Ini Baru Skill dan Smart Rider, Pecco Bagnaia Mencoba Ikuti ‘Kemauan’ GP22

RiderTua.com – Desmo GP22 bukan motor yang tinggal pakai dan belum sempurna, awal musim Pecco dkk. terseok-seok, namun berkat skill dan smart rider, kini satu demi satu mulai tampak cahaya terang, meski musim masih jauh dari selesai ( ada 15 seri lagi).. Awal musim MotoGP 2022 tak berjalan seperti yang diperkirakan Pecco Bagnaia. Rider pabrikan Ducati itu hanya mendulang 31 poin dan menempati peringkat 10 di klasemen dalam 5 dari 21 balapan musim ini. Dua kali finis ke-5 adalah penampilan terbaiknya sejauh ini. Sebelum melakoni seri ke-6 GP Spanyol, pembalap murid VR46 itu ingin membalikkan keadaan di sirkuit Angel Nieto. Dan ucapannya terbukti. Pada hari Sabtu, dia menyapu bersih sebagai pembalap tercepat baik di FP3, FP4 dan kualifikasi.

Hebatnya lagi, Pecco duel head to head lawan Fabio Quartararo dalam balapan. Yang pada akhirnya dia sama sekali tak tersentuh mulai start hingga garis finis. Kemenangan pertama musim ini pun akhirnya berhasil direngkuhnya. “Motor ini perlu dikendarai dengan cara yang sedikit berbeda, kami butuh beberapa saat untuk memahaminya, ketika kami berhenti mencoba beradaptasi, kami menjadi lebih baik. GP22 Hybrid harus dikendarai dengan gas lebih halus dari sebelumnya, karena (motor racikan Gigi Dall’igna) sekarang sangat gesit dan mampu menutup racing line dengan baik, jadi itu sebuah langkah maju menurut saya,” ujar rider Lenovo yang juga besutan Akademi VR46 itu.. Jika pecco sudah menemukan trik cara menjinakkan GP22..

Pecco Bagnaia Mencoba Mengikuti ‘Kemauan’ Motor GP22

Di Jerez akhirnya kita kembali melihat Pecco dalam kondisi terbaiknya. Dia berhasil meraih pole position dengan catatan waktu 1:36.170 menit, dan Pecco tak terkalahkan dalam balapan. Hanya Fabio Quartararo yang mampu mengikutinya selama 25 lap. Tapi pembalap berusia 23 tahun itu tidak pernah berada dalam jarak serang, meski hanya terpaut 0,285 detik di finis. Sementara itu Aleix Espargaro finis ke-3 kalah hampir 11 detik.

Usai race, Pecco mengungkapkan, “Fabio adalah pembalap yang harus dikalahkan. Saat cuaca panas, kita harus berhati-hati dengan tekanan udara pada ban depan. Juga tidak mudah untuk mempertahankan kecepatan tinggi ini, tetapi semuanya berjalan dengan sempurna selama balapan.”

Dengan tambahan 25 poin, kini Bagnaia mengumpulkan 56 poin terpaut 33 poin dari pemimpin klasemen Quartararo. Sekarang dia naik ke peringkat 5 dalam klasemen dan ingin membawa momentum itu ke balapan berikutnya.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Saya cukup optimis selama latihan. Tetapi di balapan pertama terlihat berbeda dan saya sedikit kesulitan. Kemudian kami mengubah strategi dan berhenti mengadaptasi motor dengan saya. Kami membiarkannya apa adanya dan saya menyesuaikan gaya balap saya. Motor ini butuh gaya yang berbeda, butuh lebih banyak kecepatan menikung. Sekarang, saya pikir saya kembali dalam bentuk terbaik saya tahun lalu. Saya ingin terus seperti ini dan mengurangi selisih poin dengan pemimpin klasemen.”

Sebelum GP Jerez, Bagnaia mengalami crash di sesi kualifikasi 1 di Portimao yang membuat bahu kanannya cedera. “Saya sempat sangat khawatir. Dalam sesi pemanasan pada Minggu pagi, saya tidak minum obat penghilang rasa sakit tapi saya kesulitan. Lalu saya menemui dokter di Clinica Mobile, mereka selalu bisa memberi solusi yang baik. Sepanjang balapan saya baik-baik saja. Hanya di tikungan di mana saya harus mengerem dengan keras dalam beberapa lap terakhir, saya kembali merasa sakit. Usai balapan, bahuku terasa sangat sakit tapi tidak apa-apa,” pungkas rekan setim Jack Miller itu.

Related Articles

7 COMMENTS

Leave a Reply to Purwa Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page