Franco Morbidelli: Saya Hanya Pembalap Bukan Teknisi

RiderTua.com – 5 seri MotoGP musim 2022 telah digelar. Namun performa Franco Morbidelli masih jauh dari ekspektasi. Di GP Portugal, di saat rekan setimnya Fabio Quartararo merayakan kemenangan pertama musim ini, rider asal Italia itu hanya finis ke-13. Sejauh ini, hasil terbaik pembalap yang akrab disapa Franky itu adalah finis ke-7 di Mandalika. Rider berusia 27 tahun itu berbicara secara blak-blakan apa yang menjadi masalahnya dan kenapa hasil dia ditorehkan sangat berbeda dengan Quartararo?. Solusi Franky kedepan adalah dengan keunggulan M1 2022 namun dengan set-up M1 2019.  Saat ditanya wartawan bagian mana yang akan diubah agar cara bawanya mirip M1 2019 yang dulu (cocok dengan Morbi). “Motor M1 2022 set-up dasarnya tidak sesuai untuk saya. Dan untuk menyesuaikan sedang dikerjakan (diubah set-up) oleh teknisi, saya tidak bisa menunjukkannnya. Karena saya hanya pembalap bukan teknisi,” tegasnya. Masih ada satu musim lagi tahun depan untuk pembuktian..

Franco Morbidelli: Saya Hanya Pembalap Bukan Teknisi

Morbido harus menerima kenyataan pahit. Saat dia sudah berada di posisi ke-11, dia harus mengaku kalah dari Luca Marini (Mooney VR46) dan Andrea Dovizioso (WithU-Yamaha), yang sempat dia salip di awal balapan.

Mengenai Yamaha M1 2022, Franky mengatakan, “Sekarang motor ini lebih bertenaga ketimbang M1 lama, dan juga punya potensi pengereman yang lebih baik. Tetapi saat ini set-up dasarnya tidak sesuai untuk saya. Kami masih harus menemukan cara terbaik untuk melaju lebih cepat.”

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Saya harus bisa mengendarai motor ini seperti motor lama (2019) dan tetap mempertahankan keunggulan motor ini. Kami dapat mengambil langkah maju di setiap sesi latihan.”

Sekedar informasi, pada tahun 2020 Morbido memenangkan 3 balapan seperti Quartararo. Dia berhasil menjadi runner-up MotoGP sebagai pembalap tim satelit di Petronas-Yamaha dengan M1 2019!

Juara Dunia Moto2 2017 itu mencoba menganalisa, “Saat ini saya tahu masalahnya dan juga dapat menjelaskan dan menunjukkan mengapa tidak cepat. Tapi saya tidak bisa memberi tahu, apa yang harus dilakukan teknisi untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah. Saya bukan teknisi. Saya tidak bisa membantu di sana, tetapi saya tahu titik-titik di mana kita harus memperbaikinya.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives