Mengais Mesin Terbakar, Memburu Gelar!

Pemimpin Kejuaraan Dunia MotoGP saat ini, Fabio Quartartaro tidak lagi memiliki mesin baru di sembilan balapan tersisa

Rossi Diabaikan, Pengembangan Yamaha Fokus Vinales Inilah Hasilnya
Mengais Mesin yang Terbakar, Demi Memburu Gelar

RiderTua.com – Kondisi tim Yamaha MotoGP kedengarannya miris.. Mengais mesin yang terbakar, demi memburu gelar.. Sebuah keberuntungan dalam kesialan, dimana mesin yang terbakar milik Maverick Vinales yang terhempas dari kecepatan 210 km / jam di GP Styria masih dapat diselamatkan. Engine M1 itu dibiarkan dalam alokasi, seperti yang dikonfirmasi Lin Jarvis. Entah hanya dipakai untuk latihan dan kualifikasi atau justru untuk balapan. Karena yang rusak adalah rem atau mungkin rangka mesin karena bekas nabrak pembatas.. Sementara Quartararo sebagai pemimpin klasemen, kini memakai jatah mesin terakhir (ke-5).. Dia kehabisan mesin segar untuk tetap tampil memimpin kejuaraan dunia saat ini..

Mengais Mesin Terbakar, Memburu Gelar

Mengais Mesin yang Terbakar, Demi Memburu Gelar
Mengais Mesin yang Terbakar, Demi Memburu Gelar

Dalam tiga balapan terakhir, Yamaha tidak lagi mengalami kerusakan mesin, tetapi Quartararo dan Vinales tidak finis 6 besar. Yamaha sedang dalam krisis daya saing.

Yamaha memulai musim 2020 dengan pasukan terkuat sejak tahun 2002. Dalam tes pramusim, Maverick Vinales terlihat sebagai penantang utama Marc Marquez, karena Dovizioso dan Ducati mengeluhkan kesulitan adaptasi dengan ban belakang Michelin yang baru.

Tapi tiga kegagalan mesin utama di Jerez di alami Rossi, Morbidelli dan Vinales membuat para petinggi balap Yamaha garuk kepala bukan karena gatal.. Masalah terdeteksi akibat kelemahan di part engine valve. Tim Jepang meminta izin dari aliansi pabrikan MSMA untuk membuka mesin segel yang belum rusak dan menukar klep dengan part baru, atas nama keselamatan.

Tetapi pabrikan lawan tidak begitu mudahnya meloloskan. Mereka ingin memastikan bahwa valve atau klep baru tidak akan berkontribusi pada peningkatan performa mesin. Karena pengembangan mesin telah dibekukan dari Maret 2020 hingga akhir musim 2021.

Yamaha tidak bisa atau tidak mau memberikan bukti bahwa ‘klep’ yang diduga rusak mempengaruhi performa. Mereka menarik permintaan penggantian komponen itu sebelum GP Austria kedua. Penyelidikan lebih rinci menunjukkan bahwa panas ekstrem 42 derajat mungkin menjadi penyebab kerusakan mesin di Jerez, klaim Yamaha.

Fabio Quartararo- Maverick Vinales- Valentino Rossi- Yamaha MotoGP

Mesin M1 ‘Diperlambat’

Alternatif lain demi menjaga jatah mesin bisa hingga akhir musim adalah menghematnya.. Dengan cara menurunkan putaran mesin hingga 500RPM. Kecurigaan ini bukan tanpa dasar, di mana top speed rata-rata pembalap Yamaha terburuk di GP Brno dan Spielberg dan beberapa pernyataan dari para pembalap yang tertekan.

Melihat jumlah poin di lima Grand Prix pertama juga mendukung tesis pengurangan kecepatan. Sementara itu, pasukan Yamaha terlihat merasa tidak nyaman, meski Managing Director Lin Jarvis yakin bahwa semua pembalapnya akan melewati musim dengan lima mesin yang dibutuhkan.

Mengais Mesin Terbakar, Memburu Gelar

Memakai Mesin Motor bekas Crash

Beberapa upaya dilakukan seperti memakai mesin ‘bekas kecelakaan’, meskipun ini bukan Yamaha saja yang melakukan (tim lain pastinya juga pernah).. Mesin Vinales yang terbakar setelah jatuh di speed 210 km / jam di MotoGP Styria masih bisa diselamatkan dan dibiarkan masuk dalam alokasi, seperti yang dikonfirmasi oleh Lin Jarvis.

Namun, situasi mesin di Yamaha tampaknya tidak terlalu nyaman. Karena Quartararo sudah memakai mesin kelima (dan terakhir).. Valentino Rossi, Morbidelli memakai mesin yang keempat. Termasuk mesin balap Vinales di GP Spielberg, yang dapat diselamatkan dari ‘kematian’ yang menyakitkan dari api.

Yamaha Memakai Mesin Minus 300 RPM

Quartararo Kehabisan Jatah Mesin

Pemimpin Kejuaraan Dunia MotoGP saat ini, Fabio Quartartaro tidak lagi memiliki mesin baru di sembilan balapan tersisa.. Tiga pembalap Yamaha lainnya masih memiliki satu mesin per balapan, mesin mereka rata-rata menempuh jarak sekitar 500 km. Di mana masa kerja mesin 2.500 hingga maksimum 3.000 km.

Jika pembalap Yamaha harus memakai mesin baru tambahan (mesin keenam).. Mereka harus start dari pit lane (5 detik setelah lampu hijau), dan berharap keberuntungan.. Sementara itu Alex Rins (Suzuki) juga kehilangan ( ditarik) satu mesinnya dari alokasi di seri Austria.

Memburu Gelar Dunia 2020

Mampukah Yamaha dan Quartaro juara dunia tahun ini.. Terutama Maverick Vinales yang bahkan harus mengais mesin terbakar, demi memburu gelar..? .. Namun ini adalah MotoGP, apapun bisa saja terjadi, tidak ada yang tidak mungkin.. Never Say Never

Be the first to comment

Leave a Reply