Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha, Bukan Karena Marquez?

0
Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha
Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha

RiderTua.com – Yamaha terpuruk karena Marquez atau ban Bridgestone diganti Michelin? Pantaskah salahkan ban?.. Faktanya ketika era Bridgestone berakhir (2016), berakhir pula masa kejayaan Yamaha. Bisakah Yamaha keluar dari krisis gelar dunia?. Di musim 2020, Yamaha tidak memenuhi apa yang dijanjikan oleh para bintang MotoGP dan manajer tim. Untuk diketahui, secara teknis ban Michelin di MotoGP terkenal karena performanya dalam toleransi temperatur yang sempit (sensitif). Jadi Yamaha harus mendesain motor yang dapat membawa ban ke suhu yang diinginkan, terlepas dari kondisi di lintasan. Pada dasarnya, semuanya harus bekerja sama dengan baik… baik mesin, elektronik, sasis, geometri, dan lainnya. Sejak ditinggal Bridgestone tahun 2015 terakhir(Lorenzo masih bisa jurdun terakhir memakai ban BS di tahun itu).. Selanjutnya teknisi Yamaha mengalami kesulitan untuk membuat YZR-M1 bekerja dengan baik pada ban Michelin. Oleh karena itu muncul pertanyaan, seberapa besar kemungkinan pabrikan garpu tala itu akan mampu menyelesaikan masalahnya?.. 

Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha

Gelar terakhir Yamaha di MotoGP terjadi pada 2015. Tahun itu pabrikan asal Iwata-Jepang ini berhasil memenangkan persaingan, dan bukan kebetulan bahwa 2015 juga merupakan tahun terakhir dengan ban Bridgestone. Sejak saat itu, teknisi Yamaha mengalami kesulitan untuk membuat YZR-M1 bekerja dengan baik pada ban Michelin.

Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha
Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha

Masalah yang dihadapi Yamaha sebenarnya sangat sederhana, tetapi untuk menemukan solusinya bukanlah hal yang mudah. Para insinyur harus beradaptasi dengan ban saat mengembangkan motornya, bukan malah sebaliknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, M1 hanya sesekali berhasil mengelolanya. Dan saat motor Yamaha memiliki grip, dia dapat memanfaatkan sepenuhnya potensi kecepatan menikung. Namun, mereka belum mampu melakukan ini secara konsisten untuk merebut gelar sejak 2015. Meskipun pembalap kelas atas seperti Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Maverick Vinales, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli duduk di atasnya.

Bisakah Yamaha Keluar dari Krisis Gelar?

Namun di tahun 2020, dengan 7 kemenangan balapan adalah yang terbaik bagi Yamaha sejak era Bridgestone berakhir. Apakah ini menunjukkan bahwa Yamaha perlahan berhasil mengatasi masalahnya? Jawabannya adalah tidak. Karena 3 kemenangan yang diraih Morbidelli adalah dengan menunggangi Yamaha 2019. Sedangkan mesin 2020 menunjukkan performa yang jauh lebih mengecewakan.

Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha
Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha

Tiga pembalap yang akan mengendarai M1 2021 tahun ini adalah Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan Valentino Rossi. Mereka setuju, masalah terbesar yang perlu ditangani adalah hasil yang tidak konsisten di trek yang berbeda.

“Sepertinya kami tidak memahami masalah ban. Sulit dipercaya bahwa Yamaha menang pada satu akhir pekan, tetapi akhir pekan berikutnya kami sekali lagi berjuang dengan grip yang sangat-sangat banyak,” kata Rossi.

“Motor kami semuanya, atau tidak sama sekali. Kami harus menemukan sesuatu yang dapat kami gunakan, untuk memperjuangkan hasil yang baik di setiap balapan,” desak Quartararo.

“Ketika kami memiliki grip, sulit untuk mengalahkan kami, tetapi jika kami tidak menemukan grip, kami bertarung lebih kuat daripada pesaing kami,” kata Vinales.

Yamaha MotoGP Takahiro Sumi

Solusi Yang Bisa Diambil Yamaha

Jadi apa yang harus dilakukan Yamaha? Pertama-tama, mereka harus mengubah M1 sedemikian rupa sehingga dia kurang sensitif terhadap perubahan kondisi.

Tapi bagaimana cara melakukannya? Ini adalah aspek performa yang jauh lebih sulit daripada meningkatkan performa mesin atau performa pengereman. Itulah sebabnya Yamaha belum mampu memecahkan masalah ini. Pada dasarnya, semuanya harus bekerja sama dengan baik baik mesin, elektronik, sasis, geometri, dan lainnya.

Mungkin cara termudah untuk keluar dari penurunan performa ini adalah, dengan membuat replika motor 2019 yang membuat Morbidelli lebih sering naik podium daripada Quartararo, Vinales, dan Rossi.

Tetapi peraturan MotoGP tidak mengizinkan hal ini, karena perubahan darurat yang dilakukan untuk mengurangi biaya setelah adanya krisis kesehatan. Pada tahun 2021, pembalap harus menggunakan spesifikasi mesin 2020 mereka. Masalahnya bagi Yamaha adalah sasis 2019 dan 2020 menggunakan dudukan mesin yang berbeda, sehingga mesin 2020 tidak muat di sasis 2019.

Mungkin Yamaha 2021 menggunakan basis Frame 2019 dengan merubah dudukan untuk mesin 2020… Bisa jadi… Karena M1 2019 sudah terbukti lebih maknyuss dibanding versi terbaru..

Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha, Bukan Karena Marquez?
Era Bridgestone Berakhir, Berakhir Pula Masa Kejayaan Yamaha, Bukan Karena Marquez?

Karena Marquez atau Ban?

Marc Marquez datang ke MotoGP tahun 2013 (Bridgestone)dan langsung juara.. Tahun itu Yamaha menjadi runner-up dengan Lorenzo.. Tahun 2014 (Bridgestone)Marquez juga juara, Yamaha juga runner-up dengan Rossi, Tahun 2015 Lorenzo Juara (Bridgestone) runner-up Yamaha juga dengan Rossi.. Tahun 2016 ( Michelin) Yamaha hanya bisa runner-up sekali dengan Rossi, dan setelah itu (2017,2018,2019) Dovi runner-up.. Dan ditahun yang khusus ( 2020) Yamaha kembali menjadi runner-up dengan Morbidelli.. Jadi Yamaha terpuruk karena Ban Michelin atau Marquez? 

Leave a Reply