Rossi Jarang Menangis Tapi Pecah Juga Saat di Valencia

RiderTua.com – Valentino Rossi berujar, “Saya hampir tidak pernah menangis. Tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah balapan terakhir di Valencia. Saya ingin menunjukkan performa dan penyelesaian yang bagus. Saya tidak bisa memprediksinya. Tapi sejauh ini sebagian besar saya menikmati kesempatan seperti itu dan fokusnya adalah pada kegembiraan. Saya biasanya menertawakan semua momen spesial. Ya, saya tidak sering menangis. Yah, begitulah adanya. Itulah karakter saya,” imbuh Rossi sambil tersenyum.  Tapi kita semua melihatnya. Setelah melewati garis finis di Valencia, begitu banyak yang menyerbu Valentino sehingga dia diam-diam menyeka air mata dari sudut matanya. Termasuk ketika dia bertemu CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, teman dan sahabat lama.  “Sebenarnya, saya sudah memutuskan untuk tidak menangis,” pungkas Rossi sambil tertawa.

Rossi Jarang Menangis Tapi Pecah Juga Saat di Valencia

Setelah melakoni 432 balapan dalam 26 tahun, akhirnya Valentino Rossi memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pembalap. Diskusi atau pembicaraan tentang pensiun ini sebenarnya sudah berlangsung hampir 10 tahun. Tapi hampir setiap tahun, pria berusia 42 tahun itu mengatakan bahwa, dia hanya akan melanjutkan jika dia bisa terus bertarung untuk meraih kemenangan dan podium serta jika dia terus menikmati olahraga ini. Rossi tidak berhenti di puncak karirnya, tetapi para penggemarnya masih mencintainya sampai wheelie terakhir dan senang The Doctor mampu finis di posisi ke-10 di balapan terakhir di Valencia. Itu sebabnya Vale berkata, “Saya tidak menyesal.” Sekarang never-ending story itu telah berakhir.

Rossi akan menjadi seorang ayah, dia juga akan mengikuti balapan mobil tahun depan. Pada 8 Januari, Rossi akan berkompetisi di ajang ’12h Gulf’ bersama adiknya Luca Marini dan sohibnya Alessio Salucci di Abu Dhabi dengan menggeber Ferrari. Kemudian dia juga akan mengikuti beberapa seri balap mobil sport GT3, yang belum didefinisikan. Tapi dia tidak menyesal.

“Saya tidak ingin mengubah apa pun. Saya sering mendekati akhir karir saya, misalnya saat 2 tahun di Ducati pada 2011 dan 2012. Saat itu saya sangat ragu, apakah saya akan memiliki kecepatan dan kekuatan yang cukup untuk membuat awal yang baru dan sekali lagi untuk memperebutkan kemenangan balapan dan gelar dunia,” ujar Valentino Rossi.

Rossi telah melihat banyak fase dalam kejuaraan dunia balap motor, mulai dari awal Aprilia 2-tak 125 cc hingga M1 Yamaha 4-tak 1000 cc.

Vale menambahkan, “Motor menjadi lebih besar dan lebih baik dalam 26 tahun ini. Seri balap ini semakin penting di seluruh dunia, menjadi lebih terkenal dan penting. Itu akan selalu menjadi gairah terbesar dan pertama saya. Saya telah membantu meningkatkan olahraga balap motor dan membuatnya lebih populer, baik di kalangan anak-anak muda atau orang-orang tua yang sekarang memperhatikan balapan. Ini adalah perasaan yang hebat.”

Rossi selalu membiarkan emosinya mengalir bebas. Dia selalu kelihatan bahagia. Wajah selalu berseri-seri entah itu karena gembira atau kecewa, tetapi kami tidak pernah melihatnya menangis. Setidaknya di depan umum.
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page