Stefan Bradl: Sulit Memprediksi Balapan Qatar

0

RiderTua.com – Tidak jadi sebagai penyiar TV sport di Qatar, Stefan Bradl akhirnya gantikan posisi Marc disana, namun dia mengaku sulit memprediksi balapan Qatar… Selama menjalani tes pramusim di Qatar, Stefan Bradl mampu tampil secara mengesankan. Dalam timesheet gabungan dia berada di posisi ke-13 di belakang pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami (12). Selain itu sekarang muncul pertanyaan di kubu Honda, dapatkah Marc Marquez memperebutkan gelar pada 2021 jika dia absen pada dua balapan pertama? Karena dia belum menjadwalkan pemeriksaan medical berikutnya hingga 12 April.

Stefan Bradl: Sulit Memprediksi Balapan Qatar

Setelah beberapa hari menjalani tes di Jerez dan Losail, Stefan Bradl senang bisa bersaing di balapan awal musim di Qatar. Di mana dia sudah tidak berpartisipasi sejak 2016 (masih di Aprilia).

Dalam tes yang telah berlangsung 10 hari lalu di Doha-Qatar, Bradl membuktikan bahwa dia bisa mengimbangi pembalap reguler MotoGP terbaik. Karena pada tes hari pertama, pembalap asal Jerman itu berada di posisi kedua. Kemudian di sempat berada di posisi ke-5, namun pada akhirnya dia duduk di posisi ke-13. Pol Espargaro menjadi pembalap pabrikan Honda terbaik dalam tes pramusim, mencatat waktu tercepat ke-10.

Menurut hasil tes terbaru, Stefan Bradl yakin akan mampu masuk 10 besar pada race hari Minggu esok. Sebagai pengingat, pembalap berusia 31 tahun itu mencetak 5 poin dalam enam balapan terakhir pada tahun 2020.

Di GP Le Mans dia finis di tempat ke-8, di GP Aragon nirpoin (0 poin), kemudian dua kali finis di tempat ke-12 yakni di GP Teruel dan Eropa. Serta finis di tempat ke-14 di Valencia dan ke-7 di Portimao.

Bradl tidak mau menjawab pertanyaan apakah Marquez bisa memperebutkan gelar pada 2021 jika dia absen dari dua balapan pertama. “Saya hanya akan mengomentari ini ketika saya kembali bekerja sebagai pakar di ServusTV,” ujarnya.

Pembalap asal Bayern-Jerman itu akan tetap tinggal di Doha-Qatar sampai balapan kedua Kejuaraan Dunia pada 4 April. “Pada tanggal 31 Maret atau 1 April, saya akan mendapatkan dosis kedua dari vaksin,” imbuhnya.

Sepanjang karirnya di kelas MotoGP, Bradl berhasil 51 kali masuk 10 besar. Namun, meski hasil tesnya menjanjikan, dia belum mau membuat prediksi. “Balapan adalah cerita yang berbeda dari tes seperti ini. Tentu, kita dapat menggunakan tes sebagai panduan seberapa besar peluang kami.”

“Saya hanya ingin melihat, bahwa kami memiliki balapan yang baik dan melihat bahwa kami mendapatkan hasil yang memuaskan. Saya belum memikirkan itu, di posisi mana saya akan finis. Pasalnya, kelas MotoGP akan turun ke trek untuk pertama kalinya tahun ini bersama dua kelas GP lainnya. Kondisi lintasan akan berubah lagi akibat abrasi ban Dunlop.”

Bradl melanjutkan, “Sejauh ini kami belum dapat melakukan long runs (simulasi balap), karena tes hari terakhir pada hari Jumat dibatalkan karena badai pasir. Kami seharusnya bekerja lagi untuk persiapan saya sebelum balapan. Itu tidak berhasil dan kami sibuk dengan program tes beberapa hari sebelumnya.”

Meskipun Stefan Bradl dapat berasumsi bahwa dia juga akan mengikuti GP Qatar kedua, dia mengharapkan Marc Marquez bisa tampil pada balapan GP kedua di Timur Tengah. “Marc pasti akan mengambil vaksin dosis kedua, pada akhir pekan tanggal 4 April nanti,” pungkasnya.

Leave a Reply