Intip Peta Kekuatan Honda RC213V di 2018 Makin Mantap !!!

Musim balap 2017 bukan hal yang mudah bagi Honda. Karena mesin RCV 2017 bukan yang terbaik. Honda selalu dibawah bayang-bayang Yamaha dan terakhir harus duel dengan Ducati. Masalah lain yang harus dihadapai adalah ban Michelin dan penyeragaman elektronik Magneti Marelli yang unik. Namun selama tujuh tahun Honda berhasil pertahankan dominasinya dengan 5 gelar rider dan 6 gelar pabrikan terbaik. Dan jika kita intip Peta kekuatan Honda RC213V di 2018 makin mantap ternyata berikut ulasannya.

Kekuatan Honda RC213V di 2018 Makin Mantap
Exhaust baru RC213V di 2018

Kendala Regulasi baru 2016

Dari sisi konfigurasi mesin Honda lebih condong memilih V4 dengan sisitim pengapian BIG BANG  dibandingkan SCREAMER. Dimana dengan big bang lebih jinak pada kecepatan menengah. Masalah yang dihadapi RC213V versi 2016 adalah penyeragaman elektronik unik dan harus diterapkan oleh Dorna. Dengan adanya evolusi ini banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh teknisi dimana merekahaurs benar-benar mengubah pengaturan elektronik, selain rasio transmisi, suspensi, dan memerlukan perubahan gaya balap. Honda terselamtakan berkat kedatangan ahli elektronik dari Italia Filippo Tosi sebelumnya pernah bekerja di Magneti Marelli dengan Ducati.

Solusi mesin Big Bang

Itulah salah satu alasan kenapa Marc Marquez tidak bersinar di awal musim 2017 artinya masih ada sisa-sisa kendala tahun sebelumnya, kecuali GP Austin di mana Marc menjadi penguasa disana dengan lima kemenangan berturutan. Hingga musim 2016 masalah utama Honda adalah grip saat cornering atau daya cengkram saat menikung karena mesinnya terlalu agresif. Untuk alasan ini, mesin yang sekarang di jinakkan dengan memakai urutan pengapian yang tidak merata yang memberikan kepekaan lebih baik pada pembalap antara torsi yang dikirimkan dan grip ban belakang.

 

“Marc masih sangat kuat dalam hal pengereman, tapi tidak seperti sebelumnya, karena kami telah mengubah setingan saat masuk tikungan. Namun diakui . Namun kondisi ini akhirnya mengorbankan beberapa poin positif.” kata manajer teknis Santi Hernandez

Honda RC213V 2018
Honda RC213V 2018

Ubahan distribusi berat ke depan RCV

Daya cengkram yang lebih baik di bagian belakang justru membawa kesulitan lain pada RC213V, kurang banyak grip di bagian depan salah satu penyebab utama kejatuhan Marquez sebanyak 27 kali musim ini, selain itu merupakan cara mencari batas/ limit motor dan pembalap. Dengan mesin baru dan ban depan Michelin Honda melakukan sesi uji coba untuk menyesuaikan RC213V dengan perlahan dan tenang, tanpa tergesa-gesa saat menghadapi kualifikasi dan balapan. Saat-saat penting musim 2017 adalah tes di Brno pada bulan Juli dan di Misano pada bulan Agustus. Kuncinya adalah Honda telah mengubah distribusi berat dengan menggeser lebih berat ke depan untuk memenuhi tuntutan ban yang lebih keras(hard compound).

Aerodinamika baru untuk RC213V 2018

Pendapat Marc Marquez untuk RC213V versi 2018 akan lebih cepat, lebih banyak grip(daya cengkram), daya tahan ban lebih lama, lebih stabil. Dalam uji coba Valencia, sasis dan mesin baru sudah dimulai, yang memastikan akselerasi yang lebih besar pada saat keluar tikungan dengan menghindari wheelie atau roda depan mengangkat. Di trek lurus Honda berhasil kalahkan Yamaha, namun tetap berada di belakang Ducati. Tapi ada perbaikan saat di tikungan. Honda butuhkan elemen aerodinamika baru, karena RC213V nampaknya tertinggal dari lawan-lawannya. Di tes Sepang kita akan banyak melihat perubahan fairing aerodinamika terbaru, namun secara keseluruhan Honda makin mantap surantap.

 

Peta Kekuatan Honda RC213V di 2018 Makin Mantap
Honda RC213V 2018

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page