RiderTua Mobil – Di Indonesia sudah ada dua produsen mobil asal China, yaitu DFSK dan Wuling. Keduanya berani menantang rival dari Jepang dan Eropa dengan membawa model jagoannya. Seperti DFSK Glory dan Wuling Confero. Ketika produsen otomotif China kehilangan pasar di negeri sendiri.
Baca juga: Produsen Mobil Harus Cari Cara untuk ‘Selamatkan’ LCGC ?

Ketika Produsen Otomotif China Kehilangan Pasar di Negeri Sendiri
Dengan kehadiran DFSK dan Wuling, menandakan bahwa posisi China di industri otomotif sudah semakin kuat. Bahkan perkembangannya tumbuh sangat pesat selama satu dekade terakhir. Sudah banyak produsen mobil China yang berkembang disana.
Walaupun begitu, nyatanya produsen mobil disana harus bekerja lebih keras jika dibandingkan dengan posisinya di luar China. Ini disebabkan banyaknya mobil jenis kompak, sedan, dan crossover, yang mana targetnya adalah kalangan menengah ke bawah.
Karena harganya yang mahal, membuat konsumen Negeri Tirai Bambu memilih mobil jenis lain dengan harga murah. Akibatnya, salah satu pabrikan lokal, Geely, mengalami penurunan penjualan hingga 20 persen.

Tak hanya Geely, produsen otomotif lain seperti JAC Motors juga menurun penjualannya hingga 66 persen. Padahal JAC Motors memproduksi mobil listrik dan PHEV. Penurunan yang ekstrim ini membuat pemerintah China memotong subsidi mobil listrik dan PHEV sebesar 50 persen.
Memang tak hanya China yang merasakan penurunan penjualan mobil. Di India misalnya, yang industri otomotifnya sedang dalam keadaan tidak baik pula. Bahkan Maruti Suzuki harus melakukan PHK terhadap pekerjanya.
Referensi: Autonetmagz.com (13/08/2019)