Quartararo: Sangat Sulit Menyalip Pecco

1

RiderTua.com – Fabio Quartararo berujar, sangat sulit menyalip Pecco Bagnaia… Dengan kemenangan ke-4nya musim ini, Fabio Quartararo memperpanjang keunggulannya di Kejuaraan Dunia menjadi 34 poin setelah memenangkan GP Belanda. El Diablo dengan kuatnya menang saat melawan Maveric Vinales dalam sprint ke tikungan pertama setelah start. Dan kemudian berhasil mempertahankan dirinya saat melawan Pecco Bagnaia (Ducati), yang menerima long lap penalti usai tercyduk melebihi batas lintasan. Dan kemudian pembalap asal Prancis itu kembali duel melawan Vinales .

Fabio Quartararo: Sangat Sulit Menyalip Pecco Bagnaia

Yamaha meraih kemenangan ke-5 musim ini, di seri balapan ke-9 musim ini di TT Circuit Assen. Fabio Quartararo meraih 4 kemenangan, dan Maverick Vinales memenangkan balapan pembuka musim di Qatar pada 28 Maret lalu. Quartararo berhasil 6 kali naik podium dalam 9 balapan. Dan jika bukan karena masalah arm pump di musim semi, mungkin pembalap berusia 22 tahun itu bisa 8 kali naik podium.

Usai memenangkan balapan, Quartararo mencoba melakukan tee off di zona run-off dengan memamerkan keterampilannya bermain golf.

Pembalap pabrikan Yamaha itu mengatakan, “Ini benar-benar balapan yang sulit, karena saya kesulitan menyalip Pecco Bagnaia. Selain itu, lengan kanan yang dioperasi membuat saya tidak nyaman sepanjang akhir pekan. Dalam balapan, saya ingin 0,3 atau 0,4 detik lebih cepat per lap. Tapi aku merasa benar-benar jengkel.”

“Saya benar-benar khawatir saat paruh kedua balapan. Tapi saya bisa menjaga kecepatan tetap tinggi. Sekarang aku senang. Karena pertarungan melawan Maverick pada hari Sabtu berlangsung alot. Saya selalu berkata pada diri sendiri, kemenangan dan poin ada di hari Minggu! Itu sebabnya saya sangat gembira,” pungkas pembalap asal Prancis itu.

Direktur Balap Yamaha, Lin Jarvis tampak antusias usai kemenangan ganda yang diraih Yamaha di GP Belanda. “Jika kita mendapatkan dua tempat pertama di kualifikasi dan balapan, itu tidak bisa jauh lebih baik,” ujar bos tim Yamaha itu.

“Tentu saja motor kami sangat cocok untuk trek ini, pembalap kami juga menyukai sirkuit Assen. Namun, tidak pernah mudah untuk memberikan hasil di penghujung hari. Balapan yang hebat, Fabio melihat peluang di awal balapan dan menyambarnya. Kemudian dia berhasil melakukan pekerjaannya. Finis satu-dua sebelum liburan musim panas, adalah luar biasa. Dan segalanya juga tidak bisa berjalan lebih baik di Kejuaraan Dunia.”

1 COMMENT

Leave a Reply