Cara Setting Altitude Honda Vario 125

2012.Vario Techno 125 PGM-FI Swift White Silver

Dapat info dari bro eko_wong_mojokerto dimana RT dikirimi sebuah langkah untuk setting altitude pada produk Honda vario 125..dimana altitude merupakan istilah yang ada hubungannya dengan ketinggian….dan pernah RT ulas disini  peringatan saja resiko ditanggung sendiri kalau ada kerusakan… ini hanya sebuah pengetahuan saja..karena untuk lebih amannya memang kita serahkan pada mekanik berpengalaman sehingga kalau ada kesalahan ada jaminannya…

engine vario 125

SETTING ALTITUDE

Note:

  • Pastikan bahwa kode kerusakan tidak tersimpan dalam ECM.
  • Jika tersimpan, ECM tidak dapat masuk ke mode setting.
  • Setting akan gagal apabila mesin dihidupkan selama prosedur berlangsung.
  • Pilih MODE yang cocok dengan situasi yang dijelaskan di bawah ini.
  1. MODE 1: 0 – 2.000 m di atas permukaan laut
  2. MODE 2: 2.000 – 2.500 m di atas permukaan laut
  3. MODE 3: 2.500 – 3.500 m di atas permukaan laut
  4. MODE 4: 3.500 m atau lebih tinggi di atas permukaan laut

 

MODE 1:

  1. Putar idle air screw pada pembukaan sesuai spesifikasi (1700 RPM).
  2. Putar kunci kontak ke OFF.
  3. Lepaskan cover top front .
  4. Lepaskan DLC dari cover relay starter/pengisian dan lepaskan konektor dummy dari DLC.
  5. Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan special tool.atau manual jumper
  6. Buka handel gas sepenuhnya dan tahan.
  7. Putar kunci kontak ke ON.
  8. MIL seharusnya menyala dan kemudian mulai berkedip dengan cepat. Dalam waktu 5 detik setelah kedipan cepat dimulai,
  9. Tutup handel gas dan tahan selama lebih dari 3detik.

Note:

  • Jika MIL tidak mulai berkedip dengan cepat, putar kunci kontak ke OFF dan coba lagi.
  • Jika anda tidak dapat mengulang kembali prosedur,periksa ulang apakah kode kerusakan tidak tersimpan di ECM.
  • Jika kode kerusakan tidak tersimpan akan tetapi Anda masih tidak dapat mengulang kembali prosedur, ganti ECM dengan yang masih dalam keadaan baik dan coba lagi.
  • Jika MODE 1 berhasil dipilih, MIL akan berkedip-kedip dengan satu kedipan pendek berulang.Jika pola berhasil terlihat, putar kunci kontak ke OFF.
  • Lepaskan special tool dari DLC. Pasang konektor dummy pada DLC dan pasang ke relay starter/pengisian.
  • Periksa putaran stasioner (std 1700 rpm pada 20`c)

MODE 2/3/4:

  1. Putar idle air screw pada pembukaan sesuai spesifikasi
  2. Putar kunci kontak ke OFF.
  3. Lepaskan cover top front (hal. 2-4).
  4. Lepaskan DLC [1] dari cover relay starter/pengisian dan lepaskan konektor dummy [3] dari DLC.
  5. Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan special tool.atau manual jumper
  6. Buka handel gas sepenuhnya dan tahan.
  7. Putar kunci kontak ke ON. MIL seharusnya menyala dan kemudian mulai berkedip dengan cepat.Dalam waktu 5 detik setelah kedipan cepat dimulai,hentakkan handel gas dengan cepat (tutup selama 0,5 detik/buka selama 0,5 detik) sejumlah sesuai spesifikasi, kemudian tutup dan tahan selama lebih dari 3 detik.
  8. Jika MIL tidak mulai berkedip dengan cepat, putar kunci kontak ke OFF dan coba lagi.

 

MODE 2: Hentakkan handel gas 1 kali

MODE 3: Hentakkan handel gas 2 kali

MODE 4: Hentakkan handel gas 3 kali

Note:

  • Jika anda tidak dapat mengulang kembali prosedur, periksa ulang apakah kode kerusakan tidak tersimpan di ECM.Jika kode kerusakan tidak tersimpan akan tetapi Anda masih tidak dapat mengulang kembali prosedur, ganti ECM dengan yang masih dalam keadaan baik dan coba lagi.
  • MIL akan mengulang kedipan-kedipan pendek sejumlah MODE yang dipilih. Sebagai contoh, Jika MODE 2 dipilih, MIL akan berkedip-kedip dengan dua kedipan pendek berulang. Jika pola berhasil yang diinginkan terlihat, putar kunci kontak ke OFF.
  • Jika MIL mulai berkedip dengan perlahan selama langkah ini sebelum pola berhasil terlihat, putar kunci kontak ke OFF dan coba lagi.
  • Jika jumlah kedipan MIL dan angka MODE yang diinginkan berbeda, putar kunci kontak ke OFF dan coba lagi.

Ilustrasi:

altitude vario 125

Any questions… biar yang jawab bro eko_wong_mojokerto  :mrgreen:

honda girl

ciyussss….miapah……. :D

Tentang iklan-iklan ini

Tentang heru kuncahyono

KeepBrotherhood & Peace
Tulisan ini dipublikasikan di HONDA dan tag , , , , . Tandai permalink.

109 Balasan ke Cara Setting Altitude Honda Vario 125

  1. budizaky berkata:

    “‎ŠÏ..
    
    <'
    ^
    Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

  2. ipanase berkata:

    aku juga dapet dari om eko :D, tapi ane dah tahu caranya dari lek kilau biru, vario125 user :D
    rada ribet memang, :D

    http://pertamax7.wordpress.com/2012/12/20/suzuki-satria-f-cuma-tembus-11-hp-di-dynotest-motorplus/

  3. marga berkata:

    kalau kedipan sampai melotot kaya bonus e bahaya. :D
    aku ora mudheng tapi OK tipsnya :)

  4. bogank berkata:

    Gmana cara menghilang bunyi ngorok pada vario 125,rasanya mengganggu sekali suara itu?

  5. mpaja berkata:

    kirim salam sama yg tengah y mbah. :D

  6. rusmanjay berkata:

    sip.. mantap pak rt.
    selain vario wtf, type apa lagi pak rt?
    spacy fi, beat fi, supra x 125 helm in fi, cb150r sama ga?

  7. kirain pake laptop…
    ternyata pake obeng… bener kata si thole berarti…

  8. rakhmatnur berkata:

    Baru nanti sore nopol wantufaif ku keluar.
    Langsung pasang sekalian coba ngebut…

  9. bdt berkata:

    mas eko,
    ecu nvl khan pin, 32 byte, kata yamaha lebih canggih, giman penjelasannya??

    di tunggu yach komen di blog mas 3

    • 32 bit x… 32 byte ama 32 bit itu beda…
      1 byte itu 8 bit…

      32 bit termasuk canggih kok sob… lha wong OS kebanyakan masih 32 bit.

      /*
      The range of integer values that can be stored in 32 bits is 0 through 4,294,967,295. Hence, a processor with 32-bit memory addresses can directly access 4 GiB of byte-addressable memory.
      */

      meskipun diatas disebutkan mampu mengakses 4GB memory tapi faktanya dibatasi dari 4GB memory yang mampu di akses hanya 3.25GB.

      Kalau mau full akses dengan kecepatan tinggi… 64 bit adalah jawabannya. performa 32 bit vs 64 bit jelas lebih bagus 64 bit. tapi sayangnya, mayoritas aplikasi pada umumnya berjalan pada platform 32 bit.

      IMHO

      sumber

      http://en.wikipedia.org/wiki/32-bit

      • bdt berkata:

        thans roy koreksinya

        mumet kalu lagi belajar pemograman komputer, algoritmanya mesti pinter

      • @bdt

        enggak juga kok… asal sering ngoprek komputer juga nanti mengerti dan bisa.
        kedepan mekanik gak cuma puter obeng doank tapi harus mengerti komputer juga.

        nah platform (OS) yang di pakai Yamaha itu apa? kalau Java Based kek Android n bisa di custom…

        yummy…
        ;)

      • bdt berkata:

        waktu belajar mata kuliah pemograman komputer , bukan platform java, basic,
        itu buku isinya matematika sains semua

      • vario125 berkata:

        @roy
        sebenarnya sistem 32 bit memang full bisa mengenali dengan penuh sebesar 4 GB. namun 4 GB tersebut merupakan memori sistem secara keseluruhan. di PC, yang menggunakan memori itu banyak, baik itu sound card, vga card, lan card, de el el. nah keseluruhan sistem memori tersebut lah yang dikenali 4 GB, bukan dari memori (dimm) yang terpasang doang

        lebih sebenarnya lagi, 32 bit mampu mengenali jauh lebih besar dari 4 GB. hanya saja microsoft membatasi nya menjadi 4 GB. teknologi yang memungkinkan mengenali lebih dari 4 GB adalah PAE by Intel. ingin tau lebih jauh, browsing saja mengenai PAE hehehe

      • @bdt

        gw suka pelajaran algoritma… dan ternyata terpakai sampai sekarang…
        :mrgreen:

        @vario 125
        itu juga di unlock di windows server 2008 kalo gak salah,… ada patch supaya bisa ke unlock 3.25GB nya…

        eniwei itu yang ke lock 3.25GB kan memory DIMM bukan memory lainnya. secara default windows membatasi 3.25GB.

        pake Core i7 + 4GB RAM + OS32 bit = mubazir
        mending sekalian pakai 64bit biar keluar semua performa nya…
        :mrgreen:

      • vario125 berkata:

        @roy
        di windows server 2003 juga udah lebih dari 4 GB kok. tergantung serinya. misal windows server 2003 data center (kalo gak salah). maksud saya, 4 GB itu adalah seluruh sistem memori. maka jika beda PC maka akan menghasilkan beda ‘pengenalan’ memori (dimm). misal pada PC A=3,25 GB maka bisa jadi di PC B=3,5 GB. hasilnya akan berbeda2 karena kebutuhan seluruh sistem hardware di setiap PC akan berbeda juga.

        secara default, 32 bit akan mengenali 4 GB kok, tidak lebih dan tidak kurang

        btw jika mau dibandingkan antara 32 bit dan 64 bit secara performance, saya lebih memilih 32 bit. karena sebenarnya dalam sistem 64 bit, ada 1 cycle tambahan agar mampu mengenali memori lebih dari 4 GB

      • @vario125

        kalau saia pilih 64bit. selain mengenali memory lebih besar + clock speed yang tinggi bisa keluar semua tenaganya.

        kalau 32 bit meskipun di pasaran OS paling banyak ini ya mw gimana lg… di rumah juga pakai 32bit.

        untuk windows server 2003 belom pake yang data center masih pakai yang biasa kok.
        itu juga cuma buat SQL Server doank.

        mungkin kapan2 gw harus ganti platform nih…
        ;)

      • bdt berkata:

        roy,

        kalu boleh tau, bidang kerjanya apa?

      • @vario125

        untuk server windows masih yang terbaik untuk urusan Domain dan Group Policy. karena ada AD nya. meskipun Linux punya LDAP tapi gak sebagus windows AD punya. meskipun Linux lebih stabil.

        @bdt

        kasih tau gak yaaa….
        :lol:

      • vario125 berkata:

        @roy
        perbedaan utama antara 32 bit dan 64 bit, pada penggunaan/pengenalan kapasitas memori di atas 4 GB. tidak ada hubungan dengan clock speed. penambahan 1 clock cycle itu sama dengan menambah ‘beban’ cpu.

        pembatasan pembacaan memori untuk 32 bit itu hanya ‘akal-akalan’ microsoft doang. tidak lebih dan tidak kurang hehehehhe. kalo masih gak percaya, coba aja bandingkan windows server 2003 32 bit data center atau varian lebih tinggi dengan windows 7 32 bit. lingkungan sama2 32 bit namun kemampuan mengenali memori berbeda heheheheh. lingkungannya sama lho, 32 bit hihihihiihi

      • @vario125

        tetep pilih 64bit… kedepan 64bit gak ada 1 cycle tambahan lg…
        :lol:

        *padahal masih pake 32bit
        :mrgreen:

      • vario125 berkata:

        @roy
        laptopku juga pakai 64 bit karena pakai memori 8 GB wkwkkwkw. soalnya klo pake 32 bit trus ‘dibuka’ agar memori dikenali semua, bisa di ‘blacklist’ sama microsoft pada saat update windows. maklum automatic update. padahal pake bajakan wkkwkwkwk

      • yanusakti berkata:

        Ni yg dibahas opo to?motor apa komputer… hehehe…
        Ketahuan Vario125 ama si Roy ni orang IT… bsok kursus montir jg bro, coz kdepan setting motor pake laptop (terserah pake 32 ato 64 bit),
        klo koment dgn ilmiah gni kan bgus, nambah ilmu … siippp

      • @vario125

        dirumah pakai OS 32 bit + 2GB ram… mayan lah buat cincai2 ama game2 std…
        minimal SBK ama MotoGP…
        :lol:

        @yanusakti

        kata kutangers saia itu pekerjaannya sales yang berdiri di pinggir jalan…
        kalo kursus… lha ini motor tua ane buat bahan praktek… bisa bongkar gak bisa masang…
        :lol:

    • whitesmilee berkata:

      nah kalo diskusi kayak gini kan mencerahkan…

      thx agan2 semua :mrgreen:

  10. bdt berkata:

    wah , bagus tuh buat montir pinggir jalan,
    ngak perlu modal laptop, cukup obeng , 3 ribu perak doang

    ” honda emang mengerti saya”

    • eko_wong_mojokerto berkata:

      walah-walah kok sampe windows segala tooo,sistem tertanam atau bahasa kerennya embedded system tidak sama plek dengan sistem windows mas,dan 32 bit beda dg 32 byte,kalo pada sistem 8 bit 1 byte itu= 255,kalo dalam system 32 bit itu =2 147 483 648,apakah sistem 8 bit lebih lambat dibanding system 32 bit jawabannya ya dan tidak tergantung masukan dari clock dan prosesor inti dari masing masing ic,contoh prosesor intel 8081 yg intinya bersystem CISC melaksanakan 1 instruksi =16x clock ,sedang core dari AVR menggunakan system RISC yg melaksanakan instruksi 1 instruksi per clock jadi walaupun clocknya sama tapi kalo intinya beda maka beda pula beda kecepatan core berfikir ,sedang yang 8-32-16 bit adalah periferalnya ,yang terpenting itu clock speed dan core nya

  11. kasamago berkata:

    mantab neh.. g perlu mejet kibod
    syg susah praktekinnya klo g ad motornya..

  12. brigade jalan raya berkata:

    ribet yach! maksudnya harus tau dulu ketinggian tempat terhadap permukaan laut :(

    tapi ga masalah deh. demi injeksi murah meriah. butuh pengorbanan :)

    untung punya injeksi yang pakai altitude otomatis. honda pinter down cost. salut salut :)

  13. padabaelah berkata:

    kalau vario WTF mau dipasang auto setting untuk altitude.. Wani piroo???….

  14. kutehe berkata:

    ribet banget, ngak ada cara yg leabih gampang ?
    mending plototin bonusnya aja :D

  15. arick berkata:

    Ribet amat…..

  16. Inazuma eleven berkata:

    Mode yang terlalu repot wkwkwkwkwmending bil pcx aja prestise dapet. Ga repot. Ga susah. Balapam sama nmp dan byson? Wah 2 motor tersebut cuma makan kentut aja xixixi

  17. speed_lover berkata:

    akal bulus / kelicikan yamaho akhirnya terbukti!!! dulu Honda di fitnah yamaho menggunakan DCT, tapi ternyata itu hanya akal bulus dan liciknya yamaho yang kehabisan akal melawan Honda, akhirnya saat itupihak HRC menjelaskan secara gamblang system kerja dan bentuk transmisi RCV , diam-diam yamaho mempelajari dan menjiplaknya… licik dan picik sekali!! akhirnya dugaanku terbukti yamaho bakal menggunakan transmisi itu!!

    http://otosport.otomotifnet.com/read/2012/12/20/337147/56/17/Yamaha-Pakai-Teknologi-Transmisi-yang-Sama-Dengan-Honda

    • Gondrong berkata:

      wuih dendam banget ya sampe ke ubun2 mas bro… :lol:

    • vario125 berkata:

      busetttt sampe segitunya. biasa aja kali kalo transfer technology gitu. emang gak ada ya bro sesuatu pada RCV yang ‘mencontek’ dari yamaha..??

    • Crank90 berkata:

      di matanya si Speed_lover, Yamaha itu gak ada bagus2nya…makanya dia banyak mencari cara n mendoakan tiap pagi siang malam supaya Yamaha cepet bangkrut dan hancur total…apa nggak gila tuh!!! wkwkwkwkwkwkkw….

      padahal di motogp Honda juga banyak mencontek dari Yamaha! mulai dari 3teknisi Yamaha yng menangani M1 lorenzo di bajak pda akhir musim 2009..2teknisi ahli geometri/sasis M1, 1 ahli elektronik magnetimareli M1..untuk apa itu? ya membantu mengembangkan RCV yng akan digunakan Stoner di musim 2010, Tahun 2010 awal honda juga mengganti Injeksi PGM-FI RCV dengan magnetimareli, padahal Injeksi dan prangkat ECU Magnetimareli Yamaha sudah pake dri tahun 2005! Honda juga mengganti shocbeker depan/blakang RCV ke Ohlins di tahun awal 2010, padahal dari dulu RCV menggunakan Showa. sdang Yamaha n Ducati dari dulu sudah menggunakan Ohlins…akhirnya Tahun 2010 stoner bisa juara coy, mantep gak tuh si Hondut!!!!

    • Crank90 berkata:

      di matanya si Speed_lover, Yamaha itu gak ada bagus2nya…makanya dia banyak mencari cara n mendoakan tiap pagi siang malam supaya Yamaha cepet bangkrut dan hancur total…apa nggak gila tuh!!! wkwkwkwkwkwkkw….

      padahal di motogp Honda juga banyak mencontek dari Yamaha! mulai dari 3teknisi Yamaha yng menangani M1 lorenzo di bajak pda akhir musim 2009..2teknisi ahli geometri/sasis M1, 1 ahli elektronik magnetimareli M1..untuk apa itu? ya membantu mengembangkan RCV yng akan digunakan Stoner di musim 2010!.. Tahun 2010 awal honda juga mengganti Injeksi PGM-FI RCV dengan magnetimareli, padahal Injeksi dan prangkat ECU Magnetimareli Yamaha sudah pake dri tahun 2005! Honda juga mengganti shocbeker depan/blakang RCV ke Ohlins di tahun awal 2010, padahal dari dulu RCV menggunakan Showa. sdang Yamaha n Ducati dari dulu sudah menggunakan Ohlins…akhirnya Tahun 2010 stoner bisa juara coy, mantep gak tuh si Hondut!!!!

    • cipluk berkata:

      coba ente bandingkan dulu evolusi swing arm rc 211v 990 cc dan rc212v 800 cc edisi awal tahun 2007 hingga rc 213v 1000 cc edisi sekarang, makin mirip punya siapa tuh??
      karena perasaan yzr m1 dari awal muncul tahun 2002 udah pake model swing arm seperti itu dengan stabilizer bar ada di bawah
      dan belakangan ini ducati juga ngikut menerapkan model swing arm tersebut
      jadi gak usah terlalu berlebihan reaksinya

    • jaka berkata:

      waduh,gue baru tau ada yang SESUCI elo,flashback dikit bro,jangan jualan aja yang dipikirkan.

  18. afan berkata:

    memangnya gunung apa saja yang tingginya lebih 2000m dpl? lagipula kalo ada gunung yang puncaknya 3000m dpl, apa bisa spd motor sampai puncaknya? atau ya satu kilometer di bawah puncak gunung didaki dengan spd motor

    • vario125 berkata:

      bukan soal total tinggi rendahnya gunung melainkan perbedaan ketinggian bbrp meter saja dan kondisi lingkungan yang berbeda, akan menyebabkan kondisi udara yang berbeda sehingga menyebabkan campuran bbm dan udara yang berbeda2 pula dan ini dikaitkan dengan injeksi. hukum fisika bro.

      • afan berkata:

        ouw… spt itu. wah berarti kalo tempat tinggal saya di tengah kota lalu main ke pantai, repot juga dong! kan kondisi udaranya (kerapatan? tekanan udara? suhu udara?) berbeda. misal seperti di jakarta

    • yanusakti berkata:

      btul jg bro, gnung yg 1500 – 2000 m tu sdh tinggi (gnung trtinggi di Indonesia aj 3000an m) n jarang jg rumah2 pnduduk dsna. yang ada mah kebun. mgkn itu alasan AHM g pke sensor O2….
      jd klo mendaki gnung jgn pke WTF, jalan kaki aja … nmanya jg mendaki :D

      • vario125 berkata:

        @yanusakti
        maaf bro, sedikit koreksi. sensor O2 fungsinya hanya mendeteksi kandungan oksigen setelah hasil pembakaran aja. jadi untuk mengontrol emisi. sedangkan untuk mendeteksi ketinggian/geografis/kelembapan adalah IAT dan MAP dan itu tidak ada di vartek 125

      • yanusakti berkata:

        @Vario125
        Thanks bro share ilmunya…
        Klo yamaha tag linenya “mau ngebut dimana?”
        Klo honda tag linenya “mau naik gunung dimana”? :D

  19. Odh berkata:

    Waduh ruwet pak rt, serahkan ke ahlinya sajalah.

  20. aruna hayata nikimura berkata:

    klo beli motor belilah motor yg tdk ribet dlm perawatanya.

    dan juga jangan beli motor yg penuh dg masalah.

    banyak pilihan motor injeksi yg tdk berpenyakitan.

    jd pembeli itu harus SMART.

  21. Apipblog.com berkata:

    Ssiip buat informasinya..

  22. aruna hayata nikimura berkata:

    liat gambar Onda Pario125 diatas kok lucu bin culun ya.

    kaki ama body kok gak matching.kaki kecil body gede.
    roda belakang ke slebor wagu.
    roda depan vs fairing juga wagu.

    body kayak gini kok dibilang bagus.

  23. Visco Dutha Parawangsa S berkata:

    wow, hacking ECM :D

  24. thole berkata:

    cadaaass, cuma honde pret yang bisa begini, yang lain mah otomatis

    di ahass metode setting juga begini kah? manual jumper, operasi gagal ulangi, gagal lagi ulangi lagi, emangnya ga ada settingan yang lebih presisi ya? seperti setting CO dgn diagnostic tool, tinggal pencet tombol, pengaturan udah pasti,atau pake PC software, setting altitude dgn pilih aja mode 1,2,3atau 4, wah cadas nih teknologi,

    • new vixion power : 16,59 PS Torsi : 14,5 Nm berkata:

      manual banget itu bro, gk beda jauh sama karbu, pake obeng :lol: untuk 3s injeksi , yamaha emang 1 tingkat diatas honda :) dengan kemudahan saat servicenya , FIDT , diagnostic tool software with usb adapter to ECU :D
      o iya pgmFI step 4 intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, berarti bener bro, kira2 cb150r pgmfimya step brp y ? :o wong banyak disunat gitu , O2 sensor jg gk ada , ntar si cb kalo naIk gunung malah hrus setting altitude lagi ,, pake obeng yg canggih .. :lol: :mrgreen:

    • new vixion power : 16,59 PS Torsi : 14,5 Nm berkata:

      manual banget itu bro, gk beda jauh sama karbu, pake obeng :lol: untuk 3s injeksi , yamaha emang 1 tingkat diatas honda :) dengan kemudahan saat servicenya , FIDT , diagnostic tool software with usb adapter to ECU :D
      o iya pgmFI step 4 intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, berarti bener bro, kira2 cb150r pgmfimya step brp y ? :o wong banyak disunat gitu , O2 sensor jg gk ada , ntar si cb kalo naIk gunung malah hrus setting altitude lagi ,, pake obeng yg canggih .. :lol: :lol: :mrgreen:

    • new vixion power : 16,59 PS Torsi : 14,5 Nm berkata:

      wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
      berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri
      sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol:) ntar malah harus
      setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen:

      • new vixion berkata:

        bro thole : wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
        berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri
        sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol:) ntar malah harus
        setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen:

      • new vixion berkata:

        wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
        berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol: ) ntar malah harus
        setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen:

    • 76 berkata:

      bengkel pinggiran dan ngesotan nggak iso – iso nggak kebagian rejeki gan ….., lek serba komputer, lha alate ora di dol nang bengkel jalanan /

  25. new vixion power : 16,59 PS Torsi : 14,5 Nm berkata:

    wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
    berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri
    sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol:) ntar malah harus
    setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen: :mrgreen:

  26. new vixion power : 16,59 PS Torsi : 14,5 Nm berkata:

    bro thole : wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
    berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri
    sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol:) ntar malah harus
    setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen:

  27. dara berkata:

    Ada cara yg lebih ribet lagi ga… binun euy

  28. new vixion berkata:

    bro thole : wkwkwk.. setuju bro, berarti gk kalah sm karbu dong, settingnya pake obeng :lol: untuk 3s injeksi yamaha emang 1 tingkat diatas yamaha, terbukti dg kemudahan perawatannya , FIDT, diagnostic software with usb adapter (pake laptop) , injector cleaner,injector tester, carbon cleaner dsb, :)
    berarti bener kata ane kmrn bro , pada pgmfi step 4, intake Air Pressure Sensor (IAPS) yang berfungsi membaca tekanan udara yang masuk,dibaca terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan ke Engine Control Module (ECM) dihilangkan, sehingga kalo mau naik gunung harus setting altitude dulu, kira2 cb150r pgmfinya step brp y? tau sendiri
    sensornya kan banyakk yg disunat O2 sensor, (gk tau yg laennya :lol:) ntar malah harus
    setting altitude lagi kalo mau naik gunung, untuk cb150r yg mesinnya DOHC seandainya bener pgmfi step 4 , setting altitudenya canggih lhooo…. pake obeng :lol: :mrgreen:

  29. aruna hayata nikimura berkata:

    motornya buang kelaut az Om.

    msh bnyk motor lain yg gak bermasalah.

    ada Hayate,ada Mio,ada Sapacy,ada Beat.

    tinggal milih az sesuei kemampuan,kebutuhan,dan kepatutan.

    yg penting tdk gila merek az

  30. apri berkata:

    motor dengan sistem injeksi koq ribet gitu ya? Bukan’e nk injeksi malah harusnya dapat menyesuaikan sendiri…atw mungkin karena sistemnya ‘disederhanakan’ jd perlu penyetelan manual jika berada pada ketinggian yg berbeda…

  31. Cipto Gareng berkata:

    Pak PT…………… diulas dong kapan nouvo sx masuk indonesia,dah boring nih pake si ngorok sexy………..

  32. rifky berkata:

    Pak rt harus’a ada sensor ketinggian di setiap motor injeksi pak rt setuju gk

  33. 76 berkata:

    wah agak ribet kalau nyetel sendiri, la wong istilahnya saja nggak ngerti, mending kasih link videonya aja yo pak RT

  34. eko_wong_mojokerto berkata:

    kalo yg saya baca dari BPR (Buku Pedoman Reparasi) vartech 125,injeksi vartech sebenarnya bisa menyesuaikan kondisi sekitar tapi respon systemnya yang tidak bisa cepat,misal anda orang surabaya yg panas dan kering tiba2 turing ke bromo yang duingin plus kelembapan tinggi,maka sensor O2 tidak dapat mengikuti perubahan ini seketika karena suhu knalpot tidak langsung bisa dingin,coba kalo mesin sudah didinginkan maka sensor O2 akan dg mudah mendeteksi tingkat kepekatan/kadar CO (Carbon monoxyde) dalam knalpot dan merubah setinggan dengan seketika ,walaupun tidak dapat optimun tapi motor masih bisa berjalan dg normal. Dan lagi keputusan honda membuat injeksi step4 sudah tepat,pada kabel DLC (data link connector) ada 4 kabel,2 untuk interface dg HIDS/computer,2 lagi untuk reset/setting manual,jadi seharusnya semua bengkel AHASS maupun bengkel umum baik yg punya HIDS dan yg tidak punya bisa menangani injeksi (lha wong wis di sediani karo AHM),soale harga HIDS cukup lumayan kira2 3.5 jt

  35. eko_wong_mojokerto berkata:

    ooo yaaa ,satu lagi cara manual jumper bisa menggunakan kabel dan kabel yg dijumper adalah kabel hijau strip hitam dan kabel cokelat

  36. Naik motor skutik diatas 2.000 meter dari permukaan laut ? dimana yah ? :D
    salam,
    bengkelsepedamotor

  37. hendra berkata:

    I like this ! Thankyu

  38. yuli berkata:

    SIang oom2…
    Mohon maaf kalo kelewat, mau ty saja, bagaimana setel langsam/idle di V125i?
    Saya cari2 takut salah, mohon dibantu (posisi setelannya juga).
    Thanks!

  39. Djojo berkata:

    Kalo mode 1 dg mode 4 bensin boros mana? Trus kalo mode 4 digunakan di dataran rendah efeknya bagaimana? Terima kasih ilmunya…

  40. duh boleh minta solusi ga kalo ban di puterin ada bunyi ngeresek
    solusinya gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s