Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat!

Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat
Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat

RiderTua.com – Pantesan mesin inline-4 keok di trek dingin.. Pol Espargaro mengatakan, Ducati berhasil meningkatkan suhu ban sangat cepat.. Pembalap KTM ini mempelajari performa Ducati dari dekat selama beberapa lap. Setelah GP Spielberg dan Misano, pembalap Red Bull KTM itu berhasil finis di posisi ke-3. Dia berhasil menyalip pembalap Suzuki Alex Rins dan pembalap Ducati Andrea Dovizioso. Menurutnya, gelaran MotoGP 2020 ini sangat menarik beda dengan musim-musim sebelumnya.

Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat

Pol Espargaro mengeluarkan strateginya untuk menghadapi kondisi hujan di Le Mans. Seperti yang pernah dilakukannya di GP Valencia, yang juga diguyur hujan pada 2018 lalu.

Dia tampil mengesankan di tengah guyuran hujan pada latihan hari Jumat. Tahun 2019 lalu, Pol finis di urutan ke-6 di Le Mans namun di kondisi lintasan yang kering. Di GP Prancis ini dia berhasil meraih tempat ke-3, dan podium untuk ketiga kalinya tahun ini.

Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat-Red Bull KTM MotoGP
Pol: Ducati Berhasil Meningkatkan Suhu Ban Sangat Cepat

Performanya meningkat, dia kembali ke posisi ke-8 dalam klasemen dengan perolehan 73 poin. Dan KTM kembali ke posisi ketiga dalam klasemen konstruktor (merek)MotoGP, di depan Suzuki!

Ducati berhasil meningkatkan suhu ban sangat cepat..”

Pol Espargaro mempelajari performa Ducati dari dekat selama beberapa lap. Pada hari Sabtu, dia sudah mulai menelisik tentang traksi motor Desmosedici. Dan dia menyaksikan bagaimana Petrucci, Andrea Dovizioso, dan Miller berusaha meraih podium, sebelum Alex Márquez merebut posisi pasukan Ducati di tempat ke-2 bersama Repsol-Honda.

Pol mengatakan, “Ya, Ducati luar biasa, terutama di awal balapan, mereka berhasil meningkatkan suhu ban sangat cepat. Tapi pada akhirnya saya melihat Andrea Dovizioso kesulitan membuka throttle. Dia lalu melakukan ‘short shifting’ di sebagian besar tikungan saat berakselerasi. Hal ini dilakukan agar tetap menemukan cengkeraman, sehingga suhu ban bisa naik lebih cepat dari biasanya.”

“Saya merasa pada akhirnya saya lebih diunggulkan saat berakselerasi. Kemudian saya bisa melawannya, dimana pada awalnya itu adalah ketidakmungkinan. Saya hati-hati karena sangat licin dengan ban belakang dan depan. Tapi seiring berjalannya waktu, itu menjadi lebih baik dan lebih baik.”

“Performa motor saya semakin baik sejak pertengahan balapan. Saat saya memegang kendali, saya menemukan ritme yang bagus. Pada titik tertentu saya menyadari bahwa jarak ke Rins di depan saya tidak bisa lagi bertambah.”

“Saya kemudian mengerem lebih lambat dari yang dia lakukan, saya menyalipnya lagi. Saat itulah saya mulai percaya pada kesempatan saya naik podium. Tapi sebelum pertengahan balapan, saya mengalami masalah serius.”

Pemilihan Ban yang Tepat

Pol melanjutkan, “Pada akhirnya saya bisa saja menggunakan ban depan medium. Kami hampir beralih ke ban medium, tapi kemudian kami memakai ban soft. Tetapi membuat saya kurang yakin, kurang berani dan kurang percaya diri untuk mengambil langkah ini.”

“Siapa yang tahu, jika kita berjuang, kita dapat meraih hal yang mungkin tak terpikirkan. Tapi mungkin saya tidak akan bisa melewati garis finis karena itu. Seperti yang saya katakan, di tengah balapan kami bahkan mengalami masalah dengan ban soft di depan.”

“Jadi saya tidak mengeluh, saya naik podium karena ini. Saya senang karena saya telah meraih tiga podium dalam lima balapan terakhir. Kami sekarang memiliki lima balapan tersisa dalam enam minggu. Ini akan menghibur. Fase terakhir Kejuaraan Dunia MotoGP akan menarik.”

Optimis di Aragon

Pembalap MotoGP Red Bull KTM itu sekarang menantikan dua balapan Kejuaraan Dunia di Aragón. Terutama karena dia tahu bahwa motor KTM RC16 kompetitif di hampir semua trek dan di semua kondisi.

Dia menjelaskan, “Motor kami meningkat, kami bisa mencapai hasil yang sangat bagus hari ini bahkan dalam kondisi kering. Mungkin akan sulit naik podium di trek kering, karena Yamaha menampilkan performa yang kuat pada latihan bebas Jumat dan Sabtu.”

“Tapi kami pasti akan berakhir dengan podium. Saya juga suka Aragon. Saya menang di sana di Kejuaraan Dunia 125cc dan Moto2. Tetapi pada tahun 2018, saya mematahkan tulang selangka saya di sana. Dan tahun lalu pergelangan tangan saya patah saat berlatih di sana.”

“Saya belum pernah balapan di sana sejak 2017. Itulah mengapa saya berharap hasil yang bagus kali ini. Mungkin kami bisa naik podium lagi di sana, jika kami bisa memanfaatkan momentum dari beberapa balapan terakhir kami. “

Be the first to comment

Leave a Reply