Menyesal? Vinales Kurang Dukungan dari Yamaha

RiderTua.com – Menurut Vinales, tim Aprilia beda dengan tim Yamaha dalam hal tertentu… Tahun 2021 menjadi tahun yang tak akan terlupakan bagi Maverick Vinales. Perasaan campur aduk mulai dari rasa bahagia, kecewa, sedih dan lega mewarnai kehidupan seorang Vinales. Pertama kali menjadi seorang ayah, terkena skorsing dan penghentian kontrak dengan Yamaha, kematian saudara sepupunya Dean Berta di Jerez serta kepindahannya ke tim Aprilia, hal ini silih berganti dialami rider berusia 26 tahun itu. Dengan semua perubahan dalam hidupnya ini, dalam sebuah wawancara dia mengakui bahwa prioritasnya kini telah berubah. Selain itu, pembalap asal Spanyol itu juga ingin kembali bisa merayakan kemenangan.

Vinales: Tim Italia Beda dengan Tim Jepang

Tentang Yamaha, Vinales mengatakan, “Saya hanya ingin mengatakan kata-kata baik tentang mereka, karena saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan. Pada akhirnya kita dapat melihat bahwa motornya hebat, dan saya selalu mengatakan bahwa motornya (Yamaha) fantastis.”

“Tapi saya tidak tahu persis, mengapa saya tidak bisa membuatnya bekerja. Terkadang saya merasa tak terkalahkan dan terkadang saya menjadi yang terakhir. Itu membuatku pusing. Tapi motornya berada pada level yang luar biasa. Kita bisa langsung melihatnya, itu fantastis. Tapi bagaimanapun, itu bukan tantangan saya, jadi saya menerima tantangan yang sebenarnya.”

Tahun ini Maverick menjadi seorang ayah, jadi kini dia punya prioritas lain. “Saya telah banyak mengubah prioritas saya. Ketika kita punya keluarga, kita tidak memikirkan hari esok, tetapi memikirkan jangka panjang. Kitda tidak bisa hanya memikirkan hari ke hari. Sebelumnya saya banyak berpikir tentang ini, tentang menjalani hidup apa adanya, tanpa terlalu memikirkan masa depan atau bagaimana saya akan mewujudkan impian saya,” ujar Vinales.

Vinales sudah lama tidak merasakan kemenangan, kini dia ingin melakukannya lagi. “Bukan hanya tentang kemenangan, tapi saya ingin merasakan sesuatu yang lebih. Saya ingin merasakan sebuah tim di sekitar saya, dan itulah mengapa saya pindah. Saya tergerak untuk memiliki semua suasana itu, semangat itu, dan yang terpenting karena saya percaya bahwa ketika kita pergi ke tempat di mana semua orang ‘lapar akan kemenangan’, itu membuat kita menjadi lebih kuat,” imbuhnya.

Apa Perbedaannya?

Vinales merasakan perbedaan tim Yamaha dengan Aprilia. “Tim Italia sangat berbeda dari tim Jepang. Sejujurnya, saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan tim Jepang. Karena saya menyukai makanan, budaya, tempat, dan bagaimana mereka sangat tenang dan sistematis. Hal yang sama terjadi pada saya. Tapi selain itu, saya membutuhkan lebih banyak ‘api’ di sekitar saya. Merasakan lebih banyak dukungan baik di dalam dan di luar motor. Pada akhirnya, saya ingin menunjukkan banyak hal dan itu sulit saya capai di sana,” ungkap Vinales.

Vinales juga banyak memuji rekan setim barunya Aleix Espargaro. “Aleix penting untuk mewujudkannya, karena saya memiliki hubungan yang baik dengannya dan kami banyak berbicara ketika kami terbang bersama. Tapi saya pikir apa yang membuat saya memutuskan lebih pada atmosfer dan semangat,” lanjut Vinales.

“Ini adalah merek yang cukup baru, bukan hal baru dalam sejarah balap, tetapi baru untuk ditingkatkan di MotoGP. Entah bagaimana, saya ingin melalui proses ini, untuk membawa pabrik kembali ke puncak, seperti yang kami lakukan di masa lalu. Ini sangat memotivasi saya. Ini adalah tantangan yang berbeda tetapi salah satu yang memotivasi saya. Saya ingin menjadi juara, tetapi saya juga ingin melakukan sesuatu yang istimewa, bukan melakukan apa yang orang lain lakukan,” pungkas Vinales.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives