Marco Bezzecchi: Ban Depan Menyulitkan

RiderTua.com – Sejauh ini, Marco Bezzecchi merupakan rookie terbaik pada MotoGP musim 2022. Kini pembalap Mooney VR46 itu menempati peringkat 18 dengan mengantongi 19 poin dalam klasemen. Pada balapan terakhir di Le Mans, dia finis ke-12 setelah sebelumnya berada di tempat ke-13 dalam kualifikasi. Tetapi rider berusia 23 tahun itu tidak memulai balapan dengan baik, jadi ini adalah balapan yang sulit baginya. “Beberapa bagian balapan tidak buruk, tapi sayangnya saya tidak bisa agresif di lap pertama. Akibatnya, saya selalu kehilangan beberapa posisi dan itu membuat saya bermasalah saat menyalip. Ban depan membuatku sulit. Membalap di belakang pembalap lain benar-benar tidak mudah (udara panas motor lawan menyebabkan tekanan ban depan meningkat),” ujar pembalap asal Italia itu.

Marco Bezzecchi: Ban Depan Membuatku Sulit

Bezzecchi menyelesaikan balapan di posisi ke-12, kalah hampir 23 detik di belakang pemenang Enea Bastianini (Gresini-Ducati). Musim ini, dia dua kali masuk 10 besar yakni finis di tempat ke-9 di Las Termas dan Jerez.

“Ketika saya melaju, saya sangat cepat. Saya membukukan waktu dalam kisaran 1:32.0 menit, sama cepatnya dengan pembalap pertama. Itu membuat saya senang, kami harus meningkatkan tahap awal. Tapi itu normal. Saya tidak tahu motornya cukup baik untuk bisa nge-push lebih keras saat start. Saya tidak ingin mengambil risiko dengan membuat kesalahan besar,” tegas Bezzecchi yang mendulang 19 poin setelah 7 dari 21 balapan. Murid Valentino Rossi itu unggul 13 poin dari Darryn Binder, sebagai rookie terbaik kedua yang berada di peringkat 21 dalam klasemen.

Bez menambahkan, “Sulit untuk menyalip. Tetapi jika kita tahu motornya, tahu di mana limitnya dan tahu bagaimana reaksinya saat tangki penuh. Tapi saya tidak cukup tahu dengan reaksi ini. Saya hampir menabrak Gardner ketika dia mencoba menyalip saya. Dia membuat saya keluar jalur dan saya kehilangan kontak dengan Marini, Oliveira, Vinales dan Di Giannantonio. Jika saya harus mengulangi dua kali melawan, itu lebih sulit.”

“Ketika saya balapan sendirian dan udara segar (tanpa panas mesin motor di depan) menerpa ban depan saya, saya sangat- sangat cepat. Itu sangat positif bagi saya. Dalam balapan, biasanya grip lebih rendah. Itu berhasil di Le Mans, perbedaannya kecil. Alasan utama untuk grip yang kurang adalah, karena gap kami semua sangat dekat satu sama lain dalam grup. Akibatnya, suhu ban naik dengan sangat cepat. Itu yang membuat perbedaan,” pungkas Bezzecchi menjelaskan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page