Johann Zarco Sadar Diri, Kursi di Tim Pabrikan Untuk Pembalap Muda

RiderTua.com – Meski berhasil naik podium di MotoGP Mandalika, Johann Zarco tidak melihat ada peluang untuk dirinya dipromosikan ke tim pabrikan. Menurutnya, kursi di tim pabrikan untuk pembalap muda. Rider asal Prancis itu melakoni awal musim yang agak sulit, tapi dia berhasil membawa Ducati finis di posisi ke-3 dengan GP22 baru di GP Indonesia. Pembalap asal Prancis itu mendefinisikan motornya sebagai motor yang ‘berubah-ubah’, karena lebih rumit untuk ditangani ketimbang GP21, yang jauh lebih baik baginya. Jelas ini sama sekali bertentangan dengan Enea Bastianini. “Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan motor baru, 4 seri pertama telah menjadi titik awal yang baik untuk balapan yang intens,” tegas Zarco. Hingga saat ini belum diketahui tentang masa depan Zarco. Hampir semua pembalap Ducati (kecuali Pecco Bagnaia) akan mengakhiri kontrak mereka, termasuk Zarco. Namun, dia memprediksi akan terus bersama ‘si Merah’. Usia pembalap yang masuk dalam kontrak Ducati Corse: Johann Zarco (31 tahun), Jack Miller (27 tahun), Francesco Bagnaia (25 tahun), Jorge Martin (24 tahun)..

Bagaimana Nasib Johann Zarco di Ducati

Pembalap Pramac Ducati tersebut berkesempatan untuk berbicara tentang apa yang telah dia lakukan sejauh ini. “Mengingat levelnya, senang menjadi salah satu dari 10 pembalap yang naik podium,” ujarnya.

Dia menolak untuk menganggapnya sebagai awal yang negatif, mengulangi potensi motor dan banyak kemungkinan di masa depan untuk mengekspresikannya. “Levelnya sangat tinggi dan ini membuat sulit untuk menyesuaikan motor. Tetapi tim pabrikan, duo Pramac dan Luca Marini sedang mengerjakannya. Kecepatan ada, tetapi sampai kita memiliki feeling yang tepat di atas motor, sulit untuk menang. Saya akan memberikan skor 6 dari 10 untuk 4 seri pertama,” lanjut rider rekan setim Jorge Martin itu.

5 pembalap Ducati mendedikasikan diri untuk balapan dengan GP22, 3 rider lainnya menggunakan versi 2021. Termasuk Enea Bastianini, yang kini bersinar dalam kejuaraan ini. Saat ini, dia adalah satu-satunya pembalap Ducati yang meraih kemenangan. Pembalap asal Italia itu membukukan 2 kemenangan dalam 4 balapan pertama musim ini.

Apakah Zarco pantas mendapatkan motor versi lama dibandingkan dengan versi baru yang terus berkembang? “Itu akan meremehkan level Bastianini. Motor bukanlah segalanya, kemenangan bergantung pada diri sendiri, sehingga memuliakannya,” jawab pembalap asal Prancis itu.

Hingga saat ini Zarco belum merayakan kemenangan MotoGP, tetapi setidaknya juara Moto2 dua kali itu membuat awal terbaiknya tahun ini di Austin setelah beberapa masalah di balapan sebelumnya. Dia mengungkapkan rahasianya. “Ada payung indah (umbrella girl) di sebelah saya, itu sangat memotivasi saya. Ini adalah satu-satunya hal yang berubah di 4 GP pertama,” ujarnya sambil tertawa.

Tetapi di musim seperti ini, Zarco juga berbicara tentang masa depan, dengan pesan yang jelas untuk tim Pramac. “Jika saya memperbarui kontrak dengan mereka, saya akan sangat senang,” tegas pembalap berusia 31 tahun itu.

Apakah ada peluang untuk tim pabrikan? “Hanya jika saya memenangkan gelar, tetapi saya pikir tempat itu akan diberikan kepada pembalap yang lebih muda, yang telah menang,” pungkas Zarco.

Perlu dicatat bahwa, selama GP Amerika pemilik tim Pramac Campinoti menyatakan kepada Zarco niatnya untuk melanjutkan lagi dengannya..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives