Mimpi Jadi Nyata, Ternyata Ayah Danilo Petrucci Pernah Bekerja di Ducati !

Danilo-Petrucci-Andrea-Dovizioso-MotoGP-Misano-2017

RiderTua MotoGP – Ternyata ayah Danilo Petrucci pernah bekerja di Ducati. Musim 2019 akan menjadi karir terbesar bagi Danilo Petrucci. Pembalap Ducati itu akan mendapat kesempatan untuk membuktikan bakatnya dengan mendapatkan dukungan penuh dari Tim Merah. Dukungan Pabrikan Ducati berupa memberinya staf teknis tingkat pertama ( seperti Jorge Lorenzo) yang jauh lebih unggul daripada tim satelit Pramac. Part motornya juga sama persis dengan Andrea Dovizioso. Memang tahap awal akan sulit untuk langusng bisa bersaing dengan Dovi.

Staf teknis tim pabrikan dukung penuh untuk Danilo Petrucci

Di atas kertas tugas Danilo adalah mengantikan Lorenzo untuk membidik podium sebanyak mungkin. Dengan motor nomer satu di Duati dan terbaik saat ini tentunya tekanan akan dirasakan Petrucci. “Musim 2019 adalah kesempatan saya untuk menegaskan diri di tim papan atas. Pramac adalah tim yang sangat bagus, di mata saya tim satelit terbaik, tetapi kami tidak memiliki insinyur di garasi kami, di Pramac kami mendapat dukungan penuh dari Ducati, tetapi para insinyur Ducati bertanggung jawab sepenuhnya untuk tim resmi. Sekarang saya memiliki dukungan penuh ada untuk sasis, elektronik dan sebagainya, insinyur khusus yang memberikan banyak informasi dan solusi terbaik “. kata Petrucci via Motorsport-Total.com(09/12/18).

Ternyata Ayah Danilo Petrucci Pernah Bekerja di Ducati

Dengan tim resmi akan mengubah secara radikal metode kerja. Sekarang tinggal bagaimana Petrucci mampu memanfaatkan yang terbaik dari Desmosedici-nya. Bahkan jika dia memiliki sedikit waktu untuk beradaptasi.  “Ada lebih banyak orang yang melihat data Anda, itu mendasar, kadang-kadang mereka mencoba sesuatu (part) baru, mereka menggunakan ban bekas dan mereka memiliki masalah, dan kemudian para insinyur pabrikan mengatakan Anda lebih lambat secara keseluruhan, tetapi lebih cepat di beberapa area, ”

“Banyak orang berkata mimpi yang menjadi kenyataan, itu juga terjadi pada saya, ketika saya masih kecil, ayah saya bekerja untuk tim ini, dan saya tumbuh membayangkan memakai pakaian merah satu hari. Dan kini menjadi nyata”. kata Danilo Petrucci.

Be the first to comment

Leave a Reply