Semua Ingin ‘Bersahabat’ dengan Ban Soft

0

RiderTua.com – Ban selalu menjadi buah bibir di paddock, entah secara langsung (performa ban itu sendiri) atau tidak langsung (akibat pengaturan dan karakter part motor seperti swing arm dll). Karet bundar Michelin ini selalu menjadi tantangan yang sulit ditaklukkan. Untuk melaju saat akselerasi butuh traksi mumpuni, sumber traksi adalah dari ban dan aspal, dimana traksi adalah gaya gesek maksimum yang dihasilkan dari dua permukaan benda tanpa menimbulkan selip. Seperti halnya semua pembalap MotoGP, Miguel Oliveira berusaha ‘bersahabat’ dengan ban soft… Pada race hari Minggu di Jerez, tak ada satu pun dari ke-4 pembalap KTM yang berhasil masuk 10 besar untuk kedua kalinya di musim ini. Miguel Oliveira yang finis ke-11 adalah pembalap KTM terbaik. Begitu pula dalam tes hari Senin, pembalap asal Portugal itu membukukan hasil terbaik KTM setelah duduk di urutan ke-7, 0,629 detik di belakang Maverick Vinales (Yamaha). Pabrikan dari Austria itu hampir tidak memiliki suku cadang baru untuk tes MotoGP di Jerez, tetapi mereka bekerja keras untuk meningkatkan set-up RC16 dan memahami ban depan soft dari Michelin dengan lebih baik.

Semua Ingin ‘Bersahabat’ dengan Ban Soft

Usai tes, Oliveira mengatakan, “Kami tidak memiliki program tes yang sangat besar, tapi ini hari yang baik. Kami fokus mengerjakan set-up yang berbeda dan mencoba membalap dengan ban depan dan belakang soft. Kami ingin tahu, bagaimana kami bisa lebih cepat dalam balapan. Untuk itu kami membutuhkan perasaan nyaman terhadap bannya.”

Untuk persiapan balapan berikutnya di Le Mans, juara GP dua kali 2020 itu tidak mau membahas soal tes tersebut. Menurutnya, lintasan Le Mans terlalu berbeda dengan Jerez. Selain itu, suhu di Prancis juga akan berbeda. Sehingga kami pasti akan memakai ban lain dari pemasok tunggal Michelin. Saat rider-rider KTM melakukan tes di Jerez, tim penguji KTM yakni Dani Pedrosa dan Mika Kallio berada di Aragon.

Untuk bisa menang lagi, KTM mengupayakan bisa menggunakan ban depan soft layaknya para kompetitor. “Kita harus berhati-hati agar tidak kehilangan kelebihan kita,” ujar Oliveira menjelaskan.

Tes yang digelar hari Senin sehari usai balapan MotoGP, kondisi cengkeraman selalu prima karena banyak sekali ban yang aus di lintasan. Oliveira menanggapi hal itu, dia berkata, “Tentu saja kami memperhitungkan kondisi seperti ini dalam pertimbangan kami. Meski demikian, tes semacam itu adalah perbandingan yang adil karena setiap orang membalap dalam kondisi seperti ini. Tetapi jelas, bahwa kami tidak akan pernah balapan dalam kondisi seperti itu, karena kebanyakan kami balapan sebelum Moto2.”

Leave a Reply