Di Yamaha Vinales Digaji 6 Juta, di Aprilia Mau 2 Juta?

1

RiderTua.com – Maverick Vinales telah mengantongi gaji tahunan sebesar 6,5 juta euro (Rp 110 miliar) di Yamaha. Infonya di Aprilia dia harus puas dengan gaji yang hanya 1,5 (Rp 25 miliar) hingga 2 juta Euro (Rp 34 miliar). Membayar pembalap dengan gaji besar tidak direncanakan dalam anggaran untuk pembalap kedua Aprilia selain Aleix Espargaro. Jadi Aprilia juga harus menyiapkan rencana lain jika Dovi dan Vinales menuntut gaji yang lebih tinggi. Kelemahan Aprilia adalah dia belum pernah menang balapan, sehingga ibarat menang adalah gula, dia belum terasa manis bagi pembalap muda yang ingin naik kelas ke MotoGP. Dan gajinya terasa ‘pahit’ bagi pembalap senior sekelas Dovi dan Vinales..

Di Yamaha Vinales Digaji 6 Juta, di Aprilia Mau 2 Juta?

Gara-gara Vinales tidak ada tempat reguler di 2022 bagi Dovizioso?… Ke tim mana Andrea Dovizioso akan bergabung? Pembalap berusia 35 tahun itu telah menyelesaikan beberapa tes untuk Aprilia Racing, dan untuk sementara memiliki harapan kontrak kerja untuk musim 2022. Tapi sekarang dengan munculnya Maverick Vinales, kandidat yang hampir 10 tahun lebih muda darinya berada di ambang pintu penandatanganan kontrak. Bahkan jika Dovi mengantongi 6 kemenangan MotoGP lebih banyak dan telah menjadi runner-up dunia sebanyak 3 kali, sementara Vinales belum pernah. Di Aprilia, Vinales bisa saja merebut kontrak kerja darinya. Karena itulah Andrea Dovizioso berharap pada Petronas-Yamaha. Tapi tim balap asal Malaysia itu lebih tertarik pada talenta muda Moto2.

Harapan Dovi untuk bisa menggantikan Vinales di Monster Yamaha pada 2022 juga pupus. Pasalnya, Franco Morbidelli telah mendapat persetujuan dari manajer tim Petronas Yamaha Razlan Razali dan akan berlaga di Tim Pabrikan Yamaha bersama pemimpin kejuaraan dunia Fabio Quartararo pada 2022.

Tapi Andrea Dovizioso tidak pernah lelah menekankan bahwa, pada usia 35 tahun dia tidak merasa seperti seorang pensiunan. Pembalap asal Forlì-Italia ini tahu bahwa kepergian Vinales yang terlalu dini akan menyisakan 1 motor kosong dari Yamaha. “Ini tentu bisa mengarah pada skenario baru. Kita juga harus menunggu dan melihat, apa keputusan Valentino. Let’s see,” ujar Dovi.

Bagaimanapun, Dovi tidak merasa seperti pensiunan MotoGP. “Tidak, karena saya merasa masih bisa kompetitif, saya merasa kuat. Jawabannya hanya bisa dibuktikan di trek. Tahun 2020 perasaan dan situasinya menyedihkan, tetapi saya masih berada di peringkat ke-4 di Kejuaraan Dunia. Saya merasa kuat,” tegas runner-up MotoGP 3 kali, yang akan melakukan tes dengan RS-GP 21 untuk Aprilia, di mana masih ada kemungkinan tempat untuk 2022 dalam seminggu mendatang.

Tetapi karena saat ini, tim-tim balap lebih menyukai talenta muda. Jadi pembalap muda saat ini punya prospek kontrak MotoGP yang lebih baik ketimbang para rider senior. Crutchlow dan Lorenzo juga telah ‘habis’ selama 2 tahun terakhir.

Di Tim Balap KTM Tech3 milik Herve Poncharal, kursi di sebelah Remy Gardner masih kosong. Tapi Dovizioso tidak mungkin direkrut. “Kami tidak pernah membicarakan Dovizioso. Dia akan tetap menjadi teman di tim ini. Tapi kami tidak akan menegosiasikan kesepakatan MotoGP dengannya. Saya tidak bisa mengesampingkan banyak hal ketika datang ke Kejuaraan Dunia MotoGP. Tapi saya pasti bisa mengesampingkan itu,” ujar bos asal Prancis itu.

Direktur balap KTM pun memberikan alasan atas strategi ini. “Perubahan generasi sedang terjadi di kelas MotoGP. Jadi, kita harus memikirkan ke mana arah masa depan dan siapa ‘berlian’ muda di paddock. Dalam konteks ini, pada usia 35 tahun, Dovi bukan lagi orang yang tepat. Dalam proyek MotoGP muda seperti kami, kita harus mencoba sukses dengan pembalap muda. Sistem ini telah membuktikan dengan sangat baik, dengan Brad Binder dan Miguel Oliveira,” kata Pit Beirer.

Adapun Dovizioso dan Aprilia Racing, untuk saat ini rider senior itu memutuskan tidak mengikuti balapan dengan RS-GP 21. Dovi menjelaskan bahwa dia tidak tertarik dengan balapan wildcard individu. Dia ingin menjadi pembalap reguler lagi dan tidak bekerja sebagai ‘pekerja harian’.

Dovi Jadi ‘Korban’ Vinales

Dovi lebih suka bersenang-senang dengan perannya sebagai tes rider. Sejauh ini sulit untuk menilai apakah ada kemungkinan untuk 2022. Vinales tampaknya telah mencapai kesepakatan dengan Aprilia Racing. Maka pintu untuk Dovi tertutup sudah.

Sejauh ini di Yamaha belum ada sinyal positif. Setelah menorehkan hasil positif dengan Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, Yamaha lebih memilih sistem dengan rider muda.

Vinales kini ditangani oleh manajer Giovanni Balestra. Dia berpisah dari manajer asal Spanyol Paco Sanchez setelah hampir 5 tahun. Yang pada musim semi 2016 dia berhasil merundingkan kontrak Vinales dengan Yamaha.

Namun sepertinya, Aprilia akan menjadi perhentian Vinales berikutnya. “Kami perlu tahu apakah pembalap itu tersedia di pasar. Jika dia tersedia, kami akan melakukan yang terbaik untuk meyakinkannya,” kata CEO Aprilia Racing Massimo Rivola di Assen.

Bagi para pengamat satu hal yang jelas, Vinales sekarang membuat keputusan penting terkait kariernya. Dan sekarang Maverick dalam posisi canggung, karena harus mengendarai motor untuk bayaran seperempat lebih rendah dari gaji sebelumnya.

Andrea Dovizioso bisa jadi salah satu korban transfer ini. “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan apakah Dovi memiliki prospek kontrak pembalap reguler untuk 2022,” kata manajernya Simone Battistella. Itu mungkin berarti, saat ini belum ada tawaran konkret untuk pembalap asal Italia, yang sering berhasil menantang Marc Marquez mulai dari 2017 hingga 2019.

1 COMMENT

Leave a Reply