Ini Penyebab Valentino Rossi Finish ke-20 di Tes Qatar

0

RiderTua.com – Valentino Rossi di hari kedua mengatakan bahwa tidak ada perbedaan sasis tahun lalu dengan tahun ini. Hal ini diamini oleh Quartararo (Vinales belum mencoba). Karena target Yamaha adalah ‘memiripkan’ dengan sasis 2019 ‘yang lincah‘ yang dipakai Morbidelli tahun lalu.. Pengujian terus berlanjut di tim Yamaha, hingga menemukan paket yang tepat untuk bertarung musim ini.. Dan penyebab Valentino Rossi finish ke-20 di tes hari ke-2 Qatar adalah tidak adanya cukup waktu untuk melakukan ‘time attack’ dengan ban soft (ban mirip kualifikasi), dan meskipun dia di tim satelit juga bertugas mengembangkan sasis M1 2021. Jelas ini bukan waktunya kualifikasi namun mencari solusi..

Ini Penyebab Valentino Rossi Finish ke-20 di Tes Qatar

Setelah berada di urutan ke-20 dalam catatan waktu pada hari kedua tes pembukaan MotoGP Qatar, pembalap Italia itu yakin Yamaha harus kembali memakai cara yang berbeda untuk tes pramusim berikutnya dan terakhir.

Valentino dan Quartararo (tercepat hari kedua) dipisahkan oleh jarak 1,768 detik karena kehilangan waktu dengan ban soft untuk melakukan time attack. Tapi mencari waktu tercepat dalam pengujian dengan ban baru (seperti di kualifikasi) bukanlah perhatian terbesar Rossi.

“Yang pasti posisinya tidak fantastis dan juga waktu lap saya tidak fantastis, tapi hari ini saya merasa sangat tidak nyaman dengan motornya.. Pada akhirnya, sayangnya, saya punya masalah dengan motornya jadi saya tidak bisa membuat catatan waktu terbaiak (time Attack),” kata Rossi.

“Jika tidak, saya bisa sedikit meningkatkan waktu, tapi bagaimanapun ini bukan masalah. Masalahnya adalah saya tidak cukup cepat. Jadi sekarang kami perlu memeriksa data bersama dengan tim dan mencoba mengikuti cara lain untuk selanjutnya diuji. Kami sedikit kesulitan dengan ban, dengan cengkeraman, dan kami mencoba beberapa hal berbeda tetapi pada akhirnya kami tidak berhasil, tidak menemukan solusi,” tambah Valentino.

Rossi kesulitan terutama dalam akselerasi, karena tidak memiliki banyak grip ban belakang. Tim juga mencoba menggunakan motor dengan pengaturan yang mereka coba dalam dua hari ini, tetapi sekarang dalam dua hari ke depan sebelum tes terakhir mereka akan memeriksa datanya dan mencoba bersiap serta lebih kompetitif untuk tes berikutnya.

Sasis Kurang Lincah

Mungkin yang harus menjadi perhatian Yamaha adalah kesan Rossi terhadap sasis M1 baru 2021, yang bertujuan untuk bisa membuat motor tahun 2020 selincah model 2019, seperti yang digunakan oleh rekan setim Rossi dengan ‘A-Spec’, Franco Morbidelli.

“Hari ini kami terus menggunakan kedua sasis, tetapi kesan saya pada akhir dua hari adalah bahwa sasis baru sangat mirip dengan motor tahun lalu.. Ini tidak terlalu mirip dengan sasis M1 2019. Ini adalah sesuatu antara M1 2019 dan 2020. Tapi ketika saya melaju, saya merasa sangat, sangat mirip dengan versi M1 tahun 2020,” kata Rossi.

Maverick Vinales yang berada di urutan ke-9 secara mengejutkan mengatakan bahwa dia belum mulai bekerja dengan sasis baru M1 2020..

Fabio Quartararo memberikan penilaian senada dengan Rossi.. “Rasanya belum sama seperti M1 2019, saya harap itu akan berhasil.. Kami sedang mengerjakannya dan saya pikir ini sangat penting karena sasis motor 2019 sangat luar biasa,” kata pembalap Prancis itu.

“Kami ingin mengambil arah itu (sasis 2019), karena itu adalah kompromi terbaik. Kami berjalan ke arah itu dengannya, tetapi perasaannya belum sama. Tapi kami masih punya tiga hari untuk meningkatkan perasaan kami dan berusaha sedekat mungkin. mungkin untuk sasis 2019. “

Leave a Reply