Sering Crash, Marc Marquez: Harus Mengambil Risiko dalam Balapan

RiderTua.com – Sering crash, Marc Marquez: Harus mengambil risiko dalam balapan… Dan beberapa saat lalu dalam sesi WUP Marc mengalami highside yang mengerikan… Posisi ke-22 pada latihan bebas MotoGP hari Jumat, posisi ke-14 pada hari Sabtu di babak kualifikasi adalah rekor Marc Marquez di GP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Juara Dunia MotoGP 6 kali itu mengalami 3 kali crash dalam waktu 24 jam. Tetapi dengan strategi melawan roda depan yang bermasalah pada Honda RC213V ini, Marc akan bertarung dengan keunggulan yang dimiliki Honda, untuk melawan Fabio Quartararo yang luar biasa dan tim Red Bull-KTM yang diperkuat dengan Brad Binder (start ke-4) dan Miguel Oliveira (ke-7). Pembalap pabrikan Repsol Honda itu tak tahu tentang peluangnya di balapan Mandalika. Dia tidak ingin dihubungankan dengan kesabaran atau kehati-hatian. Ini adalah kata-kata asing baginya.

Sering Crash, Marc Marquez: Harus Mengambil Risiko dalam Balapan

Pada sore hari, Marc Marquez menyemangati dirinya sendiri. “Kami tidak akan berakhir di tempat ke-14 besok. Kami jauh lebih baik ketimbang yang ditunjukkan ‘posisi grid’ kami. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa kami mencoba banyak hal berbeda di depan. Kemudian saya bingung, lalu saya tidak membalap dengan baik, kesalahan terjadi,” ujar rider berusia 29 tahun itu.

“Itu sebabnya kami akan mengambil langkah mundur untuk set-up besok. Kami akan memakai motor yang saya tahu dan bisa menilai limitnya. Saya membutuhkan lebih banyak umpan balik di depan. Saya hanya perlu merasakan seberapa baik bagian depan bekerja di area limit dan apa yang bisa saya harapkan dari ban depan. Saya harus memulai dengan baik dan mencoba menyelesaikan balapan,” tambah kakak Alex Marquez (LCR) itu.

Faktanya, Honda tidak dapat mengatasi ban Michelin baru dengan karkas yang lebih keras yang dialokasikan setelah tes. Namun, karkas baru tersebut membantu menurunkan suhu ban hingga 10 hingga 15 derajat.

Sebagai perbandingan, hari Sabtu Fabio Quartararo melaju 0,007 detik lebih cepat ketimbang saat tes MotoGP pada Februari lalu. Brad Binder lebih cepat 0,141 detik. Di sisi lain, Marc Marquez lebih lambat 0,237 detik ketimbang tes Februari, ketika dia juga finis di urutan ke-14. Bagaimana dengan rekan setimnya Pol Espargaro? Pembalap berusia 30 tahun itu menempati posisi pertama di tes bulan Februari dengan catatan waktu 1:31.060 menit, hari Sabtu ini dia lebih lambat 0,771 detik.

Marc Marquez menambahkan, “Apa yang telah kami tingkatkan secara signifikan pada Honda 2022 yang baru adalah cengkeraman roda belakang. Itu adalah target kami sehingga kami bisa lebih baik mengelola ban belakang soft baru selama satu lap. Tapi sejak tes pertama di Sepang saya punya masalah dengan bagian depan.”

“Butuh beberapa waktu bagi saya untuk memahami masalah ini. Saya juga mencoba Honda 2021 di Sepang. Saya tahu limitnya dengan sangat baik. Saya juga crash, tetapi saya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang limit ban depan. Aku bisa gas pol. Tapi di Lombok, saya tahu mengapa saya crash dua kali hari ini. Tapi saya tidak punya penjelasan untuk crash pertama di Q1. Semua hal ini membuat pekerjaan saya lebih sulit.”

“Tentu, sulit untuk menyebutkan aspek positif setelah hari seperti itu. Karena kami tertinggal jauh. Tetapi di FP3 pada hari Sabtu saya merasakan tanda-tanda bagus, kami mencoba beberapa hal. Kami tidak berada di posisi start yang kami inginkan. Tapi kami akan meningkatkan ‘selangkah demi selangkah’ dan membebaskan diri kita dari situasi ini. Mengganggu, Mandalika adalah sirkuit terburuk untuk menyalip. Tapi kami akan mencoba yang terbaik.”

Pol Espargaro dan Marc Marquez finis di tempat 3 dan 5 dalam balapan dua minggu lalu di Qatar. “Tapi saya juga merasakan lamban di bagian depan,” lapor Marc.

Bagaimana dalam Race?

Akankah pembalap asal Cervera-Spanyol itu masih bisa bersabar setelah mengalami 3 kali crash untuk race nanti? “Saya akan start dari posisi ke-14. Jadi kesabaran tidak akan membawa saya lebih jauh dalam balapan. Saya harus menyerang. Dalam lap di mana saya menyerang, saya akan mengambil beberapa risiko,” jawab Marc.

“Kita lihat saja apakah saya terlalu banyak ambil risiko atau tidak. Tetapi saya harus mengambil beberapa risiko untuk setidaknya masuk 10 besar. Saya tidak mengatakan bahwa saya akan kesulitan untuk meraih podium atau untuk menang. Kita bisa melempar target seperti itu ke laut, jika kita hanya start dari posisi 14. Tapi saya harus menyerang dan menyalip beberapa lawan,” lanjutnya.

Tikungan mana yang akan membuat Marc sedikit lebih berhati-hati dalam balapan 27 lap? “Ya, di tikungan 11, 12 dan 13,” katanya sambil tertawa.

Marc turun dengan penuh semangat di tikungan ini pada hari Jumat dan Sabtu. “Tapi saya harus jujur, saya tidak merasa nyaman di satu tikungan pun di Mandalika,” pungkas Marc Marquez.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives