Gianni Rolando: Rossi Finis ke-4, Seperti Seorang Pemenang

1

RiderTua.com – Gianni Rolando berujar, “Jika Rossi finis ke-4 saya akan merayakannya seperti seorang pemenang…” Valentino Rossi gagal finis di GP Catalunya karena crash di tikungan 10 pekan lalu. Meski begitu, ada sebuah titik terang dimana pada hari Sabtu rider Petronas Yamaha itu berhasil langsung masuk ke Q2. Performa Rossi ini mendapat perhatian dari mantan pembalap Gianni Rolando. Sebagai informasi, Gianni Rolando adalah salah satu pembalap terbaik di MotoGP 500 cc di tahun 1970-an. Dia dianggap sebagai pembalap sekaligus teman dari juara dunia Barry Sheene. Dia kemudian kembali ke paddock GP sebagai bos Tim balap Agip. Dan sebagai mantan saingan dari Graziano Rossi, dia juga berteman baik dengan putranya Valentino Rossi. Semua rookie pasti semangat menjalani balapan pertamanya, dan yang membuat Gianni Rolando kagum pada Rossi adalah semangatnya seperti seorang rookie yang berapi-api, apapun masalahnya.. Pembalap lain ‘mungkin’ sudah down, hilang semangat atau uring-uringan, kendala Rossi hanyalah dari para hatersnya (becanda)..

Gianni Rolando: Jika Rossi Finis ke-4 Saya akan Merayakannya Seperti Seorang Pemenang

Betapa Rolando menghargai bintang Yamaha yang sekarang berusia 42 tahun itu. Usai GP Catalunya dia mengatakan, “Ini membangkitkan emosi dalam diri saya, setelah melihat seluruh tim Valentino di pit usai sesi latihan GP di Barcelona bersorak gembira. Karena Vale berhasil mengamankan tempat ke-10 dan dengan demikian langsung masuk Q2.”

Gianni Rolando dan Franco Morbidelli

“Bagi saya, Valentino sendiri tampak bahagia seperti rookie di balapan MotoGP pertamanya. Dan ketika dia kembali ke pit, dia sudah mencapai target Q2. Fantastis! Kita berbicara tentang seorang pembalap yang memecahkan semua jenis rekor, dan dia sama bahagianya seperti seorang rookie.”

“Pembalap lain yang berhasil langsung lolos ke Q2, terlihat biasa-biasa saja. Namun hal itu seringkali tidak terjadi karena satu alasan sederhana. 22 pembalap berada dalam satu detik atau sedikit lebih dari satu detik. Sekarang lebih sulit untuk meraihnya, mereka harus bekerja sangat keras untuk mendapatkannya.”

“Berapa kali Vinales gagal? Dovizioso, Morbidelli, Marquez, Miller dan banyak rider lainnya tidak selalu berhasil langsung ke Q2. Tapi jika Valentino tidak langsung lolos, langsung mendapat kritikan dari orang-orang bodoh yang tidak pernah memakai baju balap,” sesal mantan pembalap GP itu.

“Saya suka motor dan semua pembalap, tetapi kita harus mengakui bahwa Rossi memiliki antusiasme dan keinginan untuk menjadi ‘rookie dengan kerutan’,” imbuh Rolando, yang dengan tepat memberikan kata ‘Rooghie’ untuk Rossi. Karena kata kerutan dalam bahasa Italia adalah ‘rughe’, yang kemudian dikombinasikan dengan ‘rookie’ menjadi ‘rooghie’.

“Kejuaraan Dunia masih panjang dan saya yakin jika Rooghie berhasil finis ke-4, saya akan masuk pit dan merayakannya seolah-olah dia telah memenangkan balapan. Benar-benar berbeda dengan yang lain, yang setelah tempat ke-6 terlihat seperti 3 hari dalam cuaca hujan. Apa yang membuat perbedaan? Antusiasme seorang rookie yang tidak dimiliki semua pembalap.”

1 COMMENT

Leave a Reply