Tak Kapok, Marquez Tetap Berani Ambil Risiko, Tak Hanya Duduk di Sofa

RiderTua.com – Marc Marquez berujar, bukan pembalap yang terbaik di dunia jika tanpa berani ambil risiko seperti: takut latihan cross lagi setelah cedera dan duduk di rumah saja… Marc Marquez adalah sosok tak tergantikan bagi Honda. Rider berusia 28 tahun itu menyelesaikan musim 2021 di peringkat 7 dalam klasemen. Meskipun dibayangi cedera yang datang silih berganti, sejauh ini dia adalah pembalap Honda terbaik (Pol Espargaro peringkat 12, Taka Nakagami ke-15 dan Alex Marquez ke-16). Usai menghadiri konferensi pers online yang digelar HRC (Honda Racing Corporation), Marc mengatakan, “Motor off-road berbahaya. Tetapi jika kita hanya duduk di sofa dan tidak mengambil risiko apa pun, kita bukan pembalap terbaik di dunia.” Kalau yang dimaksud saat latihan, apakah Marc tetap ‘cari limit’ lagi dalam setiap balapan?..

Marc Marquez: Bukan yang Terbaik di Dunia Jika Tanpa Risiko

Selain melibas trek tanah, Marc Marquez juga berlatih di enduro dan motorcross. Ini adalah dua latihan yang banyak dihindari oleh beberapa pembalap karena risiko cedera yang tinggi.

Juara Dunia 8 kali itu mengalami crash saat latihan off-road pada akhir Oktober lalu, yang mengakibatkan dirinya mengalami gangguan penglihatan atau diplopia. Dimana Marc pernah mengalaminya saat crash di Sepang pada 2022 yang telah membuatnya absen selama 4,5 bulan di Moto2.

Pemenang MotoGP 59 kali itu sadar betul akan risiko itu. Dia menambahkan, “Motor off-road berbahaya. Tetapi juga berbahaya mengendarai Honda CBR1000 di sirkuit jika kita tidak melakukannya di trek balap yang aman. Dan tentu saja kita harus berlatih. Crash yang saya alami biasa terjadi. Saya berlatih dengan menggeber motor enduro saya, bersama Josep Garcia (juara dunia enduro) di lintasan yang sangat kecil dekat kampung halaman saya di Cervera.”

Crash dan Diplopia kambuh

“Saya berkata pada diri sendiri, saya akan melakukan 2 lap lagi, lalu saya akan mendengarkan, dan pada saat itu saya jatuh di tikungan kanan. Itu agak tinggi. Kepalaku membentur tanah, aku langsung bangkit dan kembali melaju. Setelah itu sesampainya di rumah, saya mandi dan setelah sekitar 1 jam saya menyadari ada yang tidak beres dengan kepala dan penglihatan saya. Saya segera menghubungi spesialis mata saya Dr Dalmau. Dia mengatakan kepada saya untuk tidak panik dan mengatakan bahwa ketidaknyamanan seperti itu normal pada minggu pertama setelah crash seperti ini.”

Tapi setelah seminggu, masalah penglihatannya tidak terlalu membaik. “Saat itu kami sudah memberi tahu media, tetapi kami tidak mengungkapkan semuanya karena dokter mengatakan kami harus tetap tenang. Dia pikir, mungkin gangguan ini akan hilang setelah seminggu. Tapi dokter juga menjelaskan bahwa, jika tidak ada masalah maka akan cepat hilang. Dan pemulihan akan menjadi urusan jangka panjang,” ungkap Marc.

Tidak Terlalu Membatasi Latihan

Meski begitu, Marc Marquez tidak ingin terlalu ketat mengubah program latihannya di masa depan. “Karena selalu ada risiko, dengan segalanya. Dan jika kita hanya duduk di sofa dan tidak mengambil risiko apa pun, kita datang ke setiap balapan dan kita bukan lagi pembalap terbaik di dunia,” ujar pembalap asal Spanyol itu.

Tapi mungkin suatu saat Marc akan bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia benar-benar harus bersaing dengan sang juara dunia enduro dalam latihan enduro?

BTW, pembalap Repsol Honda itu hanya bersantai selama lebih dari 2 bulan. Bahkan dalam 6 minggu pertama, dia tidak diizinkan melakukan banyak aktifitas selain berjalan-jalan.

Marc melanjutkan, “Saya juga tidak mengup-load apa pun di media sosial. Saya mencoba melupakan dunia di sekitar saya. Saya mencoba untuk mematikan dan menjalani kehidupan normal dengan orang-orang terdekat saya. Saya terus menekan apa yang biasanya saya lakukan dan ingin lakukan lagi di masa depan, terutama untuk beberapa minggu pertama.”

“Tapi tentu saja itu sulit. Selama beberapa minggu pertama, saya tidak bisa menjalani kehidupan normal. Ketika saya duduk di sofa dan bingung mau ngapain, perasaan saya tidak enak selama 1 jam. Tetapi ketika saya akhirnya diizinkan untuk mengendarai motor lagi, kesehatanku tiba-tiba membaik dan jauh lebih indah.”

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives