Mesin 1000cc di MotoGP Akan ‘Punah’ ?

RiderTua.com – Di balapan motor, sebagian besar penonton tak tertarik pada balapan ‘tanpa suara’ raungan mesin bakar konvensional misalnya Kejuaraan Dunia MotoE. Di industri otomotif mobil, ada pembicaraan kontroversial tentang kapan produksi mesin pembakaran internal (bahan bakar bensin) harus berakhir. Dan beberapa produsen mobil mengumumkan akhir produksi mesin pembakaran internal hampir setiap minggu, misalnya Audi untuk 2033. Tetapi mereka selalu menekankan bahwa, keputusan akhir akan dibuat oleh konsumen. Hal ini menjadi masalah di industri motor yang ‘dibungkam’ untuk saat ini. Menurut informasi di Kejuaraan Dunia MotoGP, mesin 4-tak 1000cc saat ini akan bertahan setidaknya 5 tahun lagi. Lalu apa yang terjadi?

Lin Jarvis: Industri Motor Tak Sama dengan Industri Otomotif

CEO KTM Stefan Pierer yakin bahwa, di masa mendatang e-mobilitas hanya akan berlaku di bisnis roda dua di segmen jarak pendek. Karena baterainya terlalu berat untuk sepeda motor yang dapat dikendalikan dan terlalu menuntut. Di motor Energica Ego Corsa dari Kejuaraan Dunia MotoE, baterainya berbobot 100 kg tetapi listriknya hanya cukup untuk melibas 20 hingga 30 km!

Pertanyaannya, berapa lama mesin pembakaran di MotoGP? Karena agen pemasaran asal Spanyol Dorna, memiliki kontrak dengan FIM untuk hak komersial di MotoGP hingga tahun 2041. Tetapi tidak seorang pun saat ini yang berada di bawah ilusi bahwa pada saat itu akan mungkin untuk mengemudi dengan mesin pembakaran internal umum saat ini di seluruh dunia.

Sejauh ini para petinggi MotoGP pada pertemuan asosiasi pabrikan MSMA (Asosiasi Pabrikan Olahraga Motor) telah menghindari topik sensitif seperti perlindungan iklim, pengurangan polutan dan sebagainya atau beralih ke konsep penggerak baru seperti motor hybrid atau bahkan e-bike.

Pertama, selama 3 tahun terakhir, sebagian besar penonton tak tertarik pada balapan ‘tanpa suara’ Kejuaraan Dunia MotoE. Yang kedua, pengembangan sumber penggerak alternatif tanpa bahan bakar fosil yang mahal harus ditunda selama mungkin.

Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing mengakui, mereka yang bertanggung jawab atas Yamaha di Jepang telah memikirkan topik ini sejak lama.

Bos asal Inggris itu mengatakan, “Enam pabrikan MotoGP baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi 5 tahun dengan Dorna. Kami berasumsi bahwa mesin 1000 cc empat silinder akan tetap tidak berubah sampai akhir 2026. Tapi kami sedang mempelajari penggunaan e-fuel, jadi industri kami memikirkan bagaimana kami bisa menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Diskusi ini sudah diadakan di antara anggota MSMA dengan Dorna pada musim panas 2021.”

“Dari sisi pembakaran, industri motor tidak sama dengan industri otomotif. Makanya saya berharap, mesin pembakaran dalam sepeda motor bisa diproduksi lebih lama. Dengan kendaraan roda dua, ini masalah ruang untuk baterai, berat, biaya, dan banyak alasan lainnya. Itu sebabnya jumlah sepeda motor listrik di lalu lintas jalan tidak bisa dibandingkan dengan jumlah e-car.”

“Namun bukan berarti pabrikan sepeda motor tidak memikirkan perlindungan iklim. Yamaha sangat menyadari masalah ini, dan di musim panas memutuskan strategi lingkungan untuk mengurangi emisi CO2 pada tahun 2050. Jadi kami memiliki rencana untuk beberapa dekade mendatang, yang juga harus diikuti oleh sepeda motor. Tapi olahraga ini juga terkait dengan produksi sepeda motor dan ditujukan untuk mempromosikan penjualan sepeda motor kita. Seperti yang saya katakan, pabrik telah membicarakan topik ini, yang penting bagi Dorna dan penting bagi kami sebagai produsen,” pungkas Jarvis.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives