Ingin Kencang Geber RC213V dan Desmo? Ikuti Gaya ‘Ngesot’ Marquez dan Stoner, Terbukti !

RiderTua MotoGP – Karakteristik sebuah motor berawal dari konfigurasi mesin yang digendongnya. Saat ini ada 2 ‘aliran’ konstruksi mesin yaitu V4 ( Honda, Ducati, KTM, Aprilia ) dan Inline-4 ( Yamaha dan Suzuki). Kenapa antara susunan mesin dan karakter motor saling berkaitan? salah satunya adalah model frame juga disesuaikan dengan penempatan dan sifat dari mesin itu sendiri… Ingin kencang geber RC213V dan Desmo? ikuti gaya ‘Ngesot’ Marquez dan Stoner…

Dari gambar diatas sedikit bisa menjelaskan bahwa mesin dan lebar motor memainkan peran utama dalam meningkatkan aerodinamika atau hambatan angin. Posisi mesin dan bobotnya mempengaruhi dalam pengendalian dan stabilitas motor dengan kata lain mesin berpengaruh pada karakteristik motor itu sendiri.

Perbedaan Mesin Inline-4 dan V-4 di MotoGP

Motor dengan Inline4 

  • Inline4 (empat silinder segaris), bagian-bagian lebih pendek dan lebih lebar ( menyamping) dalam dimensi.
  • Akibat posisi mesin Inline4 yang lebar kesamping membuat ruang kaki pembalap terbatas.
  • Lebih sederhana dalam desain airbox dan posisi knalpot. Dan kemudahan dalam penentuan distribusi berat.

Motor dengan Mesin V4

  • Motor dengan mesin V4 memiliki jumlah suku cadang yang lebih banyak dan suku cadang ini lebih panjang dan lebih sempit.
  • Posisi mesin yang memanjang ( bukan melebar kesamping) menyulitkan dalam desain sasis. Disisi lain ruang kaki pengendara tidak ada masalah.
  • Motor memiliki konfigurasi mesin V4 agak sulit untuk penempatan knalpot dan airbox.

Salah satu kelebihan mesin V4 ( Honda-Ducati) saat ini adalah : Akselerasi yang kuat , Top speed (kecepatan tertinggi), dan kemampuan pengereman bagus. Namun menariknya kedua motor ini juga punya penyakit yang sama yaitu “Susah Belok”.. Hal ini disebabkan oleh desain sasis dan berbagai faktor lain sehubungan dengan karakter mesin. Honda saat ini tengah giat menguji frame berlapis karbon untuk meningkatkan kelenturan motor saat menikung..

Gaya ‘Ngesot’ Marquez dan Stoner

Namun tetap saja dibutuhkan karakter balap yang sesuai dengan karakteristik mesin V4. Di seri Jerman ada pernyataan menarik dari Cal Crutchlow bagaimana dia akhirnya bisa belok dengan cepat dan mudah. “Ketika daya cengkeraman motor tinggi, kami kesulitan untuk berbelok, dan ketika kita menggeser ( sliding) bagian belakang motor, ini membantu.” kata Cal Crutchlow.. Dan buah dari gaya sliding tadi dia diganjar podium-3 diluar perkiraannya…

Gaya Slide atau ‘Ngesot’ Marquez dan Stoner di Honda dan Ducati

Jika kita dengar kata ‘sliding’ maka ingatan kita akan tertuju pada pembalap yang berjuluk “Power Slide” siapa lagi kalau bukan Casey Stoner. Gaya ini juga diterapkan oleh Marquez. Artinya jika kita hubungkan cerita Cal Crutchlow, Honda dan Ducati yang susah belok dengan gaya Stoner dan Marquez. Maka tidak perlu untuk membantah bahwa Jika kita ingin kencang geber Honda dan Ducati maka ikuti gaya Marquez dan Stoner… Geser dan ‘ngesotkan’ ban belakang mas bro…!

Be the first to comment

Leave a Reply