Valentino Rossi Selesaikan Masalahnya di Yamaha dengan Style dan Kewibawaan

Valentino Rossi Selesaikan Masalahnya dengan Style dan Kewibawaan

RiderTua.com – Bos tim Yamaha MotoGP Lin Jarvis tidak menduga Valentino Rossi keluar dari masalah dengan begitu cepat. Juara dunia sembilan kali itu berada di urutan 8 hingga 10, sampai mesin M1-nya meledak di GP Jerez. Namun superstar itu berubah di GP Andalusia, tujuh hari kemudian dengan ‘menyentuh’ podium.. Menurut Jarvis: Valentino Rossi selesaikan masalahnya dengan style dan kewibawaan nya…

Valentino Rossi Selesaikan Masalahnya dengan Style dan Kewibawaan

Valentino Rossi Sebut Yamaha Siapkan Motor M1 yang Lebih Kuat dari Ducati dan Honda Tahun Depan

Pada seri Jerez di balapan pertama, Rossi bertukar pikiran secara verbal dengan direktur balap Michelin Piero Taramasso. Dimana menuduh sang superstar itu tidak mengadopsi gaya hang-off dari para pembalap generasi muda.

Rossi menjawab bahwa hasil buruknya bukanlah hasil dari gaya balapnya kuno. Tetapi desain ban baru Michelin terlalu lunak untuknya. “Saya selalu mencapai hasil terbaik saya dengan motor yang disetel keras,” kata pembalap Italia berusia 41 tahun itu.

Valentino Rossi mengatakan tentang kemajuannya setelah melakukan diskusi sengit dengan Yamaha tentang beberapa “masalah politik”. Dan kemudian menerima izin dari Jepang untuk merubah apa yang diperlukan dengan kepala kru David Munoz. Istilahnya membangun kembali motor bersama dengan David Munoz

Valentino-Rossi-MotoGP-Jerez- David Munoz
David Munoz

Setingan ke 4 Motor Yamaha Sama

Namun Lin Jarvis tersenyum melihat reaksi Rossi. “Valentino menggunakan istilah ‘politik’, tetapi sebenarnya kata ini tidak sepenuhnya benar. Kami memiliki empat motor di lintasan, tiga mesin resmi 2020, motor Franco Morbidelli adalah ‘Spek-A’, campuran antara versi 2019 dan 2020 yang memiliki basis yang sedikit berbeda. Namun dari setingan hingga Jerez GP kedua, keempat pembalap umumnya mengikuti arah yang sama”.

Menurut Jarvis, Valentino bermasalah dengan setingan ini untuk waktu yang lama, tidak hanya pada saat di Jerez. Dia menderita masalah ban dan tidak merasa nyaman dengan motornya. Keseimbangan motor tidak bekerja untuknya. Karena itu, dia menginginkan perubahan setelah mencoba mempertahankan setingan ini untuk GP Jerez pertama.

Tetapi hasilnya juga sangat mengecewakan baginya. Untuk keluar dari situasi ini, Valentino ingin melakukan perubahan. Dia ingin mendapatkan kembali perasaan yang dia miliki dengan M1 di masa lalu ketika menggunakan pengaturan yang berbeda. Jadi dia harus meyakinkan insinyur balap Jepang untuk membuat pengaturan ke arah yang berbeda, tambah Lin Jarvis.

Lin Jarvis- Valentino Rossi - Motogp 2021

Style dan Martabat

“Itu bukan masalah politik. Itu bisa digambarkan dengan istilah ‘data versus keinginan’. Jadi itu tentang topik ‘data lama’. Pada akhirnya, Valentino menekan mereka (orang Jepang), meyakinkan mereka yang bertanggung jawab dan menang. Kami mengabulkan keinginannya karena tidak ada ruginya. Dia tidak merasa nyaman dengan setingan lama, tetapi dia sangat perlu melakukan putar balik. Saya pikir itu sangat penting bagi Valentino bahwa dia mengubah situasi ini setelah balapan pertama. Anda harus angkat topi dan mengatakan ‘chapeau’ (respek) karena dia melakukannya dengan style dan martabat atau kewibawaan,” ujar Lin Jarvis….

Apakah yang diminta Rossi sasis versi jaman dulu? ..”Tidak.. tidak. Tidak ada yang berubah pada frame. Itu hanya masalah mengubah pengaturan, ” kata Lin Jarvis …

1 Comment

Leave a Reply