BMW, Kawasaki dan MV Agusta Segera ‘Turun Gunung’?

RiderTua.com – Apakah BMW, Kawasaki dan MV Agusta segera ‘Turun Gunung’ untuk mengisi slot Suzuki?.. Atau justru ada yang ikutan Suzuki Mundur?.. Direktur Balap KTM Pit Beirer menepis berita, jika hengkangnya Suzuki dari MotoGP bisa membuat pabrikan lain juga berpikir untuk ikutan mundur. “Berkat partisipasi di MotoGP, kami mendapat respons luar biasa di seluruh dunia. Saya tidak tahu ada diskusi penarikan dari pabrikan lain, tapi saat ini KTM tidak membahasnya,” tegas bos asal Austria itu. Setelah mundurnya tim pabrikan Suzuki Ecstar dari MotoGP akhir musim 2022, muncul pertanyaan apakah prosedur ini bisa memberi efek domino dan juga membuat pabrikan lain berpikir untuk mundur, meski Honda, Yamaha, Ducati, KTM, dan juga Aprilia juga memiliki kontrak baru selama 5 tahun yang ditandatangani hingga akhir 2026.

Ada rumor dua kursi MotoGP yang kosong akibat mundurnya Suzuki akan diserahkan kepada tim satelit dari Moto3 atau Moto2 (Leopard). Kemudian pabrikan seperti BMW, Kawasaki dan MV Agusta juga akan terjun ke MotoGP.

BMW, Kawasaki dan MV Agusta Segera ‘Turun Gunung’?

Hal ini mengingatkan kita pada tahun 1960-an, dimana pada saat itu semua pabrikan Jepang mundur bersama-sama setelah musim 1967 karena asosiasi dunia FIM ingin mengekang teknologi yang meluas dan melindungi pabrikan-pabrikan kecil Eropa yang tertinggal. Jumlah silinder untuk mesin balap 50 cc dikurangi menjadi 1-silinder, di kelas 125 dan 250 maksimal 2-silinder, di kelas 350 pejabat FIM mengizinkan maksimal 3-silinder dari tahun 1967 dan di kelas 500 maksimal 4-silinder.

Pada tahun 1960-an, bahkan Suzuki sempat menguji coba prototipe 3-silinder dengan Hans-Georg Anscheidt di kelas 50cc! Honda menggunakan mesin pabrikan 125cc 4-tak dengan 5-silinder dan 250cc 6-silinder. Selain itu, setelah tahun 1967 dijinkan maksimum enam roda gigi. Sebelum itu, pembalap Suzuki bekerja mengoperasikan hingga 14 gigi di kelas 125 pada mesin twin 2-stroke.

Tapi hari ini, ada pertukaran ide terbuka antara pemegang hak Dorna dan pabrikan-pabrikan yang bertanggung jawab atas peraturan teknis di asosiasi produsen MSMA dan tidak lagi di bawah FIM. Itu sebabnya tidak ada eksodus MotoGP baru untuk pabrikan asal Jepang.

Meskipun Honda belum menunjukkan kembali ke masa kejayaannya, Honda telah menjadi bagian integral dari balap motor kelas atas sejak comeback pada tahun 1979. Mereka juga bertarung di depan dalam Kejuaraan Dunia Moto3, memenangkan Reli Dakar pada tahun 2021, mendominasi Kejuaraan Dunia MXGP dengan Tom Gajser dan berusaha keras dalam seri MX di AS dengan Ken Roczen, misalnya.

Aprilia tidak menjual sejumlah besar merek ini yang akan membenarkan anggaran MotoGP setidaknya 30 juta euro (Rp 465 miliar) dalam jangka panjang. Tapi bos Piaggio Group Roberto Colaninno ingin membuktikan dengan Aprilia bahwa dia tidak perlu bersembunyi dari rival beratnya Ducati dan bahwa perusahaannya masih mampu menciptakan teknologi mutakhir, bahkan setelah Gigi Dall’Igna pindah ke Ducati pada Oktober 2013 .

Slot Suzuki Dibiarkan…

Bos Dorna Carmelo Ezpeleta menjelaskan bahwa dua kursi MotoGP yang kosong akibat mundurnya Suzuki tidak akan diserahkan kepada tim satelit mana pun mulai dari Moto3 atau Moto2.

Karena tim satelit yang secara finansial lemah seperti AB MotoRacing, Paul Bird Motorsport, IodaRacing, Forward, Avintia serta Marc VDS dan Aspar Martinez sedikir demi sedikit tersingkir dari Kejuaraan Dunia ketika pada 2015 bersama Suzuki dan Aprilia serta KTM (dari 2017) tiga pabrikan baru memasuki MotoGP datang. Suzuki sempat berhenti selama 3 tahun setelah 2011, Aprilia bahkan sejak akhir 2004.

Ini bisa diasumsikan bahwa pabrikan seperti BMW, Kawasaki dan MV Agusta tidak akan terburu-buru terjun ke MotoGP.

Bahkan harapan Pierer Mobility AG bisa membawa merek GASGAS selain KTM ke kelas premier tidak akan terwujud begitu cepat, meski bos perusahaan Stefan Pierer tidak menutup kemungkinan ini pada Agustus 2021 lalu. “Pertama kami ingin membangun GASGAS dengan tim Aspar di Kejuaraan Dunia Moto2,” tegas Pierer.

Sementara itu Direktur Motorsport KTM Pit Beirer mengatakan, “Saya berharap tidak ada pabrikan lain yang mundur dari MotoGP setelah Suzuki. Tapi tentu saja saya tidak bisa berbicara untuk pabrikan lain. Saya hanya dapat mengkonfirmasi untuk KTM, bahwa kami memiliki respons yang luar biasa di seluruh dunia melalui partisipasi di MotoGP dan bahwa MotoGP telah memberi kami energi positif yang sangat besar. Kami senang mempunyai mitra profesional di Dorna dan balapan MotoGP sekarang disiarkan hingga ke ruang keluarga dengan gambar-gambar televisi yang menarik. Saya tidak tahu ada diskusi penarikan dari pabrikan lain. Sejauh ini KTM juga tidak membahasnya.”

Pit Beirer mengkonfirmasi pembicaraan saat ini dengan pembalap top terkenal seperti Jack Miller, Alex Rins dan Pol Espargaro jika seseorang dari skuad MotoGPnya saat ini harus diganti. Brad Binder mengamankan kontrak hingga akhir 2024. KTM memiliki opsi untuk Oliveira, Gardner, dan Raul Fernandez yang dapat ditukarkan hingga Juli.

“Saya merasa bahwa MotoGP adalah produk yang sangat kuat saat ini. Saya tidak berpikir dan berharap bahwa sekarang akan ada efek tarik karena Suzuki,” pungkas Beirer.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page