Wajar Banyak Orang Kagum dengan Valentino Rossi, Alex Briggs Ungkap Kepribadian The Doctor

Alex Briggs sudah mengalami pensiunnya Mick Doohan, dengan siapa dia mulai terjun di dunia balap dalam kelas tertinggi MotoGP. Namun, dengan Valentino Rossi dia meyakinkan bahwa itu berbeda

Valentino Rossi: Selamat Tinggal Alex Briggs
Valentino Rossi: Selamat Tinggal Alex Briggs

RiderTua.com – Alex Briggs adalah mekanik kawakan di Yamaha Monster Energy MotoGP. Enam tahun bekerja sebagai mekanik untuk Mick Doohan di Honda dan 20 untuk Valentino Rossi di Honda, Ducati dan Yamaha. Doohan yang menurutnya pembalap paling serius, kebalikan dari Rossi yang sangat-sangat lucu. Selama 20 tahun bekerja dengan Valentino Rossi dia sangat enjoy karena Rossi penuh dengan canda, apapun pasti di selingi guyonan.. Dia belum pernah melihat Rossi panik, marah-marah di garasinya.. Menurut Briggs, Valentino bisa sangat riang dan berkonsentrasi pada saat yang sama.. Briggs sudah merasakan bagaimana ditinggal pensiun Doohan, namun jika nanti ditinggal Rossi pensiun akan berbeda rasanya… Wajar banyak orang kagum dengan Valentino Rossi, Alex Briggs ungkap kepribadian The Doctor di paddock dalam sebuah wawancara dengan media Bike SA berikut ini..

Wajar Banyak Orang Kagum dengan Valentino Rossi, Alex Briggs Ungkap Kepribadian The Doctor

Alex Briggs Valentino Rossi
Alex Briggs- Valentino Rossi

Mekanik Monster Energy Yamaha itu berbicara panjang lebar tentang kekagumannya dengan pembalap Italia itu. Selama bekerja dengan Valentino, dia menunjukkan kegembiraanya.. Saat bekerja dengan Doohan, dia mengatakan bahwa “Dia (Doohan) adalah pembalap paling intens (sangat serius) yang pernah saya tangani. Rossi justru sebaliknya. Valentino dan Doohan sama-sama punya keinginan membara untuk menang. Tapi dia menghadapi balapan secara berbeda. Valentino lebih cepat dia semakin bahagia. Dia suka bercanda, bisa tentang apa saja, tentang posisi grid atau tikungan pertama. Seperti yang anda lihat dalam wawancara, dia hampir seperti biasanya. Sangat-sangat lucu. Dia sangat ceria dan berkonsentrasi pada saat yang sama,” kata Briggs dalam sebuah wawancara dengan media Bike SA Magazine.

Belum Pernah Melihat Rossi Panik

Alex Briggs juga menyoroti mentalitas Rossi selama perlombaan dan kemampuannya untuk tidak kehilangan konsentrasi. “Valentino adalah salah satu pemikir karir terbaik yang pernah saya temui. Semuanya ada di bawah kendali. Aku belum pernah melihatnya panik. Pembalap lain yang masih belajar, seperti Fabio Quartararo, misalnya, harus memiliki segalanya untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa mereka bisa menang. Rossi mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi. Bukan hanya itu saja. Kita bisa melihat dia membalap dengan gairah atau semangat murni,” katanya.

Rossi Hapal dalam 3 hari

Dalam wawancara itu Briggs juga mengingat saat dia menemui Valentino pertama kali di awal tahun 2000-an. Rossi menjadi pendatang baru di Honda. “Ketika dia bergabung dengan kami pada tahun 2000, dia telah memenangkan dua gelar dunia. Apa yang paling mengesankan saya? Dalam tiga hari, semua nama kami diketahui. Dia mengetahi jika kami punya pacar atau istri, kami punya anak dan apa yang mereka lakukan. Dia merasa senang pada kami… itu mengagumkan. Ada pembalap yang bekerja selama bertahun-tahun di tim yang sama dan tidak tahu nama atau situasi keluarga mekanik mereka,” kenangnya.

Pindah dari Honda ke Yamaha

Setelah beberapa waktu mereka bersama di Honda, akhirnya pindah ke Yamaha. Tantangan baru bagi pembalap Italia itu, yang berhasil mengubah tim dan dia sendiri. “Dilihat dari sudut pandang mekanik sangat mengagumkan ketika kami bergabung dengan Yamaha. Suatu hari Jeremy Burgess dan Valentino Rossi memperbaiki masalah yang sudah lama dialami Yamaha. Itu terjadi saat pertama kali kami di Malaysia saat tes. Kali ini tangki tidak sesuai dengan pembalap. Kami mengidentifikasi masalahnya dan menemukan solusi untuk para insinyur Jepang yang terpana,” kata Briggs.

Pindah Petronas?

Bagaimana dengan kepindahan Rossi ke Petronas apakah akan menjadi hambatan bagi Rossi?… Dimana tentunya merupakan langkah penting Valentino Rossi untuk memastikan dirinya terus menang. “Saya pikir membawanya pada tantangan baru ini adalah langkah strategis. Dia tahu dia bisa mengandalkan kita. Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir tentang bertemu dengan tim baru, memahami mereka, dan mempercayai mereka. Kami bertekad untuk menang, jadi dia tidak perlu khawatir tentang ini. Dia hanya harus fokus untuk mengenal motor baru, metode kerja baru, dan insinyur baru,” tegas Briggs.

Rossi selalu menghormati pekerjaan dan usaha orang-orang di sekitarnya

Alex Briggs juga menyoroti suasana hati Rossi yang selalu baik. Dia memastikan bahwa dia selalu memotivasi mereka dengan sikap dan dedikasinya. “Anda melihat dia turun dari motor dengan senyum setelah bersenang-senang dan itu adalah motivasi yang hebat. Dia selalu mendukung kita tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kami merasakan tekanan tak terlihat yang datang darinya,” jelasnya.

Valentino Rossi 2020

Tidak Pernah melihat Rossi Marah-marah

Dan juga di saat-saat yang buruk, dia mengambil pelajaran dari The Doctor. “Saya belajar dari Valentino bahwa Anda tidak bisa menyerah dan Anda tidak bisa kehilangan kendali. Dalam 20 tahun berkompetisi bersama, kami memiliki pertarungan yang fantastis, tetapi juga balapan yang mengerikan. Saya belum pernah melihat Rossi menendang panel atau melempar helm. Bahkan setelah kehilangan kejuaraan, dia tidak kehilangan kendali. Dia selalu menghormati pekerjaan dan upaya orang-orang di sekitarnya. “

Beda Ditinggal Doohan dan Rossi

Dan setelah seumur hidup di sisinya, dalam beberapa bulan terakhir bayangan pensiun telah berada dalam bayangannya. Alex Briggs sudah mengalami pensiunnya Doohan, dengan siapa dia mulai terjun di dunia balap dalam kelas tertinggi MotoGP. Namun, dengan Rossi dia meyakinkan bahwa itu berbeda. “Mick pensiun dengan cedera serius. Dengan Valentino berbeda. Akhir-akhir ini, orang lupa bahwa dia hanya mencintai sepeda motor. Dia menikmati mengendarai sepeda motor di sirkuit dengan teman-temannya, dan berhenti dan berbicara dengan mereka tentang hal itu. Tidak peduli berapa pun usianya, ketika kita melihatnya tersenyum dan bahagia untuk lap cepatnya, dia memotivasi kita dan menyalakan api di dalam diri kita, ” katanya.

Hanya ada satu pria berusia 41 tahun dalam kelompok anak muda ini- Siapa dia-1

Karena itu, mundurnya Rossi tidak direncanakan dalam waktu dekat. “Saya pikir kami akan melihat dia bersaing selama dia terus menikmatinya. Aku yakin jika di GP Qatar kami menang atau naik podium, orang-orang akan mulai berbicara dengan cara berbeda. Saya pikir kita harus menikmati menonton seorang juara yang suka berkompetisi,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply