MotoGP Membutuhkan Valentino Rossi !

RiderTua MotoGP – Akankah Valentino Rossi meninggalkan MotoGP sebelum waktunya..? Liburan musim panas memberi kesempatan banyak berita yang saling bertentangan tentang pengunduran diri Rossi. Bahkan seseorang mungkin telah memanipulasi pernyataan Lin Jarvis dalam membuat berita. Fakta yang pasti adalah bahwa juara dunia sembilan kali itu akan berada di Brno untuk balapan putaran ke-10 musim ini. Valentino Rossi tetap berniat untuk pulih dari situasi yang sulit. Dan menunggu kabar pertama lahirnya Yamaha M1 2020 sebagai harapan satu-satunya untuk tampil kompetitif. MotoGP membutuhkan Valentino Rossi

Paruh kedua musim performa Rossi kembali 80%

Menurut pengamat MotoGP Carlo Pernat, dengan usia 40 tahun tentu membuat Rossi terasa berat, tetapi tahun ini telah menunjukkan bahwa ia bisa menang ketika motornya tidak memberikan masalah. Ayahnya, Graziano Rossi, merujuk masalah pada pengembangan motor Yamaha yang cukup rumit di tim anaknya. Teknisi Yamaha harus mengatasi masalah di trek lurus dan akselerasi. Graziano yang juga mantan pembalap itu yakin, Vale akan mencapai 80% mulai GP berikutnya di Brno..

Rossi Percaya dengan Timnya

Valentino Rossi tidak memiliki niat untuk mengganti staff timnya yang sudah dia percaya. Diawali dengan kepala teknisi Silvano Galbusera yang tidak dia ragukan kemampuannya. “Dia memercayai teman-temannya dan ini tidak berubah ” kata Carlo Pernat dilansir Paddock-GP.com. “Dia membutuhkan orang-orang seperti itu. Ini cara hidupnya. Dan setiap hari, dia berlatih di peternakannya sejauh 100 kilometer, bertarung dengan pembalap muda “.

MotoGP Membutuhkan Valentino Rossi

Jelas waktu pensiun Rossi kini mulai dihitung mundur, tetapi tidak terjadi sebelum berakhirnya kontrak pada akhir tahun 2020. “Kita membutuhkan Valentino di paddock. Untungnya, dia masih memiliki kontrak untuk tahun kedua, meskipun kami membaca banyak omong kosong yang mengatakan Lin Jarvis akan mengakhiri kontrak-nya. Saya sama sekali tidak percaya pada hal ini. Saya pikir Valentino akan balapan dengan Yamaha hingga akhir kontrak. Ini terlalu penting sebagai pembalap dan figur untuk pemasaran. Jika Jarvis mengatakan ini, itu gila, tapi jujur, saya tidak berpikir dia mengatakan itu. ” tutup Carlo Pernat.

1 Comment

Leave a Reply