Pembalap Mana yang Dipilih Petronas Yamaha?

1

RiderTua.com – Pembalap mana yang ‘ketiban sampur’ gabung dengan Petronas Yamaha?… Prospek yang menggiurkan, dimana Yamaha masih punya dua kursi untuk diperebutkan. Peluang seperti itu muncul di MotoGP, di mana pembalap (sama seperti di tim pabrikan) cenderung berpegang teguh pada apa yang mereka ketahui, meski itu tidak sering terjadi. Hal ini dibuktikan dengan kontrak panjang yang berlangsung selama 3 atau 4 tahun (Marc Marquez dan Brad Binder). Namun hingga kini Valentino Rossi belum juga mengeluarkan keputusannya. Tetapi setidaknya hasil menunjukkan, bahwa dia akan memberi jalan bagi pembalap lain yang lebih muda. Atau bahkan, jika dia sendiri akan beralih ke tim Aramco VR46 miliknya dan kembali menunggangi Ducati. Baru-baru ini Pangeran Abdulaziz bin Abdullah bin Saud bin AbdulAziz Al Saud mengungkapkan keinginannya, bahwa ‘nama emas’ Rossi harus ada dalam susunan pembalap merupakan prasyarat untuk sponsorship… walah semakin di depan nih nama Rossi di Aramco..

Pembalap Mana yang Dipilih Petronas Yamaha?

Dalam kasus lain, ini adalah hal yang membingungkan. Performa Maverick Vinales fluktuatif dari balapan ke balapan, antara ‘hero dan zero’ selama beberapa tahun terakhir. Finis paling buncit alias yang terakhir di Sachsenring, anehnya dia juga menjadi pembalap tercepat dari semua pembalap Yamaha di Assen.

Kontrak Vinales sebenarnya berjalan hingga akhir 2022, namun kesabarannya sudah habis. Begitu juga Yamaha. Dengan frase ‘kesepakatan bersama’, Vinales pun dibebaskan dan kemungkinan akan bergabung ke Aprilia. Namun semuanya menjadi lebih buram, perpecahan terjadi ketika dia meraih pole position dan finis di tempat kedua di Assen.

Lalu siapa yang akan menggantikannya? Ada banyak spekulasi tapi sudah dipastikan Franco Morbidelli akan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha. Untuk mengisi kekosongan di Petronas SRT, akankah tim balap asal Malaysia itu mempromosikan pembalap Moto2-nya sendiri? Namun nyatanya, baik Xavi Vierge maupun Jake Dixon tidak terlalu brilian musim ini.

Sebagian besar pembalap asal Italia yang sedang naik daun sudah berada dalam cengkeraman Rossi’s VR46 Riders Academy, atau di tim Gresini, di mana tahun depan Fabio Di Giannantonio ingin membangun tim bersama rekan lamanya di Moto3, Enea Bastianini di kelas utama.

Sementara KTM memiliki rookie top Raul Fernandez dan Pedro Acosta, yang sudah terikat erat dan berkat kerja lintas kelas dengan talenta muda, dimanjakan dengan pilihan. Honda mempromosikan dua pembalap asal Jepang Ai Ogura dan Taka Nakagami.

Di sisi lain, Yamaha tidak memiliki kandidat yang logis. Meskipun peluang Andrea Dovizioso untuk kembali ke MotoGP bersama Aprilia kemungkinan akan pupus jika Vinales mencapai kesepakatan dengan pabrikan asal Noale-Italia itu. Namun, tahun depan Dovi akan berusia 36 tahun. Oleh karena itu, dia hampir tidak masuk radar tim satelit Petronas, yang menyatakan tujuannya adalah untuk menemukan dan membentuk pembalap muda.

Cameron Beaubier yang telah 5 kali memenangkan Kejuaraan Superbike Amerika dengan Yamaha dan saat ini mengikuti Kejuaraan Dunia Moto2 musim pertamanya, kemungkinan akan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Yamaha masih memiliki bakat di tempat lain yakni di Kejuaraan Dunia Superbike, di mana Garrett Gerloff menunjukkan penampilan yang menjanjikan dan Toprak Razgatlioglu adalah penantang serius untuk gelar tersebut. Tapi keduanya menandatangani perpanjangan kontrak untuk (mungkin selamanya) tetap di Kejuaraan superbike. Sebuah klausul dalam kontrak Gerloff bisa mengubah itu.

1 COMMENT

Leave a Reply