Campakkan Dovizioso Demi Pembalap Muda, Sebanding?

Dovizioso: Tidak Mudah untuk Menyalip
Dovizioso: Tidak Mudah untuk Menyalip

RiderTua.com – Campakkan Dovizioso demi pembalap muda, sebandingkah?.. Kita akan bisa melihat hasilnya di Musim MotoGP 2021… Andrea Dovizioso telah kehilangan semua dukungan di tim merah. Tentu saja, itu adalah hak Ducati Corse, untuk menggantikan Dovizioso dan Danilo Petrucci yang berusia 34 tahun dengan pembalap yang lebih muda. Tapi cara Dovizioso dicampakkan setelah 8 tahun berjasa di Ducati tidak bisa dijelaskan. The Reds tidak membantu diri mereka sendiri. Dan sebagian motifnya tersembunyi dan tidak bisa dipahami, bahkan terkadang terkesan curang.

Campakkan Dovizioso Demi Pembalap Muda, Sebandingkah?

Dovizioso secara terbuka mengkritik kelemahan Ducati di MotoGP Sachsenring 2019. Dia melampiaskan amarahnya, karena Marc Marquez secara konsisten berada di posisi pertama dan kedua. Sementara Desmosedici nyaris tidak masuk 5 besar, di beberapa trek dan dalam beberapa kondisi. Itulah mengapa Petrucci merasa sangat sulit untuk memastikan kemenangannya di GP Mugello tahun lalu.

Campakkan Dovizioso Demi Pembalap Muda
Campakkan Dovizioso Demi Pembalap Muda

Pada Mei dan Juni 2020, direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti masih mendengar bahwa kontrak dengan Dovi akan diperpanjang 1 hingga 2 tahun. Namun, setelah dua MotoGP Jerez, Pecco Bagnaia dinyatakan sebagai pembalap baru Ducati. Dia digambarkan sebagai pembalap teladan yang ahli meniru gaya membalap Marc Marquez. Berbeda dengan Dovi, dia memahami bagaimana motor GP-20 harus dikendarai di trek seperti Jerez. Pada saat yang sama, Ciabatti menegaskan, “Kami hanya akan bernegosiasi dengan Dovi lagi setelah GP Spielberg kedua. Mungkin kemudian dia akan memenangkan balapan dan memiliki mood yang lebih baik.”

Dovizioso memulai musim 2020 dengan bayaran sekitar 4 juta, namun kemudian menerima potongan karena krisis kesehatan dunia. Untuk musim 2021, dia mungkin meminta lagi 4 juta. Pada bulan Mei, manajer Simone Battistella di KTM berusaha menawarnya. Sementara Miller dan Bagnaia mau dibayar kurang dari jumlah itu. Namun mereka berdua dinilai kurang memiliki konsistensi seperti Dovi dan Petrucci. Tapi Ducati telah memutuskan untuk tidak memakai Dovi lagi. Sejak pembalap Nomor 04 itu membuat kekacauan pada Agustus lalu. Manajemen Ducati terlihat sangat bingung.

Dovizioso membutuhkan semua dukungan untuk tahun 2020, terutama setelah cedera berkepanjangan yang dialami rival bebuyutannya Marc Marquez. Karena hal itu memberikan kesempatan bagi Yamaha dan Suzuki, agar semua pembalapnya tampil maksimal musim ini.

Ducati MotoGP
Campakkan Dovizioso Demi Pembalap Muda

Ada Apa dengan Ducati?

Tidak ada yang mengerti, mengapa Ducati membuat marah pembalap seperti Dovizioso sampai dia pergi secara sukarela. Satu kecurigaan tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Dovi harus pergi karena manajemen puncak Ducati tidak mengatasinya pada musim gugur 2019. Battistella menggunakan haknya untuk tidak memperbarui kontrak satu tahun Bautista dengan Ducati setelah 2019.

Akan sangat menarik untuk melihat, apakah Ducati dengan rookie Bastianini, Marini dan Martin serta Miller, Bagnaia dan Zarco akan melakukan lebih baik secara signifikan pada tahun 2021. Ketimbang tahun ini dengan beberapa pembalap veteran. Setidaknya di atas kertas, barisan ini tidak terlihat terjadi penguatan. Dan motor GP20 sepertinya tidak terlalu bertenaga. “Ini buruk,” keluh Dovizioso setelah menempati posisi ke-13 di MotoGP Teruel. Dan pada titik tertentu tidak hanya motor yang akan diuji, tetapi juga manajer Ducati yang bertanggung jawab dengan mendepak Dovi dan Petrucci.

Sejauh musim MotoGP 2020, Yamaha, Suzuki dan KTM telah memenangkan 9 dari 11 seri balapan. Sementara Ducati memenangkan masing-masing satu, Andrea Dovizioso di GP Spielberg dan Danilo Petrucci di Le Mans. Dan kedua pemenang balapan tidak lagi menjadi bagian dari lineup Ducati pada musim 2021 mendatang.

Dalam balapan, semuanya adalah tentang kesuksesan. Itulah mengapa, sangat mengejutkan ketika tim balap seperti Ducati, memensiunkan pemenang GP 15 kali dan runner-up dalam tiga tahun terakhir, dan menggantikannya dengan Miller dan Bagnaia.

Be the first to comment

Leave a Reply