
Kembali media Italia memberitakan kondisi yang mulai menghangat di awal musim di tubuh tim Ducati. Setelah beberapa media memberitakan permintaan naik gaji Dovi, Kini mereka juga mengabarkan api yang mulai disulut di tim merah Italia itu. Karena Dovi menilai Lorenzo membesar-besarkan performa Desmosedici.
Jorge Lorenzo menyegel waktu tertinggi dalam kecepatan tes IRTA (International Road-Racing Teams Association) di Sepang dan tidak bisa tergoyahkan oleh pembalap lainnya. Rekor 1’58 “830 bergeming hingga sesi akhir tes awal musim itu. Tentunya prestasi ini akan membuat lawan menyadari ancaman besar akan datang dari 5 kali juara dunia itu di 2018.
Namun Jorge Lorenzo merasa masih kurang dengan kecepatan motornya, belum sempurna,
“Lap time yang bagus masih belum sempurna, ini adalah proses perbaikan terus menerus dan setiap tahun kita akan lebih cepat. Motor ini masih belum sempurna. Setelah satu setengah jam, suhu trek menjadi panas. Daya cengkram belum bagus, mesinnya tidak dalam kondisi terbaik untuk dipacu dengan kencang. Tapi catatan waktu di Sepang adalah bagus “, kata Jorge Lorenzo seperti dilansir tuttomotoriweb.com.

Pendapat Dovisiozo
“Sepeda motornya berjalan lebih baik dan saya bisa membuka throttle lebih awal, dan jika kita bisa melakukannya, maka akan lebih cepat. Ini lebih sesuai dengan gaya balap saya dan saya bisa menggunakan kekuatan saya. Masih ada ruang untuk perbaikan”.
Jorge Lorenzo memang terlihat terlalu percaya diri. Namun Dovi mengambil sikap berbeda dan lebih memilih untuk mengurangi antusiasme itu dan menunggu untuk melihat hasilnya di sirkuit lain,
“Jorge selalu sangat ekstrem dalam pernyataannya, saya pikir apa yang dia katakannya terlalu dibesar-besarkan. Saya akan berkomentar saat kami sudah mencoba di sirkuit lain, saat ini saya ingin tetap tenang dulu “.
Sepertinya disaat Jorge Lorenzo menggebu-gebu dengan hasil di tes awal Sepang, Dovi lebih memilih tetap kalem. Tenang ini baru awal..







klau vr46 vs mv25 dan ad04 vs jl99 tidak akur musim ini, jelas mm93 yg akan d untungkan