Ertiga dan Carry Tetap Jadi Andalan Ekspor Suzuki Indonesia

RiderTua.com – Penjualan mobil di Indonesia memang sedang turun ditengah situasi seperti sekarang ini. Sehingga ekspor menjadi satu-satunya cara agar produsen bisa tetap berjualan. Seperti yang dilakukan Suzuki, dimana mereka tetap andalkan Ertiga dan Carry untuk diekspor ke luar negeri. Jumlah unit yang dikirim cukup banyak, sehingga bisa menutupi penurunan penjualan yang ada.

Baca juga: Suzuki Diam-diam Siapkan Escudo-Vitara Model Terbaru ?

Suzuki Tetap Andalkan Ertiga dan Carry

Ketika penjualan domestik menurun, lain dengan ekspor mobil. Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat adanya peningkatan ekspor mobilnya hingga 22 persen selama bulan Januari hingga Mei 2020. Tentu itu hasil yang cukup memuaskan saat kondisi sekarang masih belum memungkinkan untuk berjualan lebih banyak mobil.

Produk yang sering dikirim ke luar negeri yaitu Ertiga dan Carry, dalam bentuk CBU (completely build-up). Rinciannya, Ertiga dikirim sebanyak 7.880 unit dan Carry (model anyar) 3.339 unit. Kini, SUV terbaru Suzuki, XL7, sudah ikut diekspor sebesar 2.169 unit.

Masa Pemulihan

Sebelum XL7 dirilis di Indonesia, SIS sempat mengatakan kalau mereka akan mengekspornya beberapa saat setelah peluncurannya. Nyatanya XL7 cukup laris di beberapa negara, layaknya ‘kembarannya’. Tapi sepertinya Ertiga yang lebih laris dari kedua mobil Suzuki tersebut.

(harapanrakyat.com)

Lalu kenapa ekspor sekarang menguntungkan dari penjualan domestik? SIS menjelaskan kalau pasar otomotif internasional sedang dalam masa pemulihan. Tentu ini akan memberi kesempatan bagi produsen mobil di Indonesia untuk mengekspor mobil kesana. Walaupun dalam situasi belum kondusif dan masih ada pabrik yang ditutup.

Mungkin akan ada lebih banyak produsen mobil lain yang akan mengikuti setelah SIS. Walaupun jumlah unit yang diekspor ada yang sedikit, setidaknya itu bisa membantu mereka untuk tetap berjualan dalam situasi ini.

Be the first to comment

Leave a Reply