Real Madrid Harus Melawan Agen Jonathan Barnett untuk Mendepak Bale dari Klub

Sebentar lagi Gareth Bale kembali ke Liga Premier?

RiderTua.com – Bola – Sudah dua kali musim panas, Real Madrid memprioritaskan Gareth Bale masuk daftar nomor 1 sebagai pemain yang akan dijual. Namun Los Blancos harus melawan agen Jonathan Barnett untuk bisa mendepak Bale dari klub.

Real Madrid Harus Melawan Agen Jonathan Barnett untuk Mendepak Bale dari Klub

Dilansir dari Marca, masa kejayaan Bale bersama Madrid telah berakhir. Kini klub sangat menginginkan bintang asal Wales itu untuk menyingkir dari pandangan mata mereka. Mereka melakukan segala cara untuk mengeluarkan Bale dari Santiago Bernabeu.

Namun sayang, gaji Bale yang mencapai 30 juta Euro per tahun menjadi penghalang bagi calon pembeli. Bayarannya dinilai terlalu tinggi. Madrid pun juga merasa keberatan membayar gaji setinggi itu, untuk pemain yang tak lagi ‘digunakan’ Zidane.

Bagaimanapun, Bale tidak ingin meninggalkan Real Madrid. Jalan keluar untuk masalah ini hanya dapat diselesaikan oleh sang agen, Barnett. Menurut majalah Forbes, saat ini Barnett adalah agen paling kuat di dunia.

Keterlibatan Barnett yang paling terkenal dengan olahraga mungkin terjadi pada tahun 2005. Yakni ketika dia menjadi perantara kesepakatan antara Arsenal dan Chelsea untuk transfer Ashley Cole.

Namun, agen tersebut pernah terlibat masalah. Dia melakukan pertemuan ilegal dengan pelatih Chelsea Jose Mourinho dan Peter Kenyon kepala eksekutif Chelsea saat itu. Insiden ini menyebabkan Barnett kehilangan lisensinya keagenannya selama 18 bulan.

Real Madrid Harus Melawan Agen Jonathan Barnett untuk Mendepak Bale dari Klub
Real Madrid Harus Melawan Agen Jonathan Barnett untuk Mendepak Bale dari Klub

Memuluskan Transfer Bale dari Tottenham ke Real Madrid

Saat Presiden Real Madrid Florentino Peres memburu Bale dari Tottenham, Barnett-lah orang yang berhasil membujuk Presiden Spurs Daniel Levy untuk melepas pemain 31 tahun itu. Kini kontrak Bale sangat bermasalah dengan Real Madrid, terutama pada saat klub mengencangkan ikat pinggang mereka usai dihajar krisis keuangan karena wabah.

Dia sangat nyaman dengan kehidupan di luar lapangan di Spanyol. Dia tinggal di rumah besar La Finca yang dulu dimiliki Kaka. Dan dia menikmati kontrak bersihnya senilai 15 juta euro dan masih memiliki sisa kontrak selama 2 tahun.

Sayangnya, sifat berantakan yang dia tunjukkan akhir-akhir ini membuat kemungkinan perceraian antara kedua bakal benar-benar terjadi. Keretakan hubungan antara Bale dan Madrid menyebabkan situasi yang mendorong orang untuk melupakan betapa luar biasanya Bale bagi klub.

Real Madrid Harus Melawan Agen Jonathan Barnett untuk Mendepak Bale dari Klub

Kawan Jadi Lawan

Pada 2013 lalu, Real Madrid memiliki Barnett yang berhasil membantu klub mendapatkan pemain top itu. Tetapi sekarang, mereka berbalik akan melawan sang agen secara langsung. Mereka tahu Barnett akan berjuang untuk setiap sen yang akan diperoleh Bale hingga Juni 2022.

Sebuah tawaran diterima oleh Barnett pada 2019, yakni dari sebuah klub asal Tiongkok. Bale ditawari kontrak senilai 25 juta euro per musim, namun kepindahan ini dengan cepat digagalkan oleh Los Blancos. Dimana mereka menuntut sedikit biaya transfer dari Jiangsu Suning.

Barnett sangat marah atas perubahan pendekatan yang dilakukan Madrid ini. Dia menolak berurusan dengan tawaran lebih lanjut untuk Bale di sisa jendela transfer musim panas ini. Dia meyakinkan semua orang bahwa Bale akan menyelesaikan kontraknya di ibu kota Spanyol itu.  Dan dia berpegang teguh pada kata-katanya sejak saat itu.

Perez tahu bahwa sang agen harus ditangani dengan hati-hati. Itulah mengapa, Zidane selalu berusaha menghindari konfrontasi publik dengan Bale. Terutama setelah pernyataannya yang terkenal ‘jika dia pergi sebelum besok, itu akan lebih baik’, pernyataan yang dikeluarkannya pada musim panas 2019.

Zidane tetap diam sejak itu, tetapi tindakannya mungkin berbicara lebih keras daripada kata-kata apa pun. Pemain asal Wales itu merasa sulit untuk masuk ke tim sebelum Natal, dan kemudian benar-benar membeku setelah musim ditunda karena wabah, 

Situasi per 17 Agustus 2020 antara Real Madrid kontra Bale, mengingatkan pada Perang Dingin dalam skala yang jauh lebih kecil. Kedua belah pihak menunggu lawan, untuk melakukan tindakan yang mengganggu jalan yang sudah buntu.

Los Blancos sudah tidak lagi menggantung jersey Bale di toko resmi klub, meski masih dijual berdasarkan permintaan. Sementara sang pemain dan Barnett membuat kemungkinan pergi dengan sesakit mungkin untuk juara LaLiga Santander itu.

Be the first to comment

Leave a Reply