Pernah Kena ‘Prank’ oleh Vinales, Suzuki Tak Mau Kecolongan Lagi, Kehilangan Pembalapnya?

Suzuki belajar dari kasus Maverick Vinales ketika memberi jeda waktu kontrak. Sehingga akhirnya pembalap Spanyol andalannya itu direbut oleh Yamaha di MotoGP 2017.

RiderTua.com – Seperti diberitakan sebelumnya manajer tim Suzuki, Davide Brivio memperjelas posisi kedua pembalapnya ketika berbicara dengan manajer pembalap lain. Sehingga tidak menimbulkan harapan kosong atau prank. Dengan demikian, tidak ada negosiasi alternatif yang akan terjadi, atau pembalapnya direbut tim lain. Selain itu mereka pernah kena ‘Prank’ oleh Vinales, Suzuki tak mau kecolongan lagi..

Maverick Vinales Suzuki
Maverick Vinales Suzuki

Pernah Kena ‘Prank’ oleh Vinales, Suzuki Tak Mau Kecolongan Lagi

Suzuki percaya bahwa Alex Rins akan setia dengan Suzuki… Brivio mengatakan: “Alex sudah menunjukkan minat untuk tetap bersama kami 12 bulan lalu. Butuh waktu lama di dalam perusahaan untuk mendapatkan tanda tangan manajemen puncak. Itu hanya birokratis. Kami telah sepakat untuk waktu yang lama. Tapi saya orang pertama yang mengatakan, sampai saya melihat tanda tangan di atas kertas, saya tidak yakin.

Suzuki juga senang karena Alex telah menunjukkan bahwa dia dapat memenangkan balapan. Dia termasuk pembalap top di MotoGP. Dan Joan, memiliki potensi untuk mencapai level itu juga.

Dikasih Istirahat Malah Ditinggal

Brivio mengkonfirmasi desas-desus bahwa kesepakatan Mir dipercepat dan dipermudah karena opsi dalam kontraknya. Pelajaran yang mereka ambil dari kasus Suzuki ketika mereka memberi Maverick Vinales jeda waktu kontrak. Sehingga akhirnya hanya bisa melihat dan gigit jari ketika pembalap Spanyol andalannya itu direbut oleh Yamaha tahun 2017.

Padahal harapan Suzuki sangat tinggi dengan Vinales yang sudah klop dengan GSX-RR kala itu, bukannya setia tapi malah ditinggal.. Dikasih istirahat dan sedikit terlena malah di prank..hehehe..

Namun Brivio yakin dengan Mir: “Joan Mir selalu menunjukkan minatnya untuk tetap tinggal (di Suzuki),” kata Brivio. “Dan dengan Joan itu sedikit lebih mudah, karena kami punya pilihan. Jadi kami bisa menggunakan opsi dan dengan Joan kami sedikit lebih santai.

Target 5 besar

Setelah mengikuti jejak Yamaha dengan menyelesaikan kontrak pembalap, fokus Suzuki sekarang pada menempatkan kedua pembalap di dalam kelompok teratas MotoGP.

“Target kami adalah memiliki dua pembalap yang dapat tetap berada di posisi lima-enam besar di kejuaraan dan bermain dalam posisi itu. Bisa posisi pertama, bisa ketiga, bisa keempat, bisa kelima, bisa keenam.

“Semua orang tahu pembalap lain kuat. Tapi target kami adalah menempatkan dua pembalap kami ke dalam kelompok itu, membuat mereka bertarung di sana, dan melihat apa yang terjadi …”

Be the first to comment

Leave a Reply