Coba Jinakkan M1 Secara Berbeda, Dovi Gabungkan Gaya Ducati dan Yamaha

RiderTua.com – Dovi berujar gaya balapnya di Yamaha masih kurang natural. Tentu tidak mudah merubahnya setelah 8 musim ‘menyerap energi’ Desmo. Dia pasti harus banyak beradaptasi karena karakteristik motor Yamaha. Tapi dia pikir, pada saat yang sama dia harus menjaga kekuatannya (dulu saat di Ducati). “Jadi saya masih mengerjakan beberapa detail untuk mendapatkan perpaduan yang baik antara gaya balap lama dan baru,” kata pembalap WithU Yamaha RNF itu. Tahun lalu, Andrea Dovizioso diizinkan untuk ambil bagian pada 5 balapan pertamanya bersama tim satelit Yamaha milik Razlan Razali. Sebelumnya, pembalap berusia 35 tahun itu membalap di Ducati selama 8 tahun. Tentu saja pindah ke pabrikan Jepang tidaklah mudah. Seperti yang dijelaskan rider asal Italia itu saat presentasi tim di gedung opera ‘Teatro Filarmonico’ di Verona. Dovi juga menekankan pentingnya tes di Malaysia, baik untuknya maupun untuk tim WithU Yamaha RNF. Dan dia mengungkapkan, di mana dia masih perlu meningkat untuk memulai musim dengan sukses.

Dovizioso Mencoba Gabungkan Gaya Balap Lama dan Baru

“Tes di Malaysia sangat penting bagi kami karena pada akhirnya kami harus memutuskan seperti apa motor 2022. Akan sangat penting bagi saya untuk menggunakan tes selama 5 hari untuk beradaptasi lebih baik dengan motor. Karena masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, dan saya telah menetapkan tujuan untuk meningkat dalam hal ini,” kata pemenang balap 24 kali itu.

Pada tahun 2020, Dovi masih berkutat dengan masalah ban baru yang membutuhkan gaya balap yang berbeda. Tidak berbeda dengan Yamaha. Dovi menegaskan, “Ban yang datang pada tahun 2020 secara khusus mengubah cara kita menggunakan rem. Sama halnya dengan Yamaha, kita harus menggunakan ban secara berbeda.”

“Saya pikir saya masih bisa berkembang di area ini, karena saya masih merasa belum memanfaatkan potensi ban dan motor. Tetapi saya mampu membuat kemajuan yang baik dalam dua balapan terakhir tahun lalu, karena saya benar-benar mengubah cara saya mengerem. Karena Yamaha membutuhkan sesuatu yang berbeda dari Ducati.”

“Gaya balap di Yamaha masih kurang natural. Tentu tidak mudah. Tapi saya pikir, pada dasarnya memungkinkan untuk mengubah gaya balap, tapi masih bisa sedikit mempertahankan gaya balap yang biasa. Tentu, saya pasti harus banyak beradaptasi karena karakteristik motornya berbeda. Tapi saya pikir, pada saat yang sama kita harus menjaga kekuatan kita. Jadi saya masih mengerjakan beberapa detail untuk mendapatkan perpaduan yang baik antara gaya balap lama dan baru,” pungkas pembalap WithU Yamaha RNF itu.
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives