Luca Marini: Sebagai Rookie Tak Ada Gunanya Jatuh dan Berisiko Cedera

0
Luca Marini: Sebagai Rookie Tak Ada Gunanya Jatuh dan Berisiko Cedera

RiderTua.com – Project Director Ducati Paolo Ciabatti meminta tiga pembalap rookie mereka untuk membiasakan diri dulu dengan Desmosedici. “Mereka harus belajar mengendarai motor. Tenang, belajar dan berkembang sepanjang musim. Marini adalah seorang profesional sejati, dia selalu menganalisis data. Dia belajar dengan sangat cepat. Bastianini sangat bertalenta dan gayanya cocok untuk Ducati”. Bahkan Ciabatti mewanti-wanti Jorge Martin untuk tidak bermimpi untuk menang balapan dulu.. “Jorge Martin juga seorang pembalap yang sangat cepat, sangat agresif, dengan banyak keinginan. Penting bagi dia untuk tenang. Kami mengatakan kepadanya bahwa dia tidak boleh menang dulu, dia harus belajar,” kata Ciabatti. Itulah kenapa menurut Luca Marini karena sudah diperintah oleh Bos: sebagai rookie tak ada gunanya jatuh dan berisiko cedera karena memaksa penampilan di awal musim rookie mereka, kecuali crash karena kondisi trek atau di ‘seruduk’ lawan…

Luca Marini: Sebagai Rookie Tak Ada Gunanya Jatuh dan Berisiko Cedera

Ada kemajuan signifikan dari pembalap Sky VR46 Avintia-Ducati Luca Marini, pada balapan ketiga MotoGP musim 2021. Meskipun sempat crash di FP4 GP Portugal, pada race hari Minggu pembalap berusia 23 tahun itu akan start dari posisi ke-8 di grid. Sejak terjun di kelas utama, Marini belum pernah masuk 10 besar. Jelas, pencapaiannya ini menjadi langkah awal yang bagus untuk tur GP Eropa. Penampilan kuat adik Valentino Rossi di Portimao ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena tahun lalu dia juga tampil apik saat masih di kelas Moto2.

Menanggapi hasil positif yang mampu dia torehkan, Luca Marini berkata, “Saya suka trek ini. Saat saya dan VR46 Academy berlatih disini beberapa waktu yang lalu, saya juga melakukannya dengan baik. Saya harap, saya bisa lebih kuat ketimbang di Qatar. Tapi saya tidak berpikir, start ke-8 adalah bagus. Tapi itu cukup bagus.”

Jika dilihat, Luca tampak nyaman dengan Desmosedici-nya di Portimao ketimbang di Qatar kemarin. Marini menjelaskan, “Sirkuit ini lebih mudah bagi para rookie. Karena ban belakang memiliki cengkeraman kuat, jadi saya bisa melibas tikungan dengan kecepatan tinggi. Penampilan saya tidak sempurna, tapi saya senang.”

Selain itu, rekan semereknya Francesco Bagnaia yang diikuti Marini, juga sangat membantunya.

Namun secara emosional, Luca Marini mengalami pasang surut di trek roller coaster Algarve. Pembalap berusia 23 tahun itu crash pada sesi latihan bebas keempat. Dia mengatakan , “Saya tidak fit 100 persen. Seluruh tubuh saya sakit, terutama lengan kiri dan pantat saya. Tapi saya pikir, saya akan merasa lebih baik pada hari Minggu.”

Mengenai insiden crash itu, Marini berkata, “Saya melibas lap terakhir dengan ban bekas. Dan saya perhatikan, ban itu semakin rusak. Tapi saya terus memacu dan crash pada titik, di mana benjolan trek menyebabkan masalah jika saya menyimpang sedikit dari racing line. Itu adalah kesalahan besar, karena bukanlah sesuatu yang baik mengalami crash di akhir sesi keempat.”

Meski begitu, Luca masih beruntung tidak mengalami cedera yang berarti, dia harus belajar dari kejadian itu. “Bisa lebih buruk. Saya harus memperhatikan hal itu. Sebagai seorang pemula, tidak ada gunanya jatuh dan berisiko cedera,” imbuh pembalap asal Italia itu.

Saat race nanti, Marini akan melaju dengan menggunakan ban medium baik depan dan belakang. Sekedar informasi, Marini crash di tikungan di mana pembalap lokal Miguel Oliveira juga terjatuh di situ. Di samping itu, keterpurukan ini seharusnya tidak menyembunyikan performa kuat pembalap murid sekaligus adik Valentino Rossi ini.

Leave a Reply