastianini juga terhitung menjadi yang tercepat hari ini. Aleix Espargaro (Aprilia) dan Fabio Quartararo (Yamaha) juga difavoritkan. “Fabio menghadapi lebih banyak masalah ketimbang tahun lalu. Saya punya sedikit keuntungan karena saya telah membalap 1:46 menit,” ujar Pecco.

Yamaha MotoGP Shoulder Cam

“Tetapi sulit untuk melakukan balapan di mana kita memulai, mendorong, dan menjauh. Persaingannya juga akan lebih ketat besok, karena pada titik tertentu kita tidak bisa lagi meningkatkan banyak kecepatan. Kita juga harus mengakomodasi ban. Menurut saya, hari itu sangat positif karena saya langsung mendapatkan hasil yang baik, yang biasanya terjadi dengan Yamaha dan Suzuki,” pungkas Pecco Bagnaia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page