Stefan Bradl Gantikan Marc Marquez di GP Argentina dan COTA?

RiderTua.com – Apakah Stefan Bradl gantikan Marc Marquez di MotoGP Termas (Argentina) dan COTA (Amerika – Texas)?… Mulai hari Kamis seharusnya Stefan Bradl melakoni tes dengan Honda RC213V di Circuito de Jerez Angel Nieto. Tapi tes hari pertama dibatalkan karena hujan. Kini nama pembalap asal Jerman itu kembali mencuat setelah Marc Marquez mengalami highside parah saat sesi pemanasan di Mandalika. Honda resmi mengkonfirmasi bahwa pembalap berusia 29 tahun itu kembali menderita diplopia/penglihatan ganda. Muncul pertanyaan, apakah Bradl akan menggantikan Marquez untuk 2 seri berikutnya yakni di Termas-Argentina dan COTA-Texas?

Stefan Bradl Gantikan Marc Marquez di GP Argentina dan COTA?

Stefan Bradl mengatakan, “Di Lombok, saya bertanya pada diri sendiri tentang pertanyaan ini saat saya melihat Marc mengalami highside parah saat sesi pemanasan.”

Namun, dia belum mau memastikan keikutsertaannya di dua balapan berikutnya. “Honda akan membuat pernyataan resmi tentang hal itu suatu saat nanti,” imbuh Bradl.

Pada musim 2020, tes rider Honda MotoGP itu menggantikan Marquez di 12 seri di tim Repsol. Kemudian pada 2021, dua seri di Qatar dan di Portimao setelah juara dunia 8 kali itu kembali menderita diplopia dalam crash motorcross pada akhir Oktober. Ini artinya, sejak musim 2020 Marc Marquez hanya mengikuti 11 dari 24 balapan untuk Repsol-Honda. Sementara Bradl ambil bagian dalam dua penampilan wild card pada tahun 2021 di Jerez dan Misano-1.

Apakah Bradl akan masuk sebagai rekan setim Pol Espargaro di Termas de Rio Hondo (3 April) dan Austin-Texas (10 April)? Jika benar, pembalap berusia 32 tahun itu (sejauh ini 53 kali masuk 10 besar di MotoGP) akan mengikuti tidak kurang dari 20 seri sejak awal musim 2020 hingga GP Portugal pada 24 April 2022. Sementara Marc Marquez hanya 16 seri.

Jika asumsi ini benar dan Bradl akan ambil bagian dalam dua balapan berikutnya untuk Repsol-Honda, dia akan kembali ke Argentina untuk pertama kalinya sejak 2016. Sebagai informasi, GP Argentina terakhir digelar pada 2019, pada 2020 dan 2021 dibatalkan karena krisis kesehatan. “Autodromo di Termas de Rio Hondo adalah trek balap yang tata letaknya relatif sederhana. Baru-baru ini saya ditanya trek balap mana yang termudah di kalender? Saya menjawab, Argentina!” jawab Bradl.

“Karena di trek ini, paling tidak menuntut secara fisik. Tapi seminggu kemudian Texas masuk dalam agenda, di mana kondisinya justru sebaliknya. Trek itu memiliki 21 tikungan dan satu roller coaster, secara fisik ini adalah salah satu trek balap yang paling menuntut dan brutal.”

“Argentina adalah trek yang bagus untuk pemanasan dan masuk ke mode balapan jika saya dipanggil ke sana. Tikungan di Termas lebar dan hanya ada sedikit manuver pengereman yang kuat. Tapi kami sudah lama tidak balapan disana. Selain itu, permukaannya selalu kotor. Saya penasaran untuk melihat ban mana yang akan dimasukkan Michelin ke dalam alokasi di sana. Suhu di Las Termas selalu tinggi,” imbuh Bradl.

Penampilan Marquez di Mandalika

Bagaimana Bradl merasakan penampilan Marc Marquez di Sirkuit Mandalika? “Saya ada di sana sebagai narasumber untuk ServusTV. Ketika saya melihat crash itu saat pemanasan, pikiran bahwa saya akan segera diturunkan muncul di kepala saya. Itu logis, karena saya pernah mengalami ini beberapa kali di masa lalu,” ujar Bradl.

“Karena sejauh ini riwayat cedera dan crash serius saat pemanasan, asumsi bahwa saya mungkin akan turun tangan tidak muncul begitu saja. Ketika pesan ini sampai kepada saya, saya akan siap.”

“Tentu saja saya lebih suka jika Marc bisa balapan sendiri karena dia tak tergantikan untuk Honda. Saya ikut bersedih untuk Marc, karena sekarang masalah penglihatannya menjadi akut lagi dan dia tidak tahu kapan dan apakah dia akan fit lagi. Ini bukan situasi yang mudah.”

“Tidak ada yang bisa memprediksi kapan Marc bisa balapan lagi. Dia pasti akan bergantung pada penilaian dokter mata. Ini adalah cedera rumit yang tidak dapat dipastikan dapat disembuhkan dalam 5 hari atau 1 tahun. Tidak ada yang bisa menilai dengan tepat.”

Pasca crash pada Oktober lalu, Marc hanya diperbolehkan jalan-jalan selama 6 minggu. Jika sekarang dia harus kembali istirahat yang sama seperti dulu, dia akan keluar setidaknya sampai Juni. “Berapa lama masa pemulihan akan berlangsung? Sekarang sulit diprediksi. Saya hanya berharap dia bisa melewatinya dengan baik lagi,” lanjut Bardl.

Bukankah tim seharusnya sudah melakukan intervensi dan menghentikan Marc ketika kembali menunggangi motor pengganti saat berlari di kualifikasi 1 setelah crash pertama?
“Sulit bagi manajemen tim untuk mengatur pembalap yang telah memenangkan 8 gelar dunia dalam 10 tahun. Marc memiliki pengalaman yang diperlukan. Karena keberhasilannya berbicara,” kata Bradl.

Bradl menambahkan, “Tapi kita bisa melihat bahwa pada crash pertama di Q1 dia berguling dengan benar di atas kerikil, bahkan di atas kepalanya. Itu adalah luncuran roda depan yang cepat. Dengan crash seperti ini, pembalap sedikit terlempar bahkan jika tidak ada benturan keras seperti pada hari Minggu saat highsider dalam pemanasan.”

“Sayang sekali, tanpa crash saat pemanasan, Marc bisa saja finis keempat, kelima, atau keenam. Di Texas dia mungkin akan menang lagi. Kemudian segalanya akan terlihat sangat berbeda di Kejuaraan Dunia,” pungkas tes rider HRC itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: