Stefan Pierer: Kekalahan Membuat KTM Kuat

1

RiderTua.com – Stefan Pierer (KTM): Kekalahan membuat kami kuat… CEO KTM Stefan Pierer menetapkan standar yang sangat tinggi untuk tim MotoGP-nya pada tahun 2021, setelah melakoni musim yang kuat pada tahun 2020. Karena pada tahun lalu, KTM telah memenangkan tiga kemenangan MotoGP pertama bersama Brad Binder (GP Brno) dan Miguel Oliveira (GP Spielberg-2 dan Portimao). Dan ditambah lima kali podium oleh Pol Espargaro dan tiga kali meraih pole position. Selain itu, Espargaro berhasil menempati peringkat ke-5 di Kejuaraan Dunia. Rider berusia 29 tahun itu hanya terpaut 4 poin dari peringkat ke-3, Alex Rins. Bagi Stefan Pierer, kekalahan di Qatar pada musim 2021 adalah sebuah peringatan. “Sampai saat itu kami masih berpikir kami hebat,” ujar sang bos.

Stefan Pierer: Kekalahan Membuat KTM Kuat

Saat balapan final musim di Portugal pada 2020 lalu, Stefan Pierer sempat berujar, “Pada tahun 2020 kami mencapai dan melampaui target kami di MotoGP. Sekarang kami punya dasar teknis yang memungkinkan beberapa tipe pembalap untuk menang dan menempati posisi teratas. Dan untuk pertama kalinya, juga memberikan peluang yang lebih baik bagi para rookie, seperti yang ditunjukkan Brad Binder dan Iker Lecuona.”

Stefan Pierer
Stefan Pierer

Oleh karena itu Pierer memberikan target yang jelas untuk musim 2021. “Target kami untuk tahun depan adalah, kami ingin bersaing untuk merebut gelar dunia dan memenangkannya jika memungkinkan,” imbuh bos berumur 64 tahun itu.

Namun hasil dari dua balapan di Qatar pada musim 2021 sangat mengecewakan bagi KTM. Baru pada balapan seri ke-6 di Mugello, pembalap Red Bull KTM Miguel Oliveira (yang mengalami crash di Portimo dan Le Mans) mencapai breakaway pertama dan podium pertama tahun ini dengan finis di tempat ke-2. Dia sebagai peringkat ke-20 Kejuaraan Dunia, datang ke Italia dan meraih kemenangan secara meyakinkan 8 hari kemudian di Montmelo pada hari Minggu lalu.

Brad Binder dan Danilo Petrucci menjaga kehormatan KTM di Portimo dan Le Mans, dengan dua kali finis di tempat ke-5. Sementara itu, KTM menempati posisi ke-3 dalam kategori konstruktor. Saat ini Oliveira naik ke posisi ke-7 dalam klasemen kejuaraan dunia pembalap dengan mengoleksi 54 poin.

Dalam sebuah wawancara, Stefan Pierer berbicara tentang awal musim yang gagal total dan ketertinggalan teknis yang mengecewakan bagi KTM.

“Hasil dari dua balapan GP Qatar mengecewakan bagi KTM. Oliveira membawa pulang tempat ke-13 dan ke-15. Sedangkan Brad finis ke-14 dan ke-8. Tim Tech3 dengan Petrucci dan Lecuona bahkan tidak mendulang poin sama sekali. Ini adalah perkembangan manusia. Jika kita jelas memenangkan balapan terakhir di bulan November dan berada dalam euforia, ketika kita berpikir ‘Kami hebat!’, maka mereka yang kalah menggunakan musim dingin untuk meningkatkan performa,” imbuh pria asal Austria itu.

“Dan itulah mengapa terlihat seperti ini di Qatar, dimana kami memiliki semua pembaruan yang diperlukan. Di sisi lain, Losail selalu menjadi trek yang sulit bagi kami. Tapi setelah merengkuh keberhasilan tahun lalu, kami pikir kami akan melakoni balapan dengan baik di sana. Tapi kemudian itu bukan apa-apa. Jadi kami berkata, ‘Sekarang kecepatan penuh!’ Dan tim kami menerapkannya dengan sangat baik. Kemudian dibutuhkan 2 atau 3 balapan untuk kembali ke depan.”

1 COMMENT

Leave a Reply