Bos Ducati: Kami Tak Menekan Jorge Martin Karena Itu Bisa Merugikan

0

RiderTua.com – Bos Ducati: Kami tak menekan Jorge Martin karena itu bisa merugikan… Pada GP Qatar-2, rookie Jorge Martin tampil luar biasa. Dia meraih pole position sekaligus podium pertamanya di kelas MotoGP (finis ke-3). Namun tepat 2 pekan kemudian, pembalap berusia 23 tahun itu mengalami crash horor saat latihan bebas di Portimao. Dia menderita 7 patah tulang dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Dexeus Barcelona Spanyol. Dia dipastikan akan absen di GP Jerez dan kemungkinan juga di Le Mans. Meski begitu, Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti tak ingin membuat rider asal Spanyol itu merasa tertekan. Kini Ducati dihadapkan dengan 2 trek yang sangat berliku yakni Jerez dan Le Mans. Dimana di kedua trek ini, Yamaha dan Suzuki sangat kuat.

Bos Ducati: Kami Tak Menekan Jorge Martin Karena Itu Bisa Merugikan

Di Losail dan Portimao, Ducati Corse menampilkan performa yang kuat di tiga balapan pertama tahun ini. Kuartet pembalap mereka, Pecco Bagnaia dan Jack Miller di tim pabrikan Ducati dan tim Pramac Racing dengan Johann Zarco dan Jorge Martin tampil mengesankan.

Tetapi Miller tidak dapat tampil memuaskan karena cedera arm pump, dan harus dioperasi usai balapan kedua di Qatar. Sejauh ini cederanya itu benar-benar belum pulih. Dan hal ini diperparah lagi karena pembalap asal Australia itu crash di Portimao sehingga jahitan bekas operasinya kembali sobek. Tak hanya itu, rookie Jorge Martin yang berhasil meraih pole position dan podium dengan finis ke-3 di GP Qatar-2, juga mengalami cedera serius dalam latihan bebas di Portugal dan dipastikan akan absen hingga GP Mugello pada 30 Mei.

Sementara jarak home straight (trek lurus utama) sekitar 1 km di trek balapan pertama musim ini, sehingga motor pabrikan Desmosedici dapat bekerja maksimal. Kini mereka dihadapkan dengan 2 trek yang sangat berliku yakni Jerez dan Le Mans. Dimana di kedua trek ini, Yamaha dan Suzuki sangat kuat.

Paolo Ciabatti menanggapi hal ini, dia berkata, “Tahun lalu, kami kompetitif di semua trek balap dengan pembalap kami yang berbeda. Kecuali Aragon. Itulah sebabnya, kami yakin bahwa motor kami mampu bertarung untuk podium di semua trek. Bahkan dengan kondisi cengkeraman yang berbeda. Kami belajar banyak hal dari tahun lalu. Itulah mengapa kami yakin dapat bersaing di mana pun di musim 2021. Tapi tentunya kita harus menunggu dan melihat, apakah harapan ini bisa terwujud. Kita akan melihatnya sepanjang tahun.”

Sejauh ini, Ducati telah menyita 5 dari 9 kemungkinan tempat podium dengan dua pembalapnya (Bagnaia ke-2, Zarco ke-4) termasuk di antara 4 teratas dalam klasemen kejuaraan pembalap. Selain itu, para rookie Jorge Martin, Enea Bastianini dan Luca Marini juga memberi penampilan yang mengesankan.

Apa yang menimpa Jorge Martin (mengalami 7 patah tulang) sangat disesalkan Ducati. Pada 4 April lalu, Juara dunia Moto3 2018 itu membuat para ahli di Qatar takjub dan tidak bisa berkata-kata, ketika dia memimpin 18 dari 22 lap. Sebagai pendatang baru di kelas MotoGP, jelas ini sangat luar biasa. Media pun langsung menbandingkan Martin dengan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, dimana kedua pembalap top ini juga melakukan kejutan serupa pada debutnya di kelas MotoGP musim 2008 dan 2013 silam.

Paolo Ciabatti juga mengatakan bahwa dia tidak dapat membayangkan, pada tahun 2021, dengan pembalap yang kuat, seorang rookie dapat memperebutkan gelar MotoGP. Tapi apakah dia percaya, Jorge Martin bisa melakukan itu setelah pemulihan?

Ciabatti menjawab, “Kami seharusnya tidak terlalu menekan rookie seperti Jorge Martin. Itu bisa merugikan dia. Jorge melakukan pekerjaan luar biasa di Qatar. Tapi itu adalah trek balap untuk belajar mengendalikan motor MotoGP. Di sana, dia menjalani 5 hari tes lengkap sekaligus balapan pertama. Itu pasti sangat membantu. Dia hanya akan dapat menjelajahi trek balap yang tersisa dengan Ducati, di FP1 pada hari Jumat. Dia tidak akan memiliki waktu 10 hari lagi ketika dia masuk ke grid MotoGP pada hari Minggu.”

Ciabatti menambahkan, “Tugas untuk rookie tidaklah mudah. Meski begitu saya akan sangat senang, jika Jorge terus mengejutkan kami di balapan mendatang. Tapi kami bersikap realistis. Di atas segalanya, kami tidak ingin memberikan tekanan tambahan pada pembalap muda, yang masih memiliki banyak waktu untuk beradaptasi, mendapatkan pengalaman, dan terus menjadi lebih kuat. Jika dia bisa melakukannya dengan cepat, jelas kami akan senang. Jika dia membutuhkan lebih banyak waktu, kami bisa dimengerti, dia akan mendapatkan kesempatan.”

Leave a Reply