RiderTua.com – Selama masa sulit ini, banyak penjualan mobil yang terus merosot tiap bulannya. Tak terkecuali Toyota Astra Motor (TAM), dimana hasilnya tetap menurun walau dalam ‘masa transisi’. Meskipun begitu, Toyota masih tetap mengandalkan Avanza sebagai penyumbang penjualannya. Itupun termasuk low SUV Rush.
Baca juga: Toyota Innova Facelift akan Susul New Fortuner-Hilux ?
Toyota Tetap Mengandalkan Avanza
Dari hasil penjualan bulan Mei lalu, TAM hanya mampu menjual hingga 6.727 unit. Hasil ini bahkan jauh lebih sedikit dari yang didapat pada bulan Januari 2020 lalu yang bisa lebih dari 24 ribu unit. Itupun saat itu kondisinya masih memungkinkan berjualan mobil.
Bulan Februari terhitung menurun sekitar 1.000 unit, Maret menurun hingga 17.787 unit, dan April anjlok menjadi 8.443 unit. Tapi dibalik itu, TAM mampu menguasai market share sebesar 34,8 persen pada bulan April lalu. Sepertinya mobil Toyota masih dicari-cari konsumen walau ditengah kondisi sekarang.
Avanza dan Rush
Dari hasil jualan bulan Mei lalu, Avanza masih mampu terjual sebanyak 1.298 unit. Hasil ini mungkin menjadi yang terburuk sepanjang sejarahnya di pasar LMPV. Kemudian disusul Rush yang hanya menjual 1.264 unit, selisihnya cukup tipis dengan Avanza.

Selain Avanza dan Rush, masih ada mobil Toyota lainnya yang menyumbang penjualan. Seperti Calya dengan 1.129 unit terjual, Kijang Innova 1.001 unit, dan Agya 724 unit. Entah bagaimana dengan model lainnya, mungkin terjual lebih sedikit dari kelima model tersebut.
Sepertinya apapun keadaan pasar otomotif roda empat d Indonesia, TAM tetap mengandalkan Avanza serta Rush dalam penjualannya. Meskipun hasilnya tak sebagus yang selama ini diraih, setidaknya kedua model ini tetap menjadi tulang punggung penjualan TAM.