Hati konsumen yang "tercoak",kepercayaan konsumen yang "oblak" bisakah dimaafkan…???

Konsumen adalah “Raja”… bagaimana kalau raja jadi kelompok yang terabaikan… “Celaka 13…!!!”… prinsip itu kalau tidak dipegang teguh oleh produsen jangan harap ‘jualannya’ akan bertahan lama… rayuan awal bolehlah “menina bobokan” tapi lambat laun akan ketahuan juga ..dunia semakin sempit… rumor miring dewasa ini secepat kilat bisa menyebar dalam hitungan detik (lebay dikit.. 🙂 ) ….

Tapi bagaimana jika konsumen sudah “tersakiti” nah saran bagi produsen untuk segera tanggap apabila ada keluhan dari konsumen..langkah2 awal perlu dilakukan.. entah sebatas klarifikasi atau dalam wujud tindakan nyata…Judul diatas bukan bermaksud menyudutkan merk tertentu…sebuah kenyataan adanya..dan sudahkah produsen mengambil tindakan..kalau bro sekalian ngikutin dongeng roda-2 tanah air tentunya sudah tau jawabannya… Intinya kedepan produsen harus lebih peduli lagi saja… respon cepat-konsumen puas…
Trus peran blogger apa dong disini??… sebagai pewarta “independen” yah kalau diawal memberitakan “kekurangan” kalau sudah ditindak lanjuti segera buat pernyataan juga dong kalau produsen sudah menindaklanjuti,dan memperhatikan keluhan konsumen.. suatu hal yang cukup adil…!!! Semua pabrikan apapun ‘label’nya kalau peduli konsumen patut kita apresiasi dan acungi jempol….dan tentunya kita dukung…!!!

Nah bagi para komentator (Pengamat otomotif istilah kerennya..) juga harus legowo…kalau pihak produsen sudah “sadar” jangan dibakar terus dongggg :mrgreen:

Tapi bagaimana kalau produsen tetap bandel…dimaafkan kah??? yah dengan berat hati terpaksa dikamplengi rame2 saja kah?….. :mrgreen: any questions ……….

27 Comments

  1. pertanyaannya, apakah rangka coak membuat motor celaka atau ga stabil?
    kalo homesteer oblak jelaaasss!

  2. Konsumen bukanlah raja!mana ada raja beli ini-itu,bayar ini-itu(pajak).raja itu:bebas pajak,”suku cadang&servis”gratis,kalo touring penginapan gratis+uang saku.

  3. kejadian itu pernah terjadi kepada saya di serang banten, saya kapok berurusan dengan dealer suzuki MIS, memang tidak semua dealer suzuki seperti itu, tapi untuk kasus ini saya kapok berurusan dengan suzuki, ini hanya berbagi pengalaman aja

  4. Skrg sepertinya sdh mulai berubah, konsumen tdk lg dianggap sbg raja, tp partner. Ketika partner butuh bantuan/komplain ya…lgsg direspon dgn cepat. Ketika partner puas maka dia akan bercerita kepada semua org. Partner jg bs memberikan masukan kepada produsen. So…dgn begitu perlakukanlah konsumen sbg partner yg baik.

  5. setuju dengan kang taufik neh, pelayanan itu harus baik konsumen memang bukan raja tapi layanilah sebaik mungkin seperti melayani raja. karena satu orang saja konsumen yang kecewa akan membawa dampak beberapa atau bahkan banyak konsumen berpikiran yang sama dengan konsumen yang kecewa tersebut.

  6. Hati konsumen yang “tercoak”,kepercayaan konsumen yang “oblak” , sebuah penantian yg “kosong”….*sparepart*

Leave a Reply