MotoGP Terindah di Akhir Karir Rossi

MotoGP Terindah di Akhir Karir Rossi
MotoGP Terindah di Akhir Karir Rossi

RiderTua.com – Valentino Rossi justru merasakan hal terbaik di akhir atau penghujung karir MotoGP-nya. Menurutnya tahun ini adalah musim terindah dalam dunia balap: “Ini adalah MotoGP terindah sepanjang masa” katanya.. Pembalap Italia itu membandingkan MotoGP saat ini dengan musim sebelumnya. Setiap detail harus dijaga dan jarak antara tim pabrikan dan satelit di’nol’kan alias tidak ada bedanya antara tim satelit dan tim resmi. Faktanya Quartararo kini memimpin, Bagnaia dan Miller melejit dibanding tim resmi Ducati… Semakin banyak pembalap tim satelit bisa menang seri.. Kini Rossi sedang mempersiapkan rencana besarnya kedepan, bagi dirinya, VR46 bahkan bagi dunia balap MotoGP secara luas..

MotoGP Terindah di Akhir Karir Rossi

Musim ini akan menjadi musim MotoGP yang akan diingat untuk waktu yang lama, tidak hanya karena krisis dan konsekuensinya dalam kalender balap. Catatan waktu yang sangat dekat antar pembalap menunjukkan bahwa beberapa selisih waktu nol koma detik dapat menciptakan celah yang sangat buruk. Valentino Rossi sangat menyadari hal ini, dan tahun ini dia balapan untuk tahun ke-25 di Kejuaraan Dunia MotoGP. Sekarang pertarungan sangat ketat, sepuluh besar pembalap hanya dalam rentang waktu setengah detik.

Rossi di MotoGP Hingga 46 Tahun, yang Lain Pensiun Muda
MotoGP Terindah di Akhir Karir Rossi

Pembalap dan tim harus mengerjakan setiap detail, persiapan fisik, gaya balap. Pembalap harus beradaptasi dengan ban, semuanya dalam keseimbangan yang rumit. “Hal ini sangat sulit dan itu salah satu perbedaan terbesar dibandingkan sepuluh atau 15 tahun lalu. Tapi hanya itu, jika Anda ingin bersaing di sana, Anda harus mengerjakan setiap detail dan Anda tidak boleh melambat satu tikungan pun”.

Ketika ditanya MotoGP jaman dulu atau sekarang yang lebih baik, Rossi menjawab.. “Menurut saya, kami sekarang mengalami kondisi balapan MotoGP terindah sepanjang masa”. Walau jelas dari segi hasil, Valentino Rossi lebih senang dengan bagian pertama dalam karirnya. “Saya lebih menyukainya di tahun 2000-an karena saya lebih banyak menang”.

Pindah ke tim satelit

Tahun-tahun berlalu, peraturan berubah. ECU yang diseragamkan dan pemasok ban tunggal Michelin telah mengurangi perbedaan kesenjangan atau gap antar pembalap. Bahkan antara tim pabrikan dan satelit tiada bedanya. Tahun depan Valentino akan pindah ke Yamaha Petronas. Banyak yang menyebutnya sebagai ganti kulit saja, seperti yang ditunjukkan oleh hasil Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.

Valentino Rossi akan berbagi garasi dengan Franco Morbidellidi di akhir karir nya. Hal ini yang membuat anak didiknya itu bersemangat.. “Saya hanya berpikir untuk menempatkan ban di depannya (menyalipnya). Ketika saya menemukan diri saya di trek bertarung dengan Vale, ada perasaan yang berbeda. Dengan dia saat bertarung saya selalu tersenyum dan itu bagus, terutama di MotoGP, bisa bertarung dengan seseorang dengan tersenyum,” kata Franky..

Valentino Rossi hanya menandatangani kontrak untuk satu musim. Namun dengan Petronas SRT dan anak didik bersamanya membuat dia mengakhiri karirnya dengan cerita berkesan juga.. Ibarat menyerahkan tongkat estafet ke anak didiknya..

Be the first to comment

Leave a Reply