Karakteristik DNA Asli Yamaha M1 Muncul Setelah 4 Tahun ! Cornering Speed Sangat Kuat !

RiderTua MotoGP – Yamaha di MotoGP terkenal sangat digdaya saat melibas tikungan, kecepatan menikung ( Cornering Speed) nya sangat mengerikan. Poin keunggulan inilah yang membuat lawan tak berkutik di era kejayaan Yamaha.. Valentino Rossi sendiri yang ikut membidani kelahiran Yamaha menyatakan, M1 menjadi motor yang begitu kuat dengan Ban Bridgestone pada musim balap 2015. Karakteristik DNA asli Yamaha M1 muncul setelah 4 tahun ! Cornering Speed sangat kuat !

Karakteristik DNA Asli Yamaha M1 Muncul Setelah 4 Tahun !

Ban merk Jepang Bridgestone sebagai pemasok tunggal di MotoGP mulai 2008 hingga 2015. Setelah 7 musim menjadi supplier tunggal ban MotoGP mulai tahun 2016, Michelin menggantikannya..

Juara MotoGP dengan Bridgestone

  • 2008 ( Yamaha- Rossi)
  • 2009 ( Yamaha-Rossi)
  • 2010 ( Yamaha -Lorenzo)
  • 2011 (Honda -Stoner)
  • 2012 (Yamaha-Lorenzo)
  • 2013 ( Honda-Marquez )
  • 2014 ( Honda-Marquez )
  • 2015 (Yamaha-Lorenzo)

Dari jumlah kemenangan Yamaha terlihat kuat dengan ban BS. Bisa dikatakan Yamaha lebih cocok dengan karakterisitk ban Jepang itu.. Kini pernyataan menarik datang dari pembalap Yamaha. Maverick Viñales percaya Yamaha telah “memulihkan” beberapa “DNA” -nya yang membawa pabrikan garputala itu menuju kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di era Bridgestone ( 2015). Hal itu dia rasakan saat jalani sesi tes di  Sirkuit Barcelona.

Cornering Speed Sangat Kuat !

Maverick Vinales menjadi yang tercepat setelah torehkan waktu di lap terakhir dengan 1m 38.967. Itupun diuji dengan kondisi tangki penuh bahan bakar. Kelemahan Yamaha baik saat balapan Catalunya dan di seri sebelumnya telah diatasi.

Menurut Vinales kecepatan M1 memang bukan di trek lurus, tetapi pada saat menikung sangat-sangat kuat. Vinales merasa sudah menemukan sedikit DNA dari Yamaha yang asli, kekuatan di tikungan.

Dari mana kecepatan menikung itu muncul ?

Vinales dan Valentino Rossi, menguji knalpot baru untuk dicoba. Selain itu sejumlah pengaturan elektronik dan ban belakang Michelin baru juga diuji coba. Ketika ditanya pendapatnya tentang knalpot baru, apakah tujuannya untuk meningkatkan top speed Vinales membantahnya,

“Tidak juga, karena ketika sesi tes, kami mencoba semua paket, elektronik, kami mencoba banyak hal, jadi kita tidak mengerti. Tapi kami mencoba membuat motor lebih halus di putaran bawah, yang kami butuhkan agar cepat di balapan, dan kami menciptakan traksi yang baik, tetapi kami masih harus meningkatkan, karena kami masih memerlukan uji coba lagi.”

Sepertinya Yamaha sudah mulai kembali menemukan karakter aslinya. Yamaha tetap fokus dengan cornering speed. Kecepatan menikungnya sudah pulih? Kita ihat saja di seri berikutnya Assen-Belanda 30 juni mendatang…

3 Comments

  1. Yaaah…itu kan motor test untuk 2020 ak???
    Masa anda ga tahu bahwa di moto gp,team2 tertentu tidak boleh mengganti mesin(karena sudah di segel/termasuk yamaha factory) selama satu musim penuh?

Leave a Reply