Tak Seperti Rossi, Danilo Petrucci Kecewa dengan Tes Jerez

0

RiderTua.com – Sama dengan Rossi, Danilo Petrucci adalah pembalap dengan postur khusus yang butuh paket motor yang tidak biasa. Bedanya di tes Jerez, Vale sudah ‘menyetel ulang’ distribusi bobot agar motornya bisa menikung lebih cepat dan lebih mencengkeram. Rossi banyak mendapat pasokan item baru dari Yamaha.. Sementara Petrux kecewa tidak ada terobosan baru saat tes di Jerez… Sebelum GP Spanyol, Danilo Petrucci sempat mengatakan bahwa Jerez adalah trek yang ideal untuk mengulik paket motor. Rider Tech3 KTM itu mengatakan, “Jika kami dapat menemukan set-up untuk motor di Jerez, maka kami dapat bekerja cepat di sebagian besar trek lain.” Namun kenyataannya, Petrux tidak terlalu puas dengan hasil tes di Jerez. Balapan berikutnya adalah Le Mans, di mana pembalap asal Italia itu menang tahun lalu. Tak salah jika pembalap berusia 30 tahun itu agak optimis menatap GP Prancis.

Tak Seperti Rossi, Danilo Petrucci Kecewa dengan Tes Jerez

Dalam 4 balapan pertama musim 2021, Danilo Petrucci hanya mampu menempati peringkat ke-19 dengan mengantongi 5 poin. Pada GP Spanyol di Circuito de Jerez hari Minggu lalu, pendatang baru Tech3-KTM itu finis di urutan ke-14. Sementara dalam tes hari Senin, Petrux menyelesaikan tes di tempat ke-19 setelah melibas 63 lap, tertinggal 1,7 detik.

Saat Danilo ditanya, bagaimana dia melakukan perjalanan pulang? “Naik pesawat,” jawabnya sambil tertawa.

Sejurus kemudian Danilo berubah menjadi lebih serius, dia menjelaskan, “Tujuan kami adalah menemukan sesuatu agar kami dapat menggunakan ban belakang dengan lebih baik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika saya selalu kesulitan untuk melindungi ban belakang. Karena saya tidak bisa lagi menggunakannya saat masih baru. Jika sebelumnya saya bisa menjadi sangat cepat dengan ban baru, dan kemudian sedikit lebih lambat dengan yang bekas, maka sekarang yang terjadi malah kebalikannya.”

“Saya cukup cepat pada ban bekas, tetapi dengan ban baru saya tidak bisa merasakan perbedaannya. Itu adalah masalah terbesar yang kami hadapi di Qatar, Portimao dan Jerez baik saat kualifikasi maupun di awal balapan. Hari ini kami mencoba berbagai hal untuk distribusi bobot, tetapi mungkin itu adalah hal yang saya butuhkan untuk menguasainya dan menemukan kepercayaan diri.”

Petrux melanjutkan, “Saya cukup kuat untuk mengerem. Masalahnya adalah, saya merasa saya membiarkan ban depan bekerja sangat keras sementara ban belakang bekerja lebih sedikit. Tetapi kami belum menemukan apa pun yang dapat membuatnya bekerja lebih baik. Intinya adalah, dalam kasus saya, saya memindahkan lebih banyak beban sehingga memberi lebih banyak tekanan pada ban depan. Akibatnya, ban memanas lebih banyak dan di atas semua itu juga banyak risiko.”

“Saya kehilangan banyak, terutama saat berakselerasi dari nol, karena di sanalah saya harus memindahkan sebagian besar beban. Dan dibandingkan dengan Brad, ada selisih 20 kg. Saya mengalami masalah di sana, kemudian mencoba mengutak-utik rem, tetapi hal ini membuat ban depan menjadi sangat tegang. Saya kurang mendapat dukungan dari ban belakang. Kami mencoba untuk mengerjakan distribusi berat tetapi sejauh ini tidak menemukan apa yang saya inginkan. Dulu saya selalu menemukan solusi di Jerez, dan sejak saat itu saya mulai menjadi kuat.”

Namun, pembalap asal Italia itu tidak membuat kemajuan yang signifikan saat tes di Jerez. “Saya tidak sepenuhnya puas dengan tes hari ini. Tapi saya melihat ke depan, ke Le Mans. Le Mans adalah trek yang sedikit berbeda di mana cara saya menghentikan motor lebih penting. Dalam beberapa tahun terakhir saya selalu melakukannya dengan cukup baik dengan set-up di sana. Jadi saya punya strategi yang sedikit lebih jelas,” pungkas pemenang Le Mans 2020 itu.

Leave a Reply