Livio Suppo: Bisa Saja Pol Espargaro Dipecat Karena Pernyataannya

1

RiderTua.com – Livio Suppo (mantan bos tim Repsol Honda) berujar bahwa bisa saja Pol Espargaro dipecat karena pernyataannya… HRC melewati periode paling suram dengan absennya Marc Marquez yang cedera. Tidak ada kemenangan tanpa kehadiran pembalap berusia 28 tahun itu. Dan hanya di Sachsenring, Repsol Honda kembali ke podium teratas bersama pembalap asal Spanyol itu. Krisis yang sedang dialami pabrikan berlogo sayap emas itu membuat prihatin mantan bos Honda itu. Dia pikir, pengembangan yang dibangun Honda salah sejak awal 2017. Masih menurut Suppo: Perekrutan Pol Espargaro juga tidak berjalan dengan baik, bahkan pernyataan Pol sangat ‘kontroversial dan keterlaluan’ yang menurutnya bisa berujung pemecatan…

Livio Suppo: Bisa Saja Pol Espargaro Dipecat Karena Pernyataannya

Mengenang kembali masa lalu, Livio Suppo berkata, “Adalah tugas kami untuk mencapai hasil yang baik. Itu berjalan sangat baik dengan Casey Stoner, Marc Marquez dan motornya. Kami juga punya Dani Pedrosa, yang cepat. Cal Crutchlow juga telah memenangkan beberapa balapan. Saya pikir kami mencapai tujuan. Kami telah membuat HRC kembali seperti semula.”Livio-Suppo-Shuhei-Nakamoto

Suppo teringat kejadian di masa lalu. Rupanya hanya Marc Marquez yang tampaknya mampu menaklukkan motor tersebut. Honda RC213V tidak memiliki keseimbangan. “Dani Pedrosa punya masalah dengan motor pada 2017 dan 2018. Itu adalah sinyal bahwa pengembangan hanya mengarah ke arah yang bisa diatasi Marc. Saya juga mengalaminya di Ducati bersama Casey Stoner. Itu adalah situasi yang sama dan saya tahu betul bahwa ketika segala sesuatunya tidak berjalan ke arah yang benar, bahkan seorang juara pun akan punya masalah,” imbuh Suppo.

Marquez terus bekerja keras untuk mengembalikan kebugarannya. Tetapi bukan hanya ini yang mengganggu pembalap asal Spanyol itu, kata Suppo, “Mesin yang seimbang akan menjadi keuntungan bagi Marc. Dia menangkap banyak hal dengan bakatnya. ”

Suppo merasa, kini Honda telah panik. “Mereka banyak berubah. Ini normal jika kita terbiasa mendominasi. Itu tidak berbeda di Ducati setelah Valentino pergi. Butuh waktu bertahun-tahun,” lanjut Suppo.

Pernyataan Kontroversial Pol

Sebelum kemenangan Marc Marquez di GP Jerman, pendatang baru Pol Espargaro sempat berharap jika Honda akan menerima sebagai ‘tim konsesi’. Pernyataan Pol ini membuat kening Suppo berkerut. Livio Suppo berkata, “Saya pikir itu keterlaluan. Saya pikir pendiri Soichiro Honda akan memecatnya karena membuat pernyataan seperti itu. Tapi itu mengatakan banyak tentang situasinya. Ini bukan pertama kalinya Pol mengatakan sesuatu yang aneh.”

Dan harapan Espargaro untuk tim konsesi tidak pernah terwujud. Alasannya karena krisis kesehatan yang saat ini terjadi. Dorna, MSMA dan IRTA dengan suara bulat memutuskan bahwa status pabrikan pada tahun 2020 dan 2021 tidak dapat diubah jika terjadi kegagalan. Hanya hilangnya hak konsesi yang mungkin terjadi, seperti yang dialami KTM setelah sukses di tahun 2020.

Namun demikian, Suppo mengatakan, “Dalam sepak bola, akan ada perubahan personel di puncak klub. Bukan sekarang, karena Marc menang, tapi sebelumnya.”

Saat ini Marquez berada di urutan ke-10 dalam klasemen kejuaraan, menjadikannya sebagai pembalap Honda terbaik. Pol Espargaro punya 9 poin lebih sedikit dan memiliki poin yang sama dengan pembalap LCR Honda Idemitsu Taka Nakagami, yang tepat di belakang Marquez.

1 COMMENT

Leave a Reply