Tito Rabat: Juara Dunia yang Terpinggirkan, Ajang Pembuktian atau Mempermalukan?

0

RiderTua.com – Tito Rabat, Juara Dunia Moto2 2014 yang terpinggirkan itu kembali ditarik ke tengah arena. Pertama kalinya menunggangi motor terbaik. Sebagai ajang pembuktian , atau justru mempermalukan.. Tito Rabat akan kembali ke paddock Kejuaraan Dunia MotoGP di Jerez akhir pekan ini. Kali ini pembalap berusia 31 tahun itu akan menggantikan rookie Pramac Ducati, Jorge Martin yang sedang istirahat untuk pemulihan pasca operasi. “Ini benar-benar kesempatan yang bagus. Setelah 5 tahun, saya berharap untuk mengingat lebih banyak tentang cara kerjanya. Karena sekarang, saya sudah terlalu terbiasa dengan ban Pirelli,” kataTito Rabat sambil tertawa, yang sebenarnya akan mengikuti Kejuaraan Dunia Superbike untuk tim Barni Ducati pada 2021. Jika dia bisa dibarisan depan seperti Martin, artinya motornya dia dulu memang kurang jos..

Tito Rabat: Juara Dunia yang Terpinggirkan, Ajang Pembuktian atau Mempermalukan?

“Saya akan menunggangi motor terbaik, motor yang kuat untuk pertama kalinya dalam hidup saya,” tegas peringkat ke-22 di Kejuaraan Dunia 2020 (hanya 10 poin dari 14 balapan MotoGP) sebelum balapan pertamanya musim ini.

“Saya tidak memiliki ekspektasi pada balapan ini. Saya bugar secara fisik, dan mental dalam kondisi yang sempurna. Saya hanya menantikan balapan sekarang. Saya ingin fokus, bekerja dengan tenang, memberikan hasil maksimal dan belajar dari tim,” imbuh Tito Rabat.

Tahun lalu, Rabat memperkuat tim Avintia Esponsorama. Saat dia ditanya, apa yang diharapkan dari motor Desmosedici GP saat ini? Juara Dunia Moto2 2014 itu menjawab, “Saya akan mencoba melakukan pekerjaan terbaik saya dan finis di depan sejauh mungkin. Itu saja. Saya belum tahu motor dan timnya. Tapi yang bisa saya lihat, Zarco dan Martin mampu mengalahkan pembalap pabrikan Ducati di Qatar.”

“Pendekatan sebagai pembalap tim pabrikan tentunya sangat berbeda dibandingkan saat saya balapan untuk tim satelit. Sebagai seorang pembalap, secara otomatis saya mengingat bahwa tidak ada batasan sumber daya yang saya miliki di sini. Saya dapat memacu hingga limitnya. Itulah yang utama, menurut saya. Kita akan lihat,” ungkapnya.

Rabat awalnya hanya dipanggil oleh Ducati untuk GP Spanyol di Jerez, tetapi Martin dipastikan juga akan absen di GP Prancis (16 Mei). Setelah Jorge Martin menderita total 7 patah tulang dan menjalani 3 operasi (ibu jari kanan, pergelangan kaki kanan, kepala tulang kering kiri), dia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan.

Apakah ada kemungkinan Rabat juga akan balapan di Le Mans untuk Pramac Duacti? Dia menjawab, “Jika saya juga membalap di Le Mans, saya akan sangat senang. Jika Martin belum kembali dan saya melakukan pekerjaan dengan baik. Dan saya hanya melakukan hal-hal normal, maka tentu saja ada kemungkinan,” tegas pembalap berusia 31 tahun dari Barcelona itu.

“Saya bisa tampil di Kejuaraan Dunia,” kata Rabat sambil bercanda. Namun sejurus kemudian dia berujar, “Tidak, tentu saja Kejuaraan Dunia Superbike prioritas utamaku. Tapi jika tidak bentrok dengan jadwal balapan superbike, maka tidak apa-apa. Saya harap Martin lekas sembuh, terutama untuk Mugello, karena saya tidak bisa balapan disana,” ujarnya mengacu pada tumpang tindihnya jadwal balapan Superbike di Estoril akhir Mei lalu.

Leave a Reply